Lakukan 5 Langkah Ini Supaya Bisnis Keluarga Bertahan Lama dan Bebas Drama

Berbisnis bersama anggota keluarga memang banyak manfaatnya, masalah yang dialami selama bisnis tentu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebagian dari kamu mungkin punya mimpi mendirikan bisnis keluarga yang bertahan lama bukan? Cerita sukses pasangan yang mendirikan bisnis juga banyak, tapi kesuksesan itu tentu gak semudah membalikkan telapak tangan.

Belum lagi, masing-masing keluarga tentu punya masalah yang berbeda. Sulit pastinya mendirikan bisnis keluarga jika anggota keluarga yang terlibat bisnis sering mengalami konflik.

Jangan biarkan drama keluarga menjegal rencanamu untuk mendirikan bisnis keluarga. Bagi yang sudah menjalankannya, jangan juga menyerah di tengah jalan lantaran sering membuat hubungan antar anggota keluarga jadi kurang harmonis.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba untuk membuat bisnis keluargamu bertahan lama dan juga bebas drama:

1. Pisahkan urusan keluarga dan bisnis

bisnis keluarga bertahan lama
Ingat lho, semua harus seimbang termasuk urusan keluarga dan pekerjaan atau bisnis (kerja sambil piknik/fun shine blog)

Walaupun keluarga, jangan lantas selalu membicarakan soal bisnis dan tetek bengeknya tiap ada kumpul keluarga di luar kantor. Dan bukan berarti pula apabila ada konflik antara kamu dan anggota keluarga lain dalam bisnis, wajib diperdebatkan hingga selesai di meja makan.

Ada waktunya membahas urusan bisnis, tanpa mengesampingkan quality time bersama keluarga. Membahas konflik kerja tanpa akhir justru bisa berujung pada perkataan yang menyakiti perasaan.

Sesampainya di rumah, akan lebih baik bagimu untuk melupakan sejenak hal-hal seputar bisnis. Lakukanlah apa yang menjadi hobimu, karena hal-hal berbau urusan bisnis bisa dibahas besok pagi sesampainya di kantor.

2. Hire profesional sebagai konsultan bisnis

Masalah ego bisa mewarnai kelangsungan bisnis yang kamu tekuni bersama keluargamu. Belum tentu apa yang kamu atau saudaramu putuskan, adalah hal yang terbaik untuk masa depan usaha.

Oleh karena itu, pekerjakanlah seorang konsultan bisnis profesional bila bisnismu sudah berkembang pesat. Konsultan dapat membantumu dalam merencanakan bisnis di masa depan menjadi lebih baik.

Langkah ini perlu diambil ketika kamu dan anggota keluarga yang terlibat bisnis mulai sering berdebat soal masa depan bisnismu. Ketimbang masalah itu berujung pada perdebatan tanpa akhir, lebih baik melibatkan profesional yang sudah ahli untuk menyelesaikan masalahnya.

3. Gak perlu memaksa semua anggota keluarga untuk terlibat dalam bisnis

Walaupun bisnis ini adalah bisnis keluarga, bukan berarti kamu bisa menyeret seluruh anggota keluarga untuk membantu bisnis. Apa jadinya jika mereka tidak tertarik dengan bisnismu? Jelas gak ada kontribusi signifikan yang bisa mereka berikan.

Bila memang mereka tidak berminat untuk bergabung, gak perlu memaksa. Masih banyak orang lain yang memang punya passion kuat dalam membantu mensukseskan bisnismu. Dengan begitu, kamu bisa membangun bisnis keluarga yang sehat.

4. Tentukan peran setiap anggota sesuai dengan kemampuannya

bisnis keluarga bertahan lama
Bapaknya jadi CEO, ibunya jadi CFO, anak pertama jadi CMO, dan seterusnya. Seru kan bisnis sama keluarga? (bisnis keluarga/mycuty)

Meskipun banyak anggota keluarga yang ingin terlibat dalam bisnismu, kamu gak boleh sembarangan menempatkan mereka untuk posisi tertentu di perusahaan. Pilih dan rekrut anggota keluarga yang memang memiliki keahlian dan minat di bidang yang sesuai.

Misalnya ada sepupu yang lulusan IT. Jangan lantas kamu tempatkan untuk posisi sales. Tempatkan dia di divisi IT yang memang menangani urusan teknologi dan komputer di perusahaanmu.

Meskipun posisi sales penting dalam perusahaan, bukan berarti semua anggota keluargamu harus jadi sales. Belum tentu kan mereka semua berminat jualan? Yang ada nanti malah jualannya ogah-ogahan dan bisnismu pun bisa jadi mandek.

Biarkanlah anggota keluarga memilih posisi dan tanggung jawab yang ingin mereka emban. Dan setelah itu, baru mintalah mereka untuk memberikan kontribusi dan dedikasinya untuk bisnismu.

5. Mulai dari bawah

Sama halnya dengan jenjang karier, walaupun bisnis ini adalah bisnis keluarga, setiap anggota keluarga yang baru join ke perusahaanmu harus diberikan jabatan sesuai pengalaman kerjanya. Apabila dia baru lulus kuliah, jadikanlah ia staf, bukan supervisor atau manager.

bisnis keluarga bertahan lama
Ada baiknya anggota keluarga ngerasain jadi karyawan dulu baru deh habis itu jadi bos bisnis keluargamu (pegawai baru/Jobzella)

Mengapa demikian? Karena pengalaman kerjanya masih nol. Memberikannya jabatan tinggi justru akan jadi risiko bagimu. Dia belum tentu paham akan konsep leadership yang baik, jadwal kerja yang ideal, dan mengatur target bulanan.

Ada baiknya seluruh anggota keluarga yang terlibat di bisnismu adalah orang yang sudah pernah bekerja sebagai karyawan di perusahaan lain. Sehingga mereka paham akan apa yang mereka kerjakan untuk mendukungmu.

Pada intinya, bisnis bersama keluarga memang menyenangkan. Partner kerja kita dalam membangun usaha gak lain dan gak bukan adalah orang yang sudah kita kenal lama. Tingkat kepercayaan kita pun tinggi terhadap mereka.

Namun ketika ada konflik, hal itu justru bisa berdampak buruk pada kelangsungan bisnis jika tidak ditangani dengan baik. Drama-drama keluarga seharusnya juga tidak dibawa-bawa ke ranah bisnis karena hal itu bisa merusak produktivitas usahamu.

Oleh karena itu, tetaplah profesional dalam menjalani bisnis keluarga. Semoga sukses terus ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bisnis Bersama Pasangan Itu Seru, Nggak Percaya? Nih Buktinya]

[Baca: 5 Ide Bisnis Keluarga buat yang Mau Tampil Beda]

[Baca: Buka Usaha Bareng Keluarga Kayaknya Asyik Ya. Simak Dulu Tips Berbisnis Bareng Keluarga dan Kerabat]