Lagu Artis, Video Kreatif TV Hingga Pesta Diskon Marak Demi Tekan Golput Pemilu

Pesta demokrasi Pemilu di Indonesia tinggal hitungan jam, pada 17 April 2019. Masyarakat akan melakukan pencoblosan untuk Presiden dan Wakil Presiden, hingga Anggota Legislatif atau wakil rakyat di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dalam proses pemungutan suara saat Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, salah satu tahap yang dilalui adalah mencelupkan salah satu jari tangan kedalam wadah tinta ungu. Itu sebagai bukti bahwa telah menggunakan hak pilih pada Pemilu.

Akan tetapi, tingkat partisipasi masyarakat di Indonesia dalam menggunakan hak pilihnya tidak sampai 100 persen pada saat Pemilu.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2004 mencapai 84 persen, pada Pemilu 2009 mencapai 71 persen. Lalu 74 persen pada Pemilu 2014 lalu.

Gak pengen tingkat partisipasi pemilihan mengalami penurunan, ratusan pengusaha dengan brand-brand terkenal bersama pemerintah melaksanakan KlingkingFun.

KlingkingFun merupakan event pesta diskon dari berbagai brand pada saat hari pencoblosan. Dengan syarat menunjukkan jari kelingking yang telah dicelupkan tinta di TPS.

Berangkat dari Keresahan

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengatakan, adanya program ini disebabkan oleh kegelisahan akan tingginya angka Golput. 

Hal ini disebabkan oleh faktor tanggal Pemilu yang berdekatan dengan Hari Libur Nasional yang menyebabkan masyarakat lebih memilih liburan dan tidak memilih saat pemilu.

“Ini dimulai dari sebulan yang lalu, berangkat dari kegelisahan kami, dan waktunya juga merangsang untuk libur panjang. Ini sangat menggoda, dan sangat beresiko untuk tidak memilih,” kata Triawan di Jakarta.

Selain itu, adanya program diskon ini juga dilakukan sebagai bagian dari meningkatkan penggunaan atau pembelian produk dalam negeri.

“Kami ingin semua berpartisipasi (memilih) dan kami Bekraf selalu mengkampanyekan pasar dalam negeri yang kita harus terus dorong. Agar neraca perdagangan tidak timpang,” kata Triawan.

Menurutnya, dengan adanya program ini akan memberikan dampak bagi ekonomi dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

250 Brand Siap Berikan Diskon Hingga 50 Persen

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Ritel Indonesia (Aprindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, dunia usaha perlu melakukan aksi agar masyarakat turut aktif.

“Program ini bukan hanya di Jakarta tapi secara nasional. Tidak hanya offline tapi juga online. Bukan hanya lihat fisik jarinya, tapi online juga bisa mendapatkan diskonnya. Ini untuk mendukung partisipasi semua pihak dan menurunkan jumlah golput,” tegasnya.

Program ini melibatkan lebih dari 250 brand dan jaringan retail ternama, mulai dari toko online, fashion, makanan-minuman, sinema, dan banyak lainnya.

Beberapa brand ternama seperti Tokopedia, Bukalapak, Sogo, Seibu, Wacoal, Sushi Tei, Alfamart, CinemaXXI, ACE Hardware, Electronic City, turut andil dalam program ini.

Event ini menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 akan mencapai 80 persen dari total Daftar Pemilihan Tetap (DPT) yang mencapai 192 juta pemilih.

Lagu Artis dan Video Kreatif

Selain pesta diskon, para artis juga banyak yang membuat lagu untuk mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam pemilu. Contohnya Saykoji yang membuat lagu berjudul It’s a Dad Thing 1 dan 2 bersama anaknya Aaron.

Dalam lagunya tersebut Ia coba mengedukasi anaknya tentang pentingnya berdemokrasi, dan memberikan inspirasi positif bagi para pemilih untuk gak golput. Eka Gustiwana yang juga video maker terkenal membuat karya Ena-Ena, yang dimaksudkan untuk mencairkan ketegangan antara pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Pada video karyannya itu, dirinya menyebut kalau kedua pasangan merupakan putra terbaik bangsa yang harus didukung, tanpa kekerasan dan perpecahan. Gak hanya para artis, media televisi pun berlomba membuat video kreatif yang menginspirasi untuk mengajak pemirsanya aktif memilih.

Seperti apa yang dilakukan oleh Trans TV, Trans 7, Kompas TV, RCTI dan banyak lagi. Jadi jika semua orang bergembira dan semangat untuk memilih pemimpin masa depan negeri kita, kenapa kita nggak.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah