Kreatif Ciptakan Peluang Bisnis Melihat Kebutuhan atau Tren yang Lagi Happening

Atas nama kepedulian lingkungan, keluarlah kebijakan plastik berbayar. Kantong plastik yang jadi wadah barang belanjaan itu tak gratis lagi. Per bijinya dihargai Rp 200. Kalau merasa berat keluarin duit segitu, disarankan bawa wadah sendiri saat belanja.

 

[Baca: Kebijakan Kantong Plastik Berbayar sudah Berlaku Lho]

 

 

Terlepas pro dan kontra sama kebijakan satu ini, sebenarnya bila dipandang dari sudut lain justru membuat peluang usaha baru lho. Utamanya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Apalagi kalau bukan memproduksi tas atau keranjang belanjaan.

 

Peluang itu terbuka lebar. Utamanya adalah permintaan yang sudah pasti ada karena masyarakat butuh wadah belanjaan yang bisa dipakai berkali-kali. Tinggal bagaimana memproduksi tas atau keranjang belanjaan yang sudah pasti kokoh dan harganya terjangkau.

 

Sebenarnya sudah banyak kok pengusaha kecil yang merintis tas belanja. Mungkin usahanya dulu belum begitu meledak karena permintaan yang masih kecil. Beda sama sekarang di mana didukung sama kebijakan kantong plastik berbayar.

 

Berikut ini ide-ide bisnis tas belanjaan dengan modal yang tak terlalu besar.

 

1. Tas belanja dari limbah kain atau perca

Sebagian orang kain perca itu dianggap limbah. Padahal, di tangan orang kreatif, kain sisa itu bisa dikembangkan jadi produk bernilai tinggi. Sudah begitu, modalnya enggak banyak. Kan yang jadi bahan utama adalah kain perca yang sudah dianggap limbah sehingga bisa didapat cuma-cuma.

 

ciptakan peluang bisnis

Selain ramah lingkungan, tas perca juga unyu-unyu menggemaskan loh hehehe

 

 

Tinggal kelompokkan saja kain perca itu berdasarkan bahannya. Ada kain perca dari bahan jins, katun, sampai bermotif batik.

 

Soal menyulap kain perca jadi tas ini pasti menuntut kreativitas. Yang utama adalah desain. Tapi ini bisa diakali kok. Tinggal searching saja di Mbah Google. Banyak tuh desain-desain tas atau pola tas yang bisa ditiru. Tinggal dimodifikasi sedikit saja dengan hiasan atau aksesori sedikit biar beda.

 

Praktis, soal bahan baku dan bikin pola bukan hal yang sulit. Berikutnya adalah menjahitnya. Bila bisa menjahit dan kebetulan ada mesin jahit, mungkin bisa digarap sendiri. Bagaimana kalau tidak? Ya tinggal men-sub-kan ke orang yang bisa jahit.

 

[Baca: Tips Bangun Bisnis Rumahan buat Mommies]

 

 

Biayanya bisa dihitung berdasarkan tas yang berhasil dibuat. Katakanlah per biji tas ongkos jahitnya Rp 20 ribu. Meski begitu biaya ongkos jahitnya tak bisa dipukul rata karena tergantung dengan level kesulitannya. Makin sulit pola tas maka makin tinggi pula ongkos jahitnya.

 

Dari komponen biaya itu nantinya akan menentukan harga jualnya. Sebisa mungkin harga jualnya terjangkau dan di bawah Rp 100 ribu. Yang tak kalah penting, tas itu bisa digunakan berkali-kali dan tetap enak dipandang alias enggak malu-maluin.

 

Tak perlu pikirkan modal besar dulu. Karena sifatnya home industry, paling banter siapkan saja dana Rp 1 jutaan. Mungkin paling banyak dana dihabiskan untuk ongkos jahit karena kain perca biasanya bisa dibeli dengan hitungan kiloan sehingga lebih murah. Kalau dana tak mencukupi kan bisa lewat kredit.

 

ciptakan peluang bisnis

Punya duit Rp 1 juta bisa buat modal bro, daripada buat ajep-ajep cuma dapet sakit kepala! 

 

 

[Baca: Jenis Kredit UMKM yang Bisa Dilirik]

 

 

2. Tas dari daur ulang plastik

Sudah cukup banyak yang menekuni usaha tas daur ulang plastik ini. alasannya, bisnis ini cukup modal kecil lantaran bahan baku yang murah tapi hasil produksinya punya nilai jual tinggi di pasaran. Ada dua alasan kenapa produk ini banyak dilirik, yakni nilai seni dan nilai gunanya.

 

Bahan yang diperlukan pun tak sulit didapatkan. Pastinya limbah plastik yang sudah disortir terlebih dulu. Misalnya plastik kemasan minyak goreng yang lebih tebal. Bahan lainnya adalah benang, lem, kawat serta pewarna bila dibutuhkan.

 

Berikutnya adalah kreativitas untuk mengolah dan mengkreasikan produk bermanfaat, punya citra rasa tinggi, dan tentunya awet.

 

Sebagai langkah awal ada baiknya trial error dulu. Mungkin bisa mencontoh tas daur ulang plastik yang sudah ada dulu. Bila sudah mahir, baru memproduksinya sendiri. Harganya? Tak perlu mahal. Di pasaran rata-rata harga tas kantong daur ulang plastik mulai Rp 10 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung ukuran.

 

Mudah kan menjajal peruntungan di bisnis tas daur ulang untuk menjawab permintaan tas belanjaan? Sebuah kebijakan ternyata bisa menciptakan peluang baru. Contohnya ya itu tadi, kebijakan kantong plastik berbayar. Daripada terus-terusan beli mending punya satu tas berukuran besar yang bisa dipakai berkali-kali.

 

ciptakan peluang bisnis

Emak-emak emang paling seneng di supermarket, tapi angan sampai gak inget pulang ya mak hehehe

 

 

Kemudian, bisnis tas daur ulang ini bisa pula ditekuni dengan prinsip iseng-iseng berhadiah. Ya siapa tahu yang awalnya sekadar iseng tapi nilai omsetnya sebanding mobil Ferrari. Ya siapa tahu? Intinya jangan ragu untuk ciptakan peluang bisnis ya. 

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.itikbalihandmade.com/wp-content/uploads/2014/09/tas1.jpg
  • http://www.komobox.com/peluang-bisnis/wp-content/uploads/2015/07/uang-satu-juta-rupiah-pecahan-lima-puluh-ribu-620×330.jpg
  • http://bogorwatch.com/wp-content/uploads/2016/01/Bogor-Watch-Masyarakat-Bogor-Dukung-Kebijakan-Kantong-Plastik-Berbayar.jpg