Limit Kartu Kredit Bisa Naik Kalau Kamu Memenuhi 6 Syarat Ini

Udah punya kartu kredit tapi belum bisa beli barang yang diinginkan. Kok bisa? Ya, karena limit kartu kreditnya pas-pasan alias gak cukup.

Limit kartu kredit pas-pasan emang kadang suka bikin kesel apalagi kalau selisih sedikit. Sebenarnya bisa aja ‘memaksakan’ tetap transaksi dengan kartu kredit di atas limitnya atau over limit.

Tapi itu juga gak gratis lho karena ada biaya yang akan dibebankan ke kamu dan itu tergantung dengan kebijakan pihak penerbit kartu kreditnya.

[Baca: Naikkan Limit Kartu Kredit BCA Gampang! Ikuti 3 Cara Berikut]

Nah, salah satu pengukur kesaktian kartu kredit itu ada di limitnya. Kalau limitnya kecil, hal itu bikin kamu jadi gak bisa leluasa melakukan transaksi.

Contohnya ada tawaran kredit motor dengan cicilan 0 persen seharga Rp 14 juta pakai kartu kredit. Nah, kalau limitnya di bawah itu, kamu cuma bisa manyun doang dong.

Jadi wajar aja kalau banyak orang yang ingin menaikkan limit kartu kreditnya. Cuma sebelum kamu menghubungi pihak penerbit kartu kredit untuk menaikkan limit kartu kredit. Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan.

Pasalnya bank gak akan sembarang menentukan limit kartu kredit. Apa aja itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

[Baca: Sudah Tahu Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit? Simak di Sini Yuk!]

1. Pendapatan

limit kartu kredit
Pendapatan (atriumstaff)

Untuk menaikkan limit kartu kredit yang pertama akan dilihat dari bank adalah pendapatan. Bank biasanya akan memberikan limit kartu kredit tiga kali dari pendapatan bulanan.

Misalnya saja pendapatan Rp 6 juta maka kamu bisa diberikan limit kartu kredit hingga Rp 18 juta. Tapi perlu ingat, BI sudah menerapkan kebijakan maksimum plafon kartu kredit.

2. Domisili

limit kartu kredit
Domisili (industry)

Kok domisili memengaruhi kenaikan limit kartu kredit? Ya, jika kamu tinggal di suatu tempat dalam jangka lama kemungkinan mendapatkan limit kartu kredit juga akan lebih besar.

Kenapa? Pasalnya bank gak mau mengambil risiko jika ada tunggakan pembayaran dan bingung mencarinya.

Beda sama nasabah yang sering pindah-pindah domisili mungkin limit kartu kreditnya sedikit lebih kecil.

3. Jumlah kredit yang dimohon nasabah

limit kartu kredit
Jumlah kredit yang dimohon nasabah (pilihkartu)

Untuk menaikkan limit kartu kredit, bank juga akan menilai berapa jumlah permohonan kenaikan limit yang diinginkan nasabah.

Bank umumnya akan mengukur apakah permohonan itu layak atau gak dan diliat juga sejauh mana limit kartu kredit itu akan membebani keuangan bulanan nasabah atau sebaliknya.

4. Total utang

limit kartu kredit
Total utang (daniel-cramer.blogspot)

Gak cuma pendapatan aja, untuk menaikkan limit kartu kredit bank juga akan melihat total utangmu. Jika kamu gak punya utang, kemungkinan limit yang akan diberikan akan besar.

Tapi kalau kamu punya utang, bank biasanya juga akan mempertimbangkan untuk menaikkan limit kartu kreditmu. Sebut aja apakah ada pinjaman di bank seperti KPR, KTA, dan maupun kredit multiguna.

5. Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit

limit kartu kredit
Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit (dnaindia)

Perlu kamu ketahui kalau pengajuan pembuatan kartu kredit juga bisa memengaruhi besaran limit kartu kredit.

Maksudnya, semakin banyak pengajukan permohonan pembuatan kartu kredit maka kemungkinan besar limitnya lebih kecil.

Akan tetapi perlu diingat, kalau BI sudah membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan pendapatannya. Mereka yang pendapatannya antara Rp 3-10 juta maksimum hanya punya dua kartu kredit.

6. Status kepemilikan rumah

limit kartu kredit
Status kepemilikan rumah (sejasa)

Saat kamu mengisi aplikasi pengajuan kartu kredit. Pasti ada pertanyaan, ‘status kepemilikan rumah saat ini’.

Pasalnya, status kepemilikan rumah penting banget bagi bank. Bank tentunya lebih memprioritaskan nasabah pemilik rumah dibanding yang masih ngontrak atau ngekos.

Nah, itu dia enam syarat yang menjadi pertimbangan bank untuk menaikkan limit kartu kreditmu.

Tapi jangan berkecil hati kalau bank tidak menerima kenaikan limitmu. Pasalnya, BI mengingatkan agar pemilik kartu kredit memahami limit kartu kredit yang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasinya.

Dan penting diingat, kalau kartu kredit itu hanya alat bantu transaksi bukan uang tambahanmu. Jadi kamu perlu bijak juga menggunakannya. Jangan sampai membuatmu jadi kelilit utang.

[Baca: Limit Kartu Kredit Untuk Pertimbangan Bank Revisi]