Kredit Mikro Bisa Jadi Instrumen Kemapanan Finansial

Pilihan mengajukan utang ke bank alias kredit alias pinjaman, bisa menjadi solusi dari minimnya modal dalam merintis bisnis usaha sendiri. Mengandalkan tabungan dengan cara menyisihkan pendapatan memang bisa dilakoni, tapi sifat bisnis itu terkait momentum. Sayang jika momentum berbisnis mesti tertunda gara-gara modal tak mencukupi.

 

Sebelum berutang, ada baiknya membangun pola pikir tentang pinjaman ke bank. Camkan utang atau kredit itu dapat dijadikan ‘pendongkrak’ bisnis. Bila dimanfaatkan dengan tepat, utang bisa menopang perkembangan usaha menjadi lebih baik lagi. Ibarat kata seperti menjala ikan. Makin besar jalanya, makin besar kemungkinan mendapat ikan lebih banyak.

 

Jauhkan pikiran utang dianggap sebagai beban. Memang muncul rasa tak rela di hati untuk mengangsur cicilan tiap bulan sementara cakupan bisnis masih bau kencur. Di sisi lain, ada rasa tak nyaman juga mengajukan utang lantaran prosesnya yang ribet dan berbelit-belit.

 

Itu sebenarnya asumsi yang kurang benar. Belakangan ini mengajukan pinjaman ke bank relatif mudah. Sekarang ini banyak tawaran kredit mikro untuk pengusaha yang lagi merintis usaha. Sudah banyak ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan tawaran tersebut untuk berbisnis sampingan. Mereka tak perlu susah payah bikin dokumen bisnis. Cukup mengandalkan surat keterangan kerja suami saja yang membuktikan punya pendapatan tetap.

 

Di samping itu, perlu juga menghimpun informasi seputar jenis-jenis kredit. Pertama, fasilitas kredit mikro dengan bunga lunak ini platfonnya di bawah Rp 50 juta. Sedangkan kredit kecil maksimum pinjaman Rp 500 juta. Lalu ada lagi kredit menengah dengan pengajuan sampai Rp 5 miliar.

 

Sebenarnya ada cara gampang merintis usaha tanpa harus khawatir terganjal persyaratan dari bank, yakni bisnis waralaba. Bisnis jenis ini paling praktis untuk mendapatkan pinjaman karena jenis usahanya tak dari nol lagi. Dengan membeli waralaba, artinya bisnis itu sudah jalan dan tinggal ikut sistem yang sudah ditetapkan.

 

Cuma kalau opsinya ingin benar-benar merintis usaha dari nol, tak ada salahnya memanfaatkan kredit tanpa agunan (KTA). Risikonya, jenis kredit ini masuk golongan konsumtif sehingga suku bunganya relatif tinggi. Di samping itu, perhatikan pula omset yang didapat dari bisnis bisa menutupi cicilan tiap bulan sampai jangka waktunya habis.