Kredit Usaha Rakyat (KUR) Untuk Jadi Pengusaha

Makanya, golongan pengusaha ini bisa menggapai kehidupan yang ‘merdeka secara finansial’ dulunya adalah orang biasa-biasa saja. Kebanyakan adalah pengusaha mikro. Tapi dengan keuletan dan modalnya ditopang dari kredit usaha rakyat (KUR), perlahan tapi pasti usahanya makin membumbung.

 

Mereka ini yang membuat kagum banyak orang. Rhenald dengan lugas menceritakan kisah inspirasi mereka dalam bukunya itu. Buku tersebut berisi kisah-kisah inspiratif para pengusaha pilihannya. Sebut saja Sanim yang dulunya tukang becak tapi kini sudah menjadi jutawan dengan bisnis garamnya. Dia sukses melakoni bisnisnya dengan bantuan kredit usaha rakyat. Kini hidupnya supermakmur dengan belasan mobil dan seluruh anaknya bisa menempuh pendidikan sarjana.

 

Tentunya kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga. Banyak pengusaha yang menjadi makmur dan sukses dengan modal dari pinjaman kredit usaha rakyat. Ini juga menandakan sebaiknya jangan pandang sebelah mata kekuatan kredit usaha rakyat.

 

Pemerintah memang sedang jor-joran mengkampanyekan kredit ini. Hanya sebagian pihak menyebut skema kredit usaha rakyat masih mematok bunga yang relatif tinggi. Masalah ini diutarakan para pengusaha mikro yang baru saja merintis bisnisnya.

 

Lihat saja data secara nasional dari Deputi Bidang Pembiyaan Kementerian Koperasi dan UKM di mana total pelaku usaha mikro dalam klaster pertama dan kedua yang merupakan usaha mikro rentan pembiayaan mencapai 50,70 juta unit usaha.

 

Kredit Usaha Rakyat atau KUR

 

Sekitar 35,49 juta dunia usaha atau 70 persen masuk kategori usaha yang belum layak usaha dan belum bank. Alhasil, mereka ini berisiko tinggi dalam pengembalian modal. Sedangkan sisanya, 15,21 juta dunia usaha atau 30 persen telah layak usaha (feasible) namun belum bankable. Pendek kata, ada 50,70 juta unit usaha yang diklaim sulit mengakses kredit usaha rakyat.

 

Meski begitu, hal ini jangan menjadi hambatan. Selama keuletan dan kemauan bekerja keras, pintu kesuksesan tetap terbuka lebar. Pasti mau dong masuk golongan yang Rhenald Kasali sebut sebagai pengusaha.