Mau Buka Bisnis, Kenalan Yuk Dengan Crowdlending

Yang bilang buka bisnis itu susah, pasti belum pernah mencoba. Atau pernah, tapi belum maksimal.

Banyak cara untuk buka bisnis sendiri. Jadi, kalau kepentok di satu jalan, bisa coba cari jalan lain. Istilahnya, jalan alternatif begitu.

Kebanyakan orang biasanya kepentok masalah modal. Ada yang modalnya terbatas, bahkan ada juga yang hampir gak punya modal alias modal dengkul.

Pinjam ke bank, tapi ditolak. Mau cari kredit usaha di lembaga partikelir, kok waswas karena gak di bawah aturan pemerintah.

[Baca: Awas! Jebakan Pinjaman Rentenir Online, Jangan Cuma Asal Cepat Cair Saja]

Tenang, ada solusi di dunia maya bernama crowdlending. Crowdlending adalah pengumpulan dana modal usaha di Internet yang wajib dikembalikan si penerima dana plus bunganya.

Dana ini berasal dari donatur yang terdaftar di situs penyedia jasa pinjaman tersebut. Jadi, si donatur akan meminjamkan dananya dengan perantara penyedia jasa itu.

 

mau buka usaha
Manfaatin kecanggihan informasi dan teknologi buat hal berguna juga dong bro!

Mungkin sudah pernah mendengar apa itu crowdfunding? Ya, keduanya mirip-miriplah. Bedanya, dana dari crowdfunding bersifat hibah alias bukan pinjaman.

[Baca: Mau Usaha tapi Kepentok Modal, Yuk Coba Pakai 4 Situs Crowdfunding di Indonesia Ini]

Cara Kerja Crowdlending

Bagaimana cara kerja crowdlending? Berbeda dengan crowdfunding, biasanya crowdlending diberikan ke usaha yang sudah berjalan.

Soalnya, ada kewajiban mengembalikan dana pinjaman. Logikanya, kalau sudah ada usaha, berarti ada pemasukan buat bayar pinjaman.

Tapi bukan berarti usaha itu harus sudah meraih untung. Yang penting, sudah ada rekam jejaknya.

Jika mendaftarkan diri untuk menjadi penerima dana crowdlending, biasanya kita diminta memberikan sejumlah dokumen identitas diri dan usaha. Di antaranya:

  • Laporan keuangan
  • Salinan KTP
  • Foto/video usaha

Semakin lengkap dokumen, makin besar peluang mendapatkan dana pinjaman dari crowdlending. Selain itu, ada perjanjian pinjaman dalam bentuk elektronik yang mesti disetujui si peminjam.

 

mau buka usaha
Warga negara yang baik tuh musti punya dokumen lengkap ya

Perjanjian ini berisi informasi kredit, termasuk tenor alias masa pinjaman dan jumlah cicilan per bulan. Selain itu, termuat konsekuensi jika peminjam gak sanggup melunasi pinjaman.

Dalam pendaftaran, kita juga akan diminta mengisi berapa jumlah dana yang dibutuhkan. Jumlah duit pinjaman crowdlending umumnya lebih kecil ketimbang di bank, baik kredit tanpa agunan maupun pinjaman multiguna.

[Baca: Mana yang Lebih Cocok Buatmu, KTA konvensional atau Pinjaman Dana Online?]

Akan ada batas waktu pengumpulan dana, bisa sebulan, dua bulan, tergantung pada ketentuan penyedia jasa tersebut. Jika dana yang ditargetkan terkumpul sebelum tenggat, bisa langsung diproses.

Namun, jika gak sampai target, dana bakal kembali ke akun penyumbang. Tapi ada juga penyedia yang tetap menyalurkan dana tersebut ke pemilik usaha.

Misalnya pasang target dana Rp 50 juta dengan batas waktu pengumpulan 31 hari. Jika dalam waktu 15 hari saja sudah terkumpul dana itu, bahkan lebih, bisa dicairkan. Namun, bisa juga ditunggu sampai tenggat agar dana terkumpul lebih banyak.

Kalau Gagal Bayar?

Seperti disebutkan sebelumnya, ada perjanjian pinjaman walau bentuknya elektronik. Dalam perjanjian itu akan diatur konsekuensi jika peminjam gagal melunasi pinjaman crowdlending.

Umumnya, penyedia jasa crowdlending selaku perantara dalam transaksi ini akan menangani masalah kredit macet ini. Langkah yang dilakukan biasanya restrukturisasi kredit.

 

mau buka usaha
Kalau punya kesulitan bayar komunikasi bro, jangan kabur yeee!

Lewat restrukturisasi, peminjam akan mendapat keringanan. Misalnya tenor diperpanjang dan cicilan diperkecil.

[Baca: Restrukturisasi Kredit Bermasalah Memang Bisa Menjadi Solusi, Namun Tetap Musti Pahami Konsekuensinya]

Namun, jika sudah direstrukturisasi tapi masih gagal bayar pinjaman crowdlending, ya sudah. Siap-siap aset usaha dilikuidasi untuk pengganti pinjaman.

Jika dilihat polanya, pinjaman ini sangat menguntungkan pemilik usaha. Dengan langkah sederhana, bisa meraup modal usaha banyak.

Namun, harus dilihat dulu bunganya. Tiap penyedia jasa punya ketentuan sendiri-sendiri, tapi biasanya bersaing dengan bank. Bahkan ada yang tanpa bunga jika usaha itu bergerak di bidang sosial.

Sayang, di Indonesia belum banyak situs crowdlending. Yang menjamur baru crowdfunding. Meski begitu, cara ini patut dicoba buat mereka yang kesusahan cari pinjaman buat modal usaha lantaran gratis tanpa biaya.

[Baca: Gak Punya Modal Bukan Alasan Buat Gak Membuka Usaha Sendiri, Lakukan Cara Ini Deh!]

 

Image Credit:

  • http://i0.wp.com/blog.gandengtangan.org/wp-content/uploads/2015/08/e-banking.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-aL6rSaRWXsE/UoOOQGYCeBI/AAAAAAAAAEE/BLlM_PNLQuI/s1600/ktp-01.jpg
  • http://linikini.id/media/ln_post_231.jpg