Kredit Tanpa Agunan? Siapa Takut?

Brosur kredit tanpa agunan (KTA) sebuah bank pelat merah sudah di tangan. Amel sengaja minta brosur itu dari kakaknya sebagai modal diskusi dengan suami nanti malam. Dia ingin meyakinkan suaminya itu untuk mengambil KTA sebagai solusi biaya pendidikan anak semata wayangnya.

”Setelah harga BBM naik, praktis jatah duit bulanan habis semua untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, dulu masih bisa disisihkan sedikit-sedikit untuk biaya uang pangkal Farel masuk SD,” kata Amel saat bertamu ke rumah sang kakak.

Amel mengaku tak sampai hati melihat suaminya bekerja ekstra keras untuk menambal kekurangan biaya Farrel masuk sekolah. Sejak pemerintah naikkan BBM beberapa pekan lalu, suaminya lantas berinisiatif kerja sampingan demi tujuan itu. ”Cuma khawatir dia jatuh sakit saja. Tiap hari pulang malam terus. Makanya aku inisiatif mau ajukan KTA karena Farrel dua bulan lagi mesti masuk sekolah.” Amel berbagi cerita kepada kakak sulungnya itu.

kredit tanpa agunan
Biaya menyekolahkan anak itu besar, semua orangtua pun rela mati-matian cari duit buat hal ini (antar anak sekolah/Ndraweb)

Amel yakin pengajuan KTA-nya bakal diluluskan bank. Sedari awal dia sudah pelajari bila proses KTA itu terbilang mudah sepanjang semua persyaratan terpenuhi. Dia bakal berinisiatif menyiapkan semua persyaratan itu seperti slip gaji bulanan suami, NPWP, kartu keluarga, sampai salinan identitas diri.

Tapi, Amel khawatir suaminya tak setuju dengan keputusan. Selama ini, suaminya berusaha menghindar mengambil utang di bank karena dianggap momok yang menakutkan. Meskipun suami sudah paham KTA itu pinjaman yang bisa diajukan tanpa menyiapkan jaminan dan dilunasi secara dicicil. Cuma besaran bunganya itu yang bikin dia enggan mengambil tawaran KTA.

“Kamu kasih tahu saja sama suami kalau utang KTA itu tak perlu ditakutkan selama memahami aturan main dan disiplin dalam mengelola uang,” saran sang kakak. Lanjutnya, Amel juga bisa meyakinkan suami agar mengatur jatah bulanannya lebih efisien dengan menghilangkan beberapa pos pengeluaran yang tak perlu yang dialokasikan untuk cicilan KTA.

”Kamu juga jelaskan hal-hal yang sebaiknya dihindari selama ambil KTA agar tak sampai terkena jeratan utang.” Amel terus menyimak penjelasan kakaknya. Intinya perlu diingat aturan main ini selama mencicil KTA.

Ambil kredit baru

Sejak awal pasti paham KTA itu bunganya tinggi. Nah sebagian dari kita merasa perlu untuk melunasi utang sesegera mungkin agar tak terkena beban bunga. Tapi caranya dengan mengambil kredit lagi dengan jangka waktu lebih panjang yang pakai suku bunga efektif. Cara ini justru membuat masalah makin runyam karena sengaja ambil kredit jangka panjang untuk tutupi pinjaman jangka pendek dari KTA. ”Itu sama saja bayar bunga dobel-dobel,” ucap kakak.

Top up kredit

Amel diwanti-wanti agar tak tergiur tawaran top up yang ditawarkan pihak bank pemberi pinjaman. Bank menawarkan fasilitas itu karena nasabah punya reputasi bagus tak pernah lewat jatuh tempo dalam mencicilnya. Riwayat pembayaran utang yang baik inilah yang membuat bank kesemsem sama nasabah tipikal gini.

kredit tanpa agunan
Selalu bayar cicilan tepat waktu, ya wajar saja ditawarin top up kredit (uang tunai/Tribun)

Pengertian top up pinjaman ini adalah pinjaman baru yang diberikan nasabah dengan cara menutup pinjaman sebelumnya. Terus sisa dari nominal pinjaman baru akan diberikan kepada peminjam dengan perhitungan bunga dan jangka waktu yang berlaku saat pengajuan pinjaman baru tersebut. ”Cara ini memang menutup pinjaman yang lama tapi lupa itu sama saja buka pinjaman baru.”

Terlalu cepat lunasi utang

”Jangan ulangi kesalahan kakak ya.”

“Kesalahan apa, Kak?” Amel balas bertanya.

Kakak menjelaskan hindari miss management saat mengurus utang KTA. Misalnya saja melunasi utang KTA-nya dipercepat. Padahal masa utangnya masih lama. Baru jalan sepertiga jangka waktu pinjaman, sudah kebelet kepengen nutup.

”Diinget-inget deh kalau lunasi pinjaman KTA itu kena denda. Tergantung dari banknya mau kasih pinalti berapa tapi sih kasus aku kemaren kena 5%. Sudah begitu ada biaya administrasinya lagi pas niat ingin lunasin.”

kredit tanpa agunan
Niatnya mau cepet lunas cicilan biar gak beban, eh kena denda. Penyesalan tiada akhir deh (menyesal/Dying Well)

Obrolan sekitar sejaman itu cukup bantu Amel tahu lebih seluk-beluk berutang lewat mekanisme KTA. Bila tak bijak mengelola utang, khususnya KTA, bisa panjang kasusnya. Semoga pengetahuan Anda juga bertambah seputar KTA. Utang itu tak jelek, tapi pengelolaan yang buruk bisa membuat seseorang terperangkap utang!

Nah kalau belum pe-de dengan pengelolaan keuangan sendiri, KTA sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Bila ingin terhindar dari KTA, ada baiknya sejak dini sudah merencanakan biaya-biaya dan pengeluaran yang penting di masa yang akan datang. Dengan begitu, KTA bukan jadi satu-satunya solusi keuangan.

Mau tahu tips-tips keuangan lainnya? Pantau terus update dari DuitPintar.com, ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Apa yang Harus Dilakukan Jika Bank Menawarkan Top Up KTA?]

[Baca: Kalau Emang Berat Nyicil, Coba Ajukan KTA Tenor Panjang di 14 Bank Ini]

[Baca: Mengapa Kartu Kredit Penting Sebelum Mengajukan KTA? Ternyata Ini Jawabannya]