KTA Kolektif Bisa Jadi Pilihan Buat Kamu dan Rekan Kerja yang Butuh Dana

Pernah gak pas curhat ke kolega di kantor kalau lagi butuh pinjaman, eh, ternyata dia juga sama. Bukan sengaja bohong karena gak mau ngasih pinjaman, tapi memang betul butuh. Curhat ke teman lain, ternyata juga pada cari kredit tanpa agunan (KTA) semua.

Nah, bila beberapa rekan kerja butuh KTA, mungkin sebaiknya hubungi HRD. Eits, bukan mau datang berombongan pinjam uang ke perusahaan, melainkan meminta HRD menjembatani KTA kolektif.

Apa itu KTA kolektif? Produk KTA yang satu ini memang kurang begitu populer. Sebab, target pasarnya cukup spesifik, yakni nasabah berupa sejumlah karyawan dari suatu perusahaan.

KTA kolektif
Sama-sama butuh dana? Yuk sama-sama minjam kalau gitu (pinjaman/finance buddha)

KTA kolektif ini disediakan untuk beberapa karyawan dalam suatu perusahaan dengan difasilitasi HRD. Mekanismenya diawali dengan pengajuan permohonan karyawan yang ingin mengakses KTA dari satu bank.

HRD kemudian akan menembuskan permohonan itu ke bank terkait. Nantinya, bank yang akan menilai apakah akan mengabulkan permohonan ramai-ramai itu atau tidak.

Berarti di sini ada tiga pihak yang terlibat, yaitu karyawan, perusahaan, dan bank. Perusahaan bertanggung jawab kepada bank sebagai pihak yang memperantarai pinjaman.

Adapun karyawan selaku pihak yang menerima pinjaman bertanggung jawab kepada perusahaan dan bank. Karena itu, bila terjadi sesuatu dalam pembayaran cicilan, karyawan bisa kena dua masalah sekaligus, yakni dengan perusahaan dan bank.

Poin Plus KTA Kolektif

Secara umum, KTA kolektif lebih gampang cair ketimbang KTA yang diajukan individu. Sebab, ada perusahaan yang menjadi “penjamin”.

Dengan begitu, bank bakal lebih optimistis pinjaman akan dilunasi tepat waktu. Apalagi ada opsi pembayaran cicilan berupa potong gaji langsung.

KTA kolektif
Proses persetujuannya tergolong lebih mudah (mudah/life hacks)

Jadi, tiap bulan, gaji penerima pinjaman otomatis terpotong sesuai dengan perhitungan cicilan. Bank gak perlu khawatir peminjam akan mangkir.

Kelebihan lainnya adalah bunganya bisa lebih ringan ketimbang KTA individu. Mungkin selisihnya gak terlalu banyak, tapi tetap saja cicilan bakal lebih ringan.

Prosesnya pun mudah karena karyawan tinggal mengumpulkan data diri ke perusahaan. Nantinya HRD yang memberikan data itu ke bank.

Bisa Ditolak

Meski secara bisnis KTA kolektif ini berguna buat bank karena mendapat banyak nasabah sekaligus, bisa saja bank menolak. Penyebabnya mungkin ada beberapa karyawan pemohon yang punya riwayat kredit jelek.

Misalnya, masih punya tunggakan di bank lain. Entah itu tunggakan tagihan kartu kredit atau pinjaman lainnya.

Selain itu, bisa saja pihak HRD yang menolak memberikan fasilitas. Perusahaan punya hak menerima atau menolak permohonan karyawan dengan alasan tersendiri.

Misalnya beban kerja HRD sudah penuh, sehingga gak sanggup lagi jika ditambah dengan pengurusan KTA kolektif. Atau perusahaan khawatir ada karyawan yang kondisi finansialnya malah terganggu. Penyebabnya, mereka meminta KTA dalam jumlah besar hingga potongan gaji per bulan untuk cicilan pun besar.

KTA Kolektif
Meski gampang, tetap saja berpotensi ditolak (ditolak/power of positivity)

Memang, pihak bank yang berhak menilai kemampuan bayar nasabah. Namun perusahaan selaku perantara juga bisa memberikan pendapat. Misalnya gaji karyawan Rp 5 juta. Sedangkan cicilan KTA kolektif Rp 2 juta.

Berdasarkan rumus ideal cicilan per bulan sebesar 30 persen dari total penghasilan, angka angsuran di atas kurang sehat. Seharusnya cicilan hanya Rp 1,5 juta jika gaji Rp 5 juta. Dalam hal ini, perusahaan bisa langsung menolak permohonan karyawan tanpa meneruskannya ke pihak bank.

KTA Individu

Bila susah mengumpulkan orang atau gak disetujui HRD dan bank, KTA individu tetap bisa jadi solusi. Toh sekarang makin gampang akses KTA dengan syarat gampang.

KTA dari Standard Chartered dan DBS, misalnya. Keduanya bisa diakses secara online. Cukup berikan data via Internet tanpa perlu datang ke bank, permohonan pun akan diproses. Bila data lengkap, dalam hitungan hari kredit bisa cair.

KTA kolektif memang menarik dari segi proses permohonan dan pelunasan. Namun peluang mendapatkan KTA kolektif gak selalu ada, terutama bila hanya sedikit karyawan yang hendak mengajukan kredit.

Daripada menghabiskan waktu membujuk kolega ikut apply KTA, mending langsung coba KTA individu saja.

Kita bisa memanfaatkan Internet untuk membandingkan satu produk KTA dengan lainnya. Jangan lupa hitung kemampuan bayar untuk mendapatkan angka cicilan yang pas dengan kondisi keuangan.

CTA Kredit Tanpa Agunan

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kamu Boleh Ngajuin KTA Kalau…]

[Baca: KTA Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?]

[Baca: Mau Ambil KTA tapi Gak Punya Kartu Kredit, Bisa Gak Ya?]