Lulusan SMP, Ternyata Sosok Inilah Kunci di Balik Kesuksesan Maspion

“Cintailah produk-produk Indonesia!”

Buat kamu yang sering menonton televisi, pasti pernah dengar slogan ini sebelumnya. Slogan ini muncul saat iklan Maspion lagi tayang. Dan yang mengucapkan slogan itu adalah si pemilik Maspion sendiri, Alim Markus.

Sebagai salah satu merek ternama, Maspion adalah perusahaan yang memproduksi peralatan-peralatan rumah tangga. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1967 ini berawal dari usaha kecil yang menjual lampu teplok dan perlengkapan rumah tangga.

Seiring berjalannya waktu, usaha ini pun berkembang dan berubah menjadi perusahaan raksasa yang bernama Maspion.

Kesuksesan yang diraih Maspion saat ini tentu gak lepas dari peran Alim Husin sebagai pendiri dan Alim Markus sebagai penerus perusahaan Maspion.

Penasaran gimana kedua orang tersebut membangun Maspion? Yuk simak kisahnya dalam ulasan berikut ini.

Usaha lampu teplok yang menjelma jadi perusahaan

alim markus
Alim Markus (netralnews)

Nama Alim Husin dikenal sebagai pengusaha sukses di Jawa Timur. Padahal, dulunya Alim Husin cuma mendirikan usaha yang memproduksi alat-alat masak yang terbuat dari alumunium.

Namun, dari usaha tersebut, Alim Husin mendirikan usaha-usaha yang lain. Ia membuka usaha yang menyediakan jasa servis perbaikan pompa air tangan dan lampu petromak.

Lalu ada usaha lainnya yang diberi nama CV Hen Chiang. Usaha ini berfokus pada pembuatan peralatan rumah tangga, seperti ayakan, ember, pelat besi, kompor, cangkir, piring, panci, dan beberapa perkakas logam yang lainnya.

Pada 1965, usaha-usaha yang ada saat itu lagi gak bagus. Alim Markus yang saat itu belum genap 15 tahun memilih meninggalkan pendidikan SMP-nya. Melihat usaha ayahnya yang gak baik, ia memutuskan buat bekerja membantu menjalankan usaha sang ayah.

Namun, berhentinya Alim Markus dari sekolah gak lantas bikin ia berhenti buat belajar. Markus masih menyempatkan buat belajar bahasa Inggris, Cina, Jepang, dan ilmu akuntansi.

Bersama ayahnya, Alim Markus mendirikan Maspion

Alim Markus
Maspion Bazar (maspion)

Saat kondisi ekonomi udah mulai membaik, Alim Markus bersama ayahnya Alim Husin mendirikan perusahaan yang diberi nama Jin Feng yang artinya puncak emas. Namun, nama tersebut gak bertahan lama.

Nama Jin Feng kemudian diubah menjadi Maspion. Ternyata nih, Maspion itu merupakan akronim dari “Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional”. Gak tahu kan?

Alim Husin dan Alim Markus menjalankan Maspion dengan berfokus kepada produksi alat-alat rumah tangga. Sebanyak kurang lebih 7.000 jenis alat rumah tangga telah diproduksi Maspion.

Seiring berkembangnya Maspion, produk-produknya gak cuma ditujukan ke dalam negeri, tapi juga ke luar negeri.

Beberapa negara menjadi tujuan ekspornya, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa, dan Timur Tengah. Bahkan, nilai ekspornya pernah mencapai US$ 100 juta pada tahun 1995.

Kini sepeninggal Alim Husin, Maspion menjelma menjadi bisnis raksasa dengan nama Maspion Group di tangan Alim Markus.

Diketahui sejumlah merek dagang menjadi bagian dari Maspion Group, seperti Alaskair Maspion, Alcor, Aubecq, Bee and Flower, Colan, Ecopan, Jawa, Maslon, Maxim Glassware, Maxim, Mazaya, Mikado, Srithai, Tivoli, dan Uchida.

Selain itu, Maspion Group juga merambah ke sektor-sektor lain, seperti properti, pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga produksi bahan kimia dan logistik. Wih, hebat ya.

Itulah tadi perjalanan Maspion yang dijalankan Alim Markus bersama ayahnya. Bermula dari usaha kecil, kedua ayah dan anak tersebut mampu menyulapnya menjadi bisnis berskala besar.

Dari sini kita bisa belajar, usaha sekecil apa pun kalau dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa menjadi raksasa dan mencetak untung besar. Asalkan mau kerja keras dan yakin dijamin usaha bakal berbuah sukses. Setuju?