Kredit Kendaraan Bermotor? Pahami Dulu Aturan Ini Biar Gak Rugi!

Ketimbang beli motor secara tunai, banyak orang yang memilih kredit motor karena dianggap lebih meringankan.

Sayangnya, masih ada orang yang mengalami kesulitan mengambil kredit kendaraan bermotor karena belum mengetahui beberapa aturan yang diterapkan.

Pasalnya, baik bank atau leasing memiliki aturan masing-masing. Namun, bank memiliki bunga yang lebih rendah. Sedangkan kalau kredit motor dari leasing prosesnya lebih mudah karena syaratnya lebih longgar.

Akan tetapi, kredit motor bukan soal mudah atau gampang. Kita juga harus memahami terlebih dahulu aturan yang berlaku.

Apa saja aturannya? Yuk simak beberapa aturan kredit motor yang belum banyak diketahui orang, berikut ini:

1. Down Payment (DP)

Kredit Kendaraan Bermotor
DP Kredit Kendaraan Bermotor (kompas)

Dalam Surat Edaran BI No.15/40/DKMP tanggal 23 September 2013, Bank Indonesia mengatur bahwa syarat uang muka atau down payment (DP) kendaraan bermotor melalui bank minimal 25 persen dan 30 persen untuk kendaraan roda tiga atau lebih untuk tujuan non produktif.

Bisa juga 20 persen untuk kendaraan roda tiga atau lebih tapi untuk keperluan produktif.

Sedangkan, kalau DP lewat leasing minimal adalah 20 persen untuk kendaraan roda dua atau tiga dan 25 persen untuk kendaraan roda empat untuk nonproduktif.

Sementara 20 persen untuk DP kendaraan roda empat untuk tujuan produktif. Hal itu menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 43/PMK.010/2012.

Apa sih artinya nonproduktif dan produktif yang dimaksud?

Nonproduktif adalah kendaraan digunakan untuk kepentingan komersial seperti jual beli atau hanya dijadikan alat transportasi sehari-hari. Sedangkan produktif untuk kendaraan dinas atau angkutan umum.

2. Fidusia

Kredit Kendaraan Bermotor
Fidusia Kredit Kendaraan Bermotor (indepnews)

Apakah kamu sering melihat sekelompok orang di pinggir jalan yang membawa gadget sembari melihat plat nomor kendaraan?

Ya, mereka disebut debt collector atau sering dinamai oleh orang-orang sebagai mata elang.

Debt collector ini bertugas untuk menarik kendaraan yang menunggak cicilan hingga beberapa bulan dan tidak bisa dihubungi.

Nah, kamu bisa menghindari debt collector dengan fidusia lho. Apa sih fidusia itu?

Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999, fidusia merupakan proses pengalihan hak milik suatu benda dengan dasar kepercayaan tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan.

Umumnya, fidusia ini dimasukkan ke dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor karena kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia itu.

Tujuannya adalah agar kendaraan yang dikredit bisa bebas dari penarikan debt collector. Jadi, debt collector tidak bisa menarik kendaraanmu jika kamu telah membayar fidusia meski cicilanmu seret.

Sayangnya masih banyak leasing nakal yang gak mendaftarkan jaminan fidusia ke pihak berwenang yaitu kantor jamin fidusia.

Karena itu, saat kamu akan kredit kendaraan bermotor tanyakan kepada leasing perihal jaminan fidusia ini.

Jika memang pihak leasing tidak mendaftarkan, kamu bisa memberitahukan kalau leasing tersebut bisa dibekukan usahanya.

Hal itu tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani

Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan yang bermasalah dengan cicilan adalah kepolisian bukan debt collector.

Hal itu juga dijelaskan menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

3. Asuransi

Kredit Kendaraan Bermotor
Asuransi Kredit Kendaraan Bermotor (asuransijiwaku)

Saat kamu akan kredit kendaraan bermotor terutama kendaraan baru akan dilengkapi dengan asuransi.

Untuk asuransinya itu sendiri ada dua jenis yaitu All Risk dan Total Lost Only (TLO).

Asuransi All Risk bertujuan untuk melindungi pengguna kendaraan dari risiko hilang sampai lecet.

Sedangkan TLO melindungi pengguna dari risiko hilang saja. Biasanya leasing mendaftarkan kendaraan kredit ke asuransi jenis TLO.

Karena itu, biasanya kita harus membayar premi asuransi ketika kredit kendaraan bermotor. Walaupun mengeluarkan biaya lebih, tapi jelas asuransi ini memberi banyak manfaat.

Sebab, kita sebagai kreditur bisa mengajukan klaim asuransi jika terjadi kehilangan.

Namun setiap leasing dan asuransi memiliki aturan yang berbeda dalam memberikan syarat klaim. Karena itu, kamu harus memahami polis atau aturan pengajuan klaimnya terlebih dahulu seperti berikut ini:

  • STNK
  • Faktur pembelian
  • Kunci
  • Surat laporan kehilangan dari kepolisian
  • Surat blokir STNK dari kepolisian
  • Klaim tidak boleh melebihi 3 x 24 jam dari waktu kehilangan

Kini untuk kredit kendaraan bermotor memang lebih mudah dan DP-nya pun minim. Tapi kita tetap harus mengetahui hak dan kewajiban sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena itu, pentingnya kamu memahami aturan kredit kendaraan bermotor di atas. Gak mau kan kamu mengalami kerugian karena gak memahami aturan tentang kredit kendaraan yang diambil. Semoga membantu!