Mahal Banget! Mahar Pernikahan dari 5 Suku Ini Bikin Meringis

Salah satu syarat sah pernikahan adalah adanya mahar pernikahan alias mas kawin. Umumnya, mahar ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pihak laki-laki dan perempuan. Untuk memangkas biaya pernikahan yang sudah banyak, mahar yang sederhana dan murah pun tak jadi soal.

Tapi, tinggal di Indonesia yang memiliki beragam suku dengan adat yang berlaku, mahar pernikahan bisa jadi tantangan baru. Pasalnya, gak sedikit suku di Indonesia yang mematok biaya fantastis untuk mas kawinnya.

Bagi mereka yang masih memegang teguh aturan adat, urusan ini gak bisa dipandang sebelah mata. Jika diabaikan, bisa-bisa pernikahan dibatalkan. Buat para lelaki yang mau melamar sang pujaan hati, siap-siap kerja keras kalau pasanganmu berasal dari lima suku ini.

1. Suku Batak, Sumatera Utara

Mahar pernikahan
(Image: Youtube)

Dalam tradisi suku Batak, Sumatera Utara, calon mempelai pria wajib menyiapkan sinamot atau tuhor ni boru batak yang berarti pembelian perempuan Batak. Besaran sinamot bervariasi, biasanya tergantung latar belakang pendidikan calon mempelai perempuan.

Umumnya harga sinamot gadis batak lulusan SD mulai dari Rp 5 juta, sedangkan lulusan S2 mulai dari Rp 85 juta. Nah, kalau calonmu adalah seorang dokter, harus rela menyiapkan hingga ratusan juta rupiah.

Walau begitu, besaran sinamot tidak bersifat kaku. Calon mempelai pria dapat melakukan negosiasi harga sinamot bersama keluarga pihak perempuan.

2. Suku Bugis, Sulawesi Selatan

Mahar pernikahan
(Image: Hipwee)

Suku Bugis dari Sulawesi Selatan terkenal dengan uang panai sebagai mahar yang terhitung mahal.  Gak hanya sebagai mahar, uang panai juga digunakan oleh calon mempelai perempuan untuk keperluan pesta pernikahan. Bagi masyarakat Bugis, pemberian uang panai dianggap sebagai uang adat yang wajib dipatuhi.

Tidak ada besaran yang pasti untuk uang panai. Semuanya tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Meski begitu, uang panai juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan calon mempelai perempuan. Semakin tinggi pendidikan sang gadis, semakin mahal uang panai yang harus kamu siapkan.

Eits, ini baru uangnya saja lho, belum termasuk perhiasaan emas dan tanah yang jadi persyaratan lainnya.

[Baca: Ini 5 Ide Bisnis Kekinian yang Cocok untuk Acara Nikahan]

3. Suku Aceh

mahar pernikahan
(image: aceh)

Butuh usaha besar jika kamu ingin mengajak gadis Aceh ke Pelaminan. Salah satu sebabnya adalah tradisi Mayam. Mayam sering dianggap sebagai maharnya perkawinan Aceh yang berupa emas. Sebagai mas kawin, biasanya kamu perlu memberikan 15 hingga 50 mayam emas.

Satu mayam bernilai sekitar 3,33 gram emas. Harga emas yang cenderung meningkat tiap tahunnya menyebabkan harga mayam pun turut meningkat. Jika harga satu mayam berkisar Rp 1,8 juta, maka kamu perlu menyediakan dana sekitar Rp 27 juta hingga Rp 90 juta hanya untuk mas kawinnya.

4. Suku Sasak, Lombok

Mahar Pernikahan
(Image: FaktualNews)

Biaya mahar suku Sasak, Lombok, sebetulnya gak selalu mahal. Meski begitu, jumlah mahar yang perlu disiapkan dihitung dari jarak rumah perempuan ke rumah lelaki, misalnya menghitung jumlah masjid atau jembatan yang terlewati.

Oleh sebab aturan adat ini, gak sedikit pria Sasak yang memilih menikahi gadis sekampung. Kabarnya, biaya mahar untuk pasangan satu kampung cukup dengan Rp 500 ribu, sedangkan jika calon perempuan tinggal di desa lain, biaya mahar melejit hingga Rp 50 juta.

Nah, kalau menikah dengan perempuan berbeda desa yang memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan yang terjamin seperti PNS, bukan gak mungkin kamu harus menyiapkan hingga ratusan juta.

[Baca: Pernikahan Beda Agama: Ini Prosedur dan Rincian Biayanya]

5. Suku Nias, Sumatera Utara

Mahar Pernikahan
(Image: Hipwee)

Di Kepulauan Nias, mahar sering disebut sebagai bowo alias pemberian sukarela atau tanpa paksaan. Meski begitu, pada praktiknya, bowo adalah hal wajib, sekalipun memberatkan pihak laki-laki.

Bowo yang harus dipenuhi pemuda Nias saat ingin menikah adalah sejumlah 25 ekor babi. Jika satu ekor babi harganya Rp 1 juta, maka calon pengantin pria perlu menyediakan paling gak Rp 25 juta.

Jangan sedih dulu, mahar pernikahan adat Nias gak hanya bowo, masih ada emas dan perlengkapan lain yang perlu dijadikan mas kawin.

Terus gimana kalau calon pria belum punya cukup uang untuk berikan mahar? Ia bisa tetap menikahi kekasihnya dengan syarat harus sanggup mengabdi kepada mertua sampai maharnya dianggap lunas.

[Baca: Ambil Pinjaman Bank untuk Menikah Boleh Bro, Asal Tahu Batasannya]

Gimana, apakah calonmu berasal dari salah satu suku di atas? Kalau kamu sanggup memenuhi syarat mahar pernikahan di atas, tentu ini gak jadi soal. Tapi kalau gak, coba bicarakan terlebih dulu dengan calon pasangan biar gak terasa memberatkan.