Kue Kekinian Artis Menjamur, Oleh-Oleh Lawas yang Rasanya Melegenda Tetap Diburu

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, banyak artis menggeluti bisnis kue kekinian. Lantas, gimana nasib pusat oleh-oleh lawas yang udah lebih dulu ada?

Jajanan lawas tersebut tetap laris manis tak tergerus oleh-oleh kekinian. Meski oleh-oleh kekinian tersebut dipasarkan para artis yang punya banyak fans, jajanan jadul ini gak pernah sepi peminat.

Malah, dari hari ke hari, popularitas kue jadul ini gak kalah sama yang zaman now. Untuk menarik minat konsumen, kue-kue lawas tersebut dikemas dan ditawarkan dengan nuansa modern yang tidak kalah dengan jajanan kekinian.

Penasaran apa aja jenis oleh-oleh yang gak asing dan rahasia mereka tetap sukses? Yuk, simak daftar berikut:

1. Bolu Meranti, Medan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bolu Meranti Medan (@bolumeranti_medan) on

Buat kamu orang Medan, pernah ke Medan, atau bahkan belum pernah, kemungkinan bakal tahu Bolu Meranti. Yap! Ini adalah satu pusat oleh-oleh paling legendaris di Kota Medan.

Oleh-oleh yang ditawarkan berupa bolu dengan beragam topping. Sebenarnya terlihat biasa. Apalagi sekarang makin banyak bolu kekinian yang hadir di kota tersebut. Namun, bolu merek Meranti tetap laris manis.

Pengunjung toko yang berada di Jalan Kruing tersebut rela antri untuk dapat berkardus-kardus bolu Meranti buat dibawa pulang. Pasalnya, bolu tersebut dikenal sangat lembut dan punya rasa yang khas banget. Gak tergantikan deh!

Penerus Ai Ling, sang pendiri Bolu Meranti mengungkapkan, mereka gak pernah beriklan. Namun, mereka mengedepankan kualitas rasa yang terus dipertahankan meski udah turun generasi.

Terbukti, bisnis toko kue bolu yang berdiri sejak 2000-an tersebut masih jaya sampai sekarang.

2. Roti Unyil Venus, Bogor

 

View this post on Instagram

 

A post shared by JOANNA (@roti.unyil.venus.bogor_rp2.200) on

Roti Unyil Venus adalah salah satu toko roti populer di Bogor. Dengan ukuran roti kecil gak sampai lima sentimeter, wangi roti Unyil sangat khas, dan gak memakai pengawet. Selain itu, pilihan rasa yang beragam membuat roti yang satu ini selalu bikin kangen.

Oleh-oleh dari Kota Hujan ini udah berdiri sejak tahun 1992. Pendirinya adalah Ny. Giok dan Hendra yang kini reseller-nya udah tersebar di beberapa titik.

Roti Unyil berpusat di Jalan Padjajaran Bogor. Mereka gak membangun toko cabang, melainkan menggunakan sistem reseller.

Meski ada banyak oleh-oleh kekinian, gak menyurutkan wisatawan di Kota Bogor untuk membeli Roti Unyil Venus.

3. Bolen Kartika Sari, Bandung

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KARTIKASARI BANDUNG (@kartikasaribandung_) on

Bandung kini punya banyak pusat oleh-oleh kekinian. Tapi, nama Kartika Sari tetap jadi salah satu juara di Kota Kembang tersebut.

Bolen pisang tersebut seolah menjelma jadi salah satu ciri khas Kota Bandung. Gak lengkap deh rasanya bila balik dari sana tanpa membawa penganan dari pusat oleh-oleh Kartika Sari. Pasalnya, pisang bolen punya rasa yang legit dengan beragam pilihan rasa.

Berada di beberapa titik di Bandung, Kartika Sari udah mulai diperkenalkan sejak tahun 1974. Kini, pusat oleh-oleh tersebut gak cuma jadi toko skala kecil, tapi juga didukung perusahaan sekelas Unilever.

4. Bakpia Patuk 75, Yogyakarta

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BAKPIA PATUK 75 (@bakpiapatuk75) on

Ada beberapa bakpia yang terkenal di Yogyakarta namun Bakpia Patuk 75 adalah salah satu gerai tertua. Bakpia jadi penganan ciri khas Kota Pelajar tersebut.

Sekadar diketahui, Bakpia Patuk 75 didirikan sejak tahun 1948, tepat tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Meski udah lawas banget, panganan yang satu ini masih aja laris manis di tengah-tengah banyaknya bakpia merek lain maupun oleh-oleh kekinian.

Kamu bisa temukan Bakpia Patuk 75 di beberapa titik di Yogyakarta. Mulai dari Jalan Magelang, Jalan AIP II KS Tubun, dan Jalan Hos Cokroaminoto.

5. Sambal Bu Rudy, Surabaya

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Sambal Bu Rudy Surabaya (@sambalburudysub) on

Hampir mirip dengan Bolu Meranti, oleh-oleh khas Surabaya ini baru berdiri sekitar tahun 2000-an. Namun, Sambal Bu Rudy sukses melegenda di Kota Pahlawan tersebut. Toko sekaligus restoran Bu Rudy gak pernah sepi pelanggan.

Meski terdapat beberapa oleh-oleh khas Surabaya di toko dan restoran Bu Rudy, produk yang paling sering dibeli adalah sambal kemasan.

Bermula dari hobi Bu Rudy alias Lany Siswadi memasak buat teman-temannya, bisnis sambal Bu Rudy dibentuk.

Karena masakannya yang enak, khususnya sambal udang, teman-temannya mendorong Bu Rudy menjual makanan tersebut. Siapa sangka, sambal Bu Rudy bakal jadi salah satu oleh-oleh ikonik Kota Surabaya.

Orang Indonesia emang suka sambal. Nah, Bu Rudy jeli menangkap kondisi tersebut. Gak salah deh kalau produk Bu Rudy laris manis!

6. Pie Susu Enaaak, Bali

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PIE SUSU ASLI ENAAAK OFFICIAL (@piesusuaslienaaakreal) on

Bali emang terkenal dengan pie susu. Namun, merek yang paling melegenda adalah Pie Susu Enaaak. Alasannya adalah pie tersebut punya rasa yang enak banget, gak berbau amis meski menggunakan telur.

Kondisi itu bermula dari modifikasi sang pendiri. Saat itu, dia sering membawa egg-tart untuk sang buah hati. Namun, anaknya kurang suka dengan bau telur yang menyengat dan kulit pie yang tebal. Nah, sang pendiri bernama Ibu Tantri membuat pie yang lebih tipis dan fla yang gak amis.

Dari situ ternyata pie tersebut diterima umum. Sekitar tahun 1989, Pie Susu Enaaak udah mulai berdiri dan tetap sukses sampai sekarang meskipun ada banyak pie lainnya serta bisnis kekinian yang kian menjamur. Kini, kamu bisa temukan beberapa cabang pie di Bali.

Nah, meski banyak “pendatang baru”, oleh-oleh lawas masih tetap berjaya. Selain bertahan, pusat oleh-oleh zaman old masih terus laris-manis dan jadi kebanggaan daerah tersebut.

Rahasianya? Mereka udah jadi pelopor terlebih dahulu. Kemudian, pemilik usaha tersebut terus-menerus mempertahankan kualitas rasa.