Kini Cantik dan Tenar, Penyanyi Korea Ini Dulu Miskin karena Utang Lho

Kesuksesan bisa datang dari mana saja. Ada yang terlahir dari keluarga sukses, ada pula yang mesti mengalami kemiskinan sebelum bisa mengecap manisnya kesuksesan. Salah satu contohnya adalah penyanyi cantik IU.

Idol Korea nan sukses ini ternyata pernah hidup miskin akibat utang. Tapi bukan utang dirinya, melainkan utang keluarganya.

Penyanyi Korea Selatan bernama asli Lee Ji-eun ini punya kisah hidup yang layak dijadikan pelajaran untuk meraih kesuksesan. Ketika masih SD, IU dan keluarganya hidup terlunta-lunta akibat guncangan finansial.

Bahkan ia harus hidup terpisah dari orang tuanya bersama kakaknya. Ia dan sang kakak mesti tinggal bersama nenek dan sepupunya.

Pada masa itu, IU dan kakaknya mendapat perlakuan tak enak dari sang sepupu. Mereka kerap diolok-olok dan bahkan diharapkan pergi dari rumah karena dianggap sebagai beban.

Untungnya sang nenek bisa dijadikan pegangan untuk melanjutkan pendidikan. Hingga akhirnya penyanyi cantik ini pun memutuskan mengejar karier di bidang tarik suara pada usia SMP.

Ambisi untuk Sukses

추카추 💑

A post shared by 이지금 (@dlwlrma) on

Tak ada yang salah dengan ambisi. Justru orang yang punya ambisi itu memiliki gairah hidup lebih tinggi.

Seperti yang dialami IU. Saat masih SMP, dia sudah pontang-panting menjalani audisi demi audisi untuk meraih ambisinya menjadi penyanyi sukses.

Kegagalan demi kegagalan tak membuatnya putus asa. Pernah suatu kali dia mengikuti 20 audisi, tapi semuanya gagal.

Bahkan IU pernah jadi korban penipuan! Inilah yang berbahaya. Ambisi mesti diikuti dengan mawas diri.

Boleh mengejar ambisi tanpa kenal lelah. Tapi harus berhati-hati dan teliti agar tidak salah langkah. Faktanya, ambisi bisa bikin menutup mata dan hati orang.

Dalam kasus tertentu, mereka yang berambisi mudah kena tipu. Dalam kasus lain, orang-orang tersebut rela melakukan apa saja, termasuk yang ilegal, untuk mewujudkan ambisi. Inilah yang mesti dihindari.

Kesuksesan yang Tertunda

#ceci 홍콩

A post shared by 이지금 (@dlwlrma) on

 

Berkat kegigihannya, IU akhirnya berhasil mendarat di sebuah perusahaan hiburan sebagai artis pendatang baru. Awalnya dia berpikir harus menjalani pelatihan selama tiga-empat tahun sebelum akhirnya diorbitkan dalam girlband.

Tapi ternyata ia hanya butuh 10 bulan pelatihan. Dan ia naik panggung sebagai penyanyi solo, prestasi yang patut dibanggakan.

Selama masa pelatihan, dia banyak menghabiskan waktu di studio rekaman. Hal inilah yang membuat pendidikannya terhambat.

Namun di sisi lain penyanyi cantik ini merasa senang. Bahkan dia mengaku lebih suka tinggal di studio ketimbang di rumah lantaran bisa makan apa pun semaunya secara gratis dan punya tempat nyaman untuk tidur.

Meski begitu, album debutnya tak seperti yang diharapkan. Single perdananya banyak mendapat kritik dan cemoohan.

Namun IU tetap berlatih dan bisa menelurkan album kedua. Tapi album ini pun tak begitu sukses secara komersial, meski ia menyabet penghargaan sebagai penyanyi pendatang baru.

IU pernah mengungkapkan, kegagalan itu justru ia syukuri karena membuatnya lebih menghargai kerja keras kru yang membawanya. Tanpa kegagalan, dia pasti terlena oleh kesuksesan yang datang lebih cepat.

Kegagalan demi kegagalan itu menjadi anak tangga kesuksesan yang tertunda. Sebab, lewat album selanjutnya, IU sukses jadi bintang di pangungg Korea, dan bahkan dunia.

Sukses Jadi Bintang

IU baru bisa merasakan buah upaya kerasnya melalui album ketiga. Proses yang bisa dikatakan sangat tidak instan. Hidupnya pun perlahan berubah dari dilingkupi kemiskinan menjadi dipenuhi harta kekayaan.

Selain tenar sebagai penyanyi cantik dan imut, IU punya karier cemerlang sebagai aktris. Sederet film ia bintangi. Ia pun menjadi penulis lagu, tak sekadar berjoget dan bernyanyi di atas pentas.

Sepanjang kariernya, IU berhasil dinominasikan untuk lebih dari 100 penghargaan. Adapun penghargaan yang bisa ia raih berjumlah puluhan, di antaranya empat trofi Korea Music Awards dan Best New Actress.

Pada titik inilah IU bisa menikmati kesuksesan yang ia damba-dambakan. Mengingat kehidupannya dulu yang amat miskin, IU tak lantas terlena dan tenggelam dalam gaya hidup boros.

Ia justru bisa bijak menyikapi keberhasilan finansial itu. Dari banyaknya penghasilan yang ia dapatkan, IU menyumbangkan sejumlah dana kepada sederet organisasi dan gerakan.

Dia terutama menaruh perhatian pada gerakan yang mengadvokasi anak-anak. Mungkin ia terinspirasi dari kehidupan masa kecilnya yang jauh dari bahagia.

Istilah masa kecil tak bahagia bisa disematkan kepadanya. Karena itu, ia tak mau anak-anak lain mengikuti jejak yang ia tinggalkan.

Perjalanan hidup IU yang sukses keluar dari kubangan utang dan kemiskinan bisa menjadi inspirasi buat banyak orang, termasuk kita. Meski pernah gagal, ia tetap berusaha.

Bila memutuskan mundur, mungkin ia tak pernah bisa merasakan kesuksesan seperti sekarang. Demikian juga kita, yang harus terus melanjutkan upaya sukses meski banyak rintangan menghadang.