Masuk Tahun Politik, Bos BEI Optimis Gak Ganggu Pasar Modal

Memasuki tahun pemilihan umum (pemilu) 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku optimis kinerja pasar modal di Indonesia akan semakin positif.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi memprediksi, penyelenggaran pemilu tidak akan menganggu bagi kinerja pasar modal pada tahun ini.

Sebaliknya, dirinya meyakini, kinerja industri pasar modal akan tetap kondusif dan mencatatkan kinerja yang positif.

“Artinya tidak terganggu signifikan adanya pemilu dengan indeks dan ipo itu tetap bagus dan tetap positif. Jadi kami optimis dengan adanya pilpres dan segala macam dan itu tidak akan mempengaruhi banyak terhadap pasar modal. Kalau ada riak-riak kecil itu biasalah,” ujar Inarno.

Disamping itu, BEI pada 2019 ini akan terus menjaga momentum perdagangan dan terus membangun kepercayaan kepada pelaku pasar modal Indonesia.

“Kedepannya kami (BEI) akan fokus pada infrastruktur di kalangan pasar modal Indonesia. Terima kasih semuanya kita sambut 2019 terus optimis untuk pembangunan ekonomi Indonesia ke depannya,” jelas Inarno.

Kinerja Positif Sepanjang 2018

Siklus T+2 diharapkan dongkrak kinerja pasar modal. (Instagram/@idx_channel)
Gedung BEI (Instagram/@idx_channel)

Inarno menegaskan, meski menghadapi tahun yang berat pada 2018 lalu, kinerja pasar modal tidak bisa diremehkan. Sebab BEI mampu memfasilitasi 57 emiten baru untuk go public dan capaian tersebut merupakan capaian yang tertinggi sejak privatisasi BEI di 1992.

Kemudian, dari sisi jumlah investor pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan menjadi 1,6 juta investor pada 2018.

“Tahun 2018 tahun yang penuh tantangan dan tidak mudah. Namun tahun 2018 juga ahun penuh karya dan prestasi yg membanggakan,” jelas Inarno.

Kemudian, pada tahun ini BEI menargetkan lebih dari 57 emiten baru, atau meningkat dibandingkan 2018 lalu.

“Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 kami capai 57 perusahaan (emiten baru). Harapkan tahun ini bisa lebih dari itu,” paparnya.

Menurut Inarno, pada awal tahun 2019 ini sudah terdapat 14 perusahaan yang pipeline-nya sudah diterima oleh BEI. Kemudian, sudah ada 40 perusahaan yang menyatakan akan melakukan IPO pada tahun 2019 ini.

“Yang kemarin aja ada 14. Tapi saya belum tahu lagi. Kalau ngga salah lebih dari 40 ya tahun ini. Potensinya masih besar. Terus terang aja, tahun lalu kita (soal IPO) tertinggi sejak 1992. kami pikir soal tahun ini, Insya Allah bisa lebih dari itu,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah