Mari Kenalan sama Kartu Cicilan yang Tawarkan Pinjaman Uang tapi Bukan Golongan KTA maupun Kartu Kredit

Makin hari bank kok makin pinter ya. Maksudnya makin pinter kasih kemudahan bagi yang lagi butuh duit. Caranya dengan menerbitkan satu jenis kartu yang disebut kartu cicilan berutang atau istilah bekennya ready credit.

 

Meski bentuk fisik kartu cicilan sama dengan kartu kredit, tapi fungsinya beda lho? Bingung? Oke, mari bahas kartu cicilan ini.

 

First, kartu cicilan sebenarnya fasilitas pinjaman dana tunai dari bank yang dikemas dalam bentuk kartu dan bisa ditarik lewat mesin ATM. Lewat kartu itu, bank memberikan dana siap pakai, kapan pun, di mana pun, dan fleksibel dalam pembayaran sekaligus penarikannya.

 

Pendek kata, kartu cicilan ini bukanlah alat pembayaran atau belanja. Lagi pula tidak ada logo Visa atau Master di kartu tersebut. Dengan demikian, tidak bisa disamakan dengan kartu kredit atau pun kartu debit (ATM).

 

Kartu itu hanya dapat digunakan transaksi tarik tunai saja meski pun penarikan kreditnya menggunakan kartu dan memiliki fitur layanan mirip kartu kredit.

 

KTA vs Kartu Cicilan

Kalau kartu cicilan tak sama dengan kartu kredit, lalu apakah kartu cicilan itu bentuk lain dari KTA (kredit tanpa agunan). Mungkin sekilas jawabnya bisa sama. Baik KTA dan kartu cicilan sama-sama produk pinjaman dana tunai.

 

kartu cicilan

 

 

Meski begitu ada beberapa perbedaan mencolok antara KTA dan kartu cicilan. Cekidot tabelnya biar jelas.

 

Uraian KTA Kartu Cicilan
Biaya administrasi Besarannya variatif tapi rata-rata kurang dari 3% dan ada denda bila pelunasan dipercepat Gratis
Cicilan pembayaran Cicilan tetap Ada pembayaran minimum dan fleksibel tentukan masa cicilan
Fasilitas pinjaman Hanya satu kali pakai Bisa berkali-kali pakai tanpa harus apply lagi
Fasilitas transfer Tidak ada fitur ini Bisa transfer ke rekening yang dikehendaki
Laporan penagihan Tidak tersedia Ada lembaran penagihan layaknya kartu kredit

 

Dari tabel itu bisa terlihat keunggulan kartu cicilan yang bisa dipakai berutang berulang kali dan tak perlu lagi balik ke bank untuk mengajukan KTA baru. Di samping itu, kartu cicilan ini bisa digunakan cukup dengan menggesekkan ke mesin EDC atau pun mesin ATM.

 

Kartu kredit vs kartu cicilan

Seperti disebutkan sebelumnya, kartu cicilan bukanlah kartu kredit. Fungsi kartu cicilan hanyalah mendapatkan pinjaman tunai yang pengembaliannya bisa dicicil dengan jangka waktu yang fleksibel.

 

kartu cicilan

 

 

Kartu cicilan tak bisa digunakan belanja. Beda dengan kartu kredit yang biasanya berlogo MasterCard atau pun Visa.

 

Tapi biar lebih jelasnya, bisa disimak tabel berikut ini.

 

Uraian Kartu kredit Kartu cicilan
Iuran tahunan Ada iuran tahunan yang besarannya tergantung jenis kartu Gratis
Biaya administrasi Dikenai biaya jika tarik tunai, transfer, dan denda keterlambatan Gratis
Bunga Besaran bunga belanja 2,99% per bulan dan bunga penarikan tunai < 4% Bunga flat tergantung dari plafon kartu atau bisa juga bebas bunga dengan syarat masa cicilan yang pendek (3 bulan)
Pembayaran tagihan Minimal 10% dari total tagihan Minimal 6% dari tagihan

 

Cara memperoleh kartu cicilan

Kelebihan punya kartu cicilan yang mudah dapatkan pinjaman uang secara instan kapan pun dan tanpa perlu tungguin bank buka dulu. Ketika tak lagi butuh duit, kartu ini disimpan saja. Baru digunakan pas lagi kondisi darurat atau ketika memerlukan dana tunai yang tak sedikit. Eh, lunasinya bisa dicicil dengan jangka waktu yang fleksibel.

 

Produk ini juga jadi jawaban dari bank terhadap kebutuhan pendanaan masyarakat. Mereka yang perlu dana renovasi rumah, pendidikan anak, bisnis, menikah, dan lain sebagainya, bisa melirik produk ini.

 

kartu cicilan

 

 

Lalu siapa saja yang di mata bank berhak dapat ‘amanah’ pegang kartu cicilan ini?

 

Sebenarnya siapa saja bisa kok. Asalkan bisa memenuhi syarat-syarat yang ditentukan bank penerbit kartu ini. Terus apa saja syaratnya?

 

Yang pasti, syarat itu tergantung dari banknya dong. Suka-suka bank yang tentukan syaratnya. Lagi pula ini kan duitnya bank.

 

Maka itu, perlu dicari informasinya selengkap mungkin. Hanya, secara umum, berapa ketentuan di bawah ini mesti dipenuhi dulu.

 

1. Pemohon adalah WNI

2. Usia minimum 21 tahun

3. Punya penghasilan tetap

4. Bagi pebisnis, omsetnya di atas Rp 20 juta

5. Sebaiknya punya rekening di bank yang menerbitkan kartu cicilan

6. Lebih baik punya kartu kredit

7. Melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga,  dan sejenisnya

 

 

Kira-kira itu syarat umumnya. Tapi biar bank gampang memverifikasi kelayakan pemohon, sebisa mungkin punya saldo di rekening bank tersebut. Sebisa mungkin besarannya bisa ‘memikat’ bank.

 

Selain itu, pastikan saldo di rekening itu hidup alias selalu ada transaksi. Dengan begitu bank bisa melihat level kapasitas keuangan pemohon.

 

 

Sudah jelas kan apa itu kartu cicilan. Produk ini bisa membantu dengan cepat saat butuh dana segar sesegera mungkin. Selain itu, kartu cicilan juga bermanfaat sebagai dana cadangan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu.


Selain itu, nilai plusnya adalah bisa dicairkan sesuka hati tanpa harus ke bank dan lewat prosedur terlebih dulu. Tapi ingat ya, tetap bijak menggunakannya. Bagaimana pun, nilai limit dalam kartu cicilan itu bukan hak milik tapi punya bank yang harus dikembalikan lagi.