Masih Ragu Mengajukan Permohonan Kredit Tanpa Agunan? Nih Contoh Kasus Buat Contekanmu!

Bingung apakah kredit tanpa agunan memang solusi keuangan yang tepat buat kamu? Kamu sudah membuat hitung-hitungan, tapi masih ragu apakah kredit tanpa agunan adalah janji yang bisa kamu tepati untuk dilunasi?

 

Ingat bahwa kredit tanpa agunan, sama seperti program peminjaman lain, adalah tanggung jawab yang tidak mudah. Bila tidak kamu lunasi, berbagai masalah bisa menghampiri. Dari skor kredit rusak hingga dikejar debt collector. [Baca:Stress Terlilit Utang? Jangan Panik, Begini Opsi Penyelesaiannya]

 

Untuk membantu kamu mengambil keputusan, yuk kita lihat contoh kasus di bawah ini.

 

Prediksi Modal dan Perputaran Uang

Tessa, 35, adalah seorang ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha catering untuk membantu pemasukan keluarganya. Tessa butuh uang sekitar Rp 50 juta di mana Rp 30 juta adalah untuk modal awal dan sisanya untuk menjalani usaha selama dua tahun pertama. Modal awal tersebut akan digunakan untuk membeli berbagai peralatan masak dan biaya pemasaran alias marketing.

 

Tessa sudah memiliki tabungan Rp 20 juta. Maka sekarang Tessa membutuhkan pinjaman sisanya sejumlah Rp 30 juta.

 

Mengingat dia tidak mungkin meminjam teman dan keluarganya untuk sisa modal Rp 30 juta, maka Tessa berpaling ke program kredit tanpa agunan yang disediakan oleh bank. Sekarang kita lihat ya kronologi Tessa dalam mengajukan permohonan KTA.

 

catatan keuangan untuk usaha

Yang paling nikmat, ngitung rencana pemasukan. Yang paling males, bikin prediksi pengeluaran. 

 

 

Pertama-tama, Tessa membuat perencanaan keuangan bulanan untuk usahanya sebagai berikut:

 

Pengeluaran:

  • Belanja bahan baku:Rp 1,5 juta
  • Honor asisten: Rp 1,5 juta
  • Biaya operasional: Rp 200 ribu
  • Biaya tak terduga: Rp 300 ribu
  • Total pengeluaran: Rp 3,5 juta

 

Pendapatan kotor minimal Rp 5 juta

Pendapatan bersih: Rp 5 juta-Rp 3,5 juta= Rp 1,5 juta

 

Jika mendapat pinjaman Rp 30 juta dan Tessa berhasil memanfaatkannya dalam waktu maksimal 3 bulan setelah dapat pinjaman, proyeksi bisnisnya berikut ini:

 

Pengeluaran:

 

  • Belanja bahan baku: Rp 2,5 juta
  • Honor asisten: Rp 1,5 juta
  • Biaya operasional: Rp 400 ribu
  • Biaya tak terduga: Rp 300 ribu
  • Total pengeluaran: Rp 4,7

 

Pendapatan kotor minimal: Rp 8 juta

Pendapatan bersih: Rp 8 juta- Rp 4,7 juta= Rp 3,3 juta

 

Jika Mengajukan KTA

Setelah membuat perencanaan keuangan secara garis besar, Tessa berpikir, jika mengajukan permohonan kredit tanpa agunan Rp 30 juta, akan ada tambahan pendapatan bersih hampir Rp 2 juta. Tapi bagaimana dengan cicilannya?

 

Tessa lalu browsing di internet dan mendapat info bahwa bank X menawarkan KTA tenor 24 bulan dengan suku bunga flat 1,49% per bulan dan fasilitas lain. Fasilitas itu di antaranya asuransi. [Baca: Asuransi Kredit Tanpa Agunan Ada Supaya Kamu Bisa Tenang Saat Pinjam Duit Ke Bank]

 

penawaran KTA bank

KTA dari bank ada bermacam-macam. Kalau KTA alias kartu tanda keanggotan polisi, cuma satu.

Tapi itu bisa dipalsu buat nipu. KTA bank enggak. 

 

 

Dengan rincian pokok utang KTA Rp 30 juta, tenor 24 bulan, dan suku bunga flat 1,49%, maka perhitungan cicilannya:

 

Cicilan pokok per bulan = Pokok utang KTA Rp 30.000.000 / 24 bulan = Rp 1.250.000

Bunga per bulan = Rp 30.000.000 x 1,49% = Rp 447.000

Total cicilan yang harus dibayar per bulan = cicilan pokok + bunga = Rp 1.250.000 + Rp 447.000

= Rp 1.697.000

 

Tapi Tessa tahu, ketika mengajukan KTA Rp 30 juta, dia juga harus membayar biaya administrasi yang disebut provisi. Di bank X, besarnya 3,5% dari pokok pinjaman.

 

Jadi Tessa harus membayar biaya provisi 3,5% x Rp 30.000.000 = Rp. 1.050.000

 

Ini berarti saat KTA dicairkan, Tessa hanya akan mendapatkan:

 

Pokok pinjaman-biaya provisi = Rp 30.000.000 – Rp 1.050.000 = Rp 28.950.000

 

Jadi, Ambil KTA atau Tidak?

Dengan mengajukan permohonan kredit tanpa agunan ke bank, Tessa harus yakin pemasukannya tidak turun ke level di mana dia tidak bisa membayar cicilan kredit tersebut. Bila cicilan macet Tessa bukan hanya harus membayar bunga berlipat, tapi juga menanggung risiko rusaknya skor kredit.

 

Skor kredit adalah semacam peringkat kita sebagai pihak yang pernah pinjam uang ke bank. Jika pernah gagal bayar cicilan atau utang menumpuk-numpuk, skor kredit akan jeblok dan kita masuk blacklist BI.

 

skor kredit BI
Biarpun calon mertua gak bakal lihat skor kreditmu, tetap aja ranking kredit di BI ini penting.

 

 

Risiko selanjutnya, kita bakal sulit mengajukan kredit lain di kemudian hari. [Baca : Aplikasi Kredit Sering Ditolak? Coba Cek Status Blacklist BI Kamu]

 

Dengan skema perhitungan cicilan di atas, artinya pada 3 bulan pertama Tessa akan merugi. Perhitungannya:

 

Pemasukan bersih: Rp 1,5 juta

Cicilan: Rp 1.697.000

Selisih: Rp 1,5 juta-Rp 1.697.000= -Rp 197 ribu

 

Tapi dalam perencanaan keuangan ada poin biaya tak terduga sebesar Rp 300 ribu. Karena tak terduga, pos ini bisa saja tak dipakai. Pos ini dipakai hanya jika misalnya duit belanja bahan baku kurang, ada piring pecah/kompor rusak, atau mobil operasional tiba-tiba mogok dan perlu perbaikan.

 

Artinya, jika pos itu tak terpakai, Tessa bisa menggunakannya untuk menutup cicilan. Tapi kalau terpakai dan Tessa gak punya, tabungan cadangan, artinya dia bakal menunggak sampai benar-benar bisa memanfaatkan pinjaman Rp 30 juta itu.

 

Tessa memproyeksikan penghasilan bersihnya meningkat jadi Rp 3,3 juta 3 bulan setelah mendapat pinjaman Rp 30 juta. Jika proyeksi Tessa tepat, artinya cicilan Tessa bisa dibayar penuh per bulan, dan dia masih mendapat sisanya.

 

Perhitungannya:

 

Pemasukan bersih: Rp 3,3 juta

Cicilan: Rp 1.697.000

Selisih: Rp 3,3 juta-Rp 1.697.000= Rp 1.603.000

 

Terlihat di perhitungan itu bahwa Tessa kemungkinan besar akan merugi di tiga bulan pertama. Mulai bulan keempat, dia memperkirakan bisa mulai memetik hasil kerjanya.

 

Tapi tunggu dulu. Seperti disebutkan di atas, Tessa sudah punya tabungan Rp 20 juta sebagai modal awal. Jika melihat skema prediksi pembayaran cicilan yang mendatangkan kerugian tersebut, ada baiknya duit Rp 20 juta itu disimpan sekian persen sebagai dana cadangan.

 

Mungkin Rp 5 juta bisa diamankan sebagai dana cadangan jika sewaktu-waktu Tessa kesulitan keuangan karena bisnis yang sepi atau masalah lain. Dengan begitu, Tessa bisa selalu membayar cicilan penuh tiap bulan, tanpa khawatir menunggak karena bisnisnya lesu sehingga pemasukan tak sesuai dengan prediksi.

 

Intinya, sebisa mungkin prediksi cicilan kredit per bulan lebih kecil daripada pemasukan bersih, kecuali ada tabungan cadangan. Tak apa tabungan diambil untuk modal usaha yang hidup dari kredit.

 

Kita ambil contoh Tessa, setelah cicilan lunas 2 tahun kemudian, dia mendapat keuntungan:

 

  1. Cicilan lunas
  2. Bisnis sudah jalan 2 tahun, berkembang, dan makin dikenal orang
  3. Tabungan bisa diisi lagi dari keuntungan bisnis

 

Ingat, perhitungan keuangan di atas bersifat prediksi. Karena bisnis memang bukanlah ilmu pasti yang bisa dihitung pakai rumus modal besar = laba besar atau utang besar = bangkrut.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi bisnis, antara lain kerja keras dan strategi bisnis. Kalau modal besar tapi kerja malas-malasan dan strategi bisnis jeblok, ya pasti wafat bisnisnya.

 

Begitu juga sebaliknya. Utang besar kalau dikelola dengan baik pasti mendatangkan manfaat buat perkembangan bisnis. [Baca: Infographic: Mengenal KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan Prosesnya]

 

Toh, kredit dari bank tidak diciptakan untuk menjerat nasabah dalam jurang utang. Kredit merupakan layanan dari bank untuk membantu memajukan ekonomi masyarakat. Sebab, kalau ekonomi masyarakat maju, bisnis bank otomatis ikut maju juga


Sudah bukan zamannya lagi takut berbisnis dengan modal terbatas. Seperti kata Bob Sadino, banyak yang tanya, bisnis apa yang bagus. Jawaban Om Bob: “Bisnis yang bagus ya yang dibuka, bukan ditanyakan terus!” [Baca: 5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol]

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.hartaku.com/wp-content/uploads/2013/10/catatan-keuangan-usaha.jpg
  • http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/nasabah-melintasi-banner-iklan-penawaran-kredit-tanpa
  • agunan-kta-_150802232209-153.jpg
  • http://blog.studentchoice.org/wp-content/uploads/2014/07/credit-score.jpg