Ketika Teman Jadi Atasan, Jangan Jadi Gak Profesional Dong!

Pernah ketemu kasus ketika teman jadi atasan gak? Oh nooo, yaelah gak usah segitunya juga kelessss. Gak harus resign atau jadi aneh kok.

Hal-hal kayak gini udah banyak terjadi loh. Emang kenapa sih kalau yang tadinya rekan kerja lalu berubah status jabatan jadi atasan kamu? Kalau memang dia berhak dan kompeten kita gak boleh iri dong.

Bukankah sebagai teman yang baik harusnya ikut senang melihat temannya sukses. Hal yang sama juga bisa terjadi sama kamu kok. Jadi, jangan terlalu dibawa lebay apalagi galau ya.

Pastinya akan ada banyak hal yang berubah dari hubungan kalian ke depannya. Hubungan pertemanan kalian mungkin gak akan sama seperti sewaktu dia bekum jadi atasan kamu ya, khususnya saat berada di lingkungan kerja.

Emang kenapa gitu bro? Jadi gini loh mbaksis, masbro. Dalam dunia kerja tuh ada peraturan alias etika kerja. Sedekat apapun hubungan kalian, saat menyangkut profesionalisme kerja ya harus ada batasan.  

[Baca: Menghilangkan Kebiasaan Terlambat Ternyata Bisa Bikin Karir dan Keuangan Membaik, Gak Percaya?]

Nih, hal-hal yang harus kamu lakukan saat teman berubah jabatan jadi atasan atau bos kamu:

Ketika Teman Jadi Atasan
Siapa tahu kamu bisa jadi tim paling kompak, ya kaannn?

1. Tetap Profesional

Jangan lupa, walau kalian teman dekat tapi pada saat kalian berada di kantor ya tetap harus bisa menjaga hubungan seprofesional mungkin layaknya seorang atasan dan bawahan. Apa yang menjadi hak dan kewajiban kamu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Jangan pernah takut meminta apa yang menjadi hak kamu dan jangan juga meremehkan pekerjaan. Jadi jangan karena kamu merasa teman kamu yang sudah menjadi atasan akan memahami kelalaian kamu dalam menyelesaikan pekerjaan. Kamu gak bisa tuh ngeremehin dan mikir bisa ulur-ulur deadline kerjaan.

2. Memberi Dukungan Positif

Sebagai seorang teman yang baik singkirkan rasa iri dan rasa negatif lain saat teman kamu naik jabatan menjadi atasan. Sebaliknya, beri dia dukungan kamu dengan selalu siap memberi ide atau menyelesaikan semua kewajiban pekerjaan dengan sebaik mungkin.

Bantu teman kamu agar bisa mempertanggungjawabkan apa yang menjadi bagiannya di kantor kepada atasan yang lebih tinggi lagi. Bersikap kooperatif deh dengannya. Ingat, walau dia atasan, tetap saja statusnya karyawan yang bekerja untuk sang empunya perusahaan. Sama seperti kamu.

[Baca: Punya Karir Tidak Berkembang Jangan Buru-Buru Resign, Refleksi Diri Dengan Cara Ini]

3. Beri Kesempatan Berkarya

Oke, rasa baper pasti ada. Mungkin ada terbersit sedikit rasa iri saat melihat teman yang seusia atau malah mungkin lebih muda sudah bisa naik ke posisi yang lebih baik di atas kamu. Atau bahkan menjadi atasan kamu langsung. Hayooo jujur deh sama perasaan kamu sendiri.

Sebenarnya wajar kok kalau ada rasa seperti itu. Tapi, jangan biarkan rasa itu mendominasi perasaan kamu seterusnya dan keseluruhan ya. Lalu kamu mempertanyakan bahkan meragukan kompetensi temanmu menjadi seorang atasan.

Ketika Teman Jadi Atasan 2
Hussshhh jangan suka bergunjing, gak baik buat lingkungan kerja

Beri kesempatan dulu deh untuk temanmu yang kini menjadi atasan untuk menunjukkan kemampuannya. Jangan baru mau mulai sudah disindir, gak disupport karena termakan rasa iri atau bahkan dijegal. Jangan terlalu cepat menghakimi sebelum melihat kerja nyatanya ya.

4. Mendengarkan

Katakanlah kalian punya hubungan pertemanan yang akrab bahkan udah kayak kakak adik. Tapi, saat berada di lingkungan kantor dan urusan kerjaan, kamu wajib untuk serius dan profesional. Terutama saat si atasan yang teman kamu itu sedang memberi wejangan, input atau instruksi pekerjaan ya kamu harus mendengarkan dengan baik.

Segala sesuatu yang baik itu dimulai dari mendengarkan, bukan hanya mendengarkan yang masuk kuping kanan lalu keluar kuping kanan. Mendengarkan yang artinya mencoba memahami apa yang sedang diutarakan dengan baik. Jangan ragu bertanya sekiranya ada yang janggal.

Sama halnya, ketika kamu melakukan kesalahan dalam pekerjaan. Jika atasan yang notabene adalah temanmu marah atau kecewa, ya kamu harus siap menerima. Jangan kelewat baper lalu berpikir itu karena sentimen pribadinya.

[Baca: Pilih Kerja Sesuai Passion tapi Duit Mepet atau Karir Lainnya tapi Cepet Bisa Hidup Mandiri?]

5. Jujur

Sudah bukan rahasia lagi kalau kejujuran adalah kunci segalanya, namun kejujuran juga merupakan sesuatu yang langka. Apalagi di dunia persaingan kerja dan bisnis.

Saat teman kamu si atasan melakukan kesalahan, kamu harus berani menunjukkan di mana kesalahannya. Tentu saja harus dengan cara yang baik dan waktu yang tepat. Jangan hanya diam, menerima tapi membuat kesalahan itu jadi bahan pergunjingan. Duh, gak baik tuh bro.

Sebaliknya, saat kamu melakukan kesalahan yang segera kamu sadari, ada baiknya mengaku. Jangan merasa gengsi, takut atau ragu kalau memang yang kamu katakan demi kebaikan perusahaan. Dengan saling jujur, kamu dan atasan toh bakalan bisa membuat performance kerja jadi lebih baik lagi.

Ketika Teman Jadi Atasan
Saling mendengarkan, saling mendukung, semua pasti bakal positif

Teori memang selalu lebih mudah dibandingkan dengan praktek dan realitanya ya. Tapi, paling gak harus berusaha melakukan yang terbaik dong. Gak sedikit sih yang nyatanya memilih pindah perusahaan karena temannya naik jabatan menjadi atasannya buat menghindari konflik.

Sekarang dikembalikan lagi deh ke pribadi kita masing-masing. Bukankah dengan rekan kerja yang naik jabatan bisa mencambuk kita lebih termotivasi ya. Dia bisa, kenapa kita gak? Nah, tunjukkan dengan hal-hal yang positif supaya kamu juga bisa meraih pencapaian karir terbaikmu.  

 

Image credit:

  • http://media.suara.com/thumbnail/api/images/2016/05/30/o_1ajvh4gcb1vq814f0mg49gk628a.jpg?s=653×366&watermark=true
  • http://www.gaulgelaa.com/wp-content/uploads/2013/08/Apa-Yang-Harus-Dilakukan-Ketika-Teman-Akrab-Tiba-tiba-Menjadi-Atasan-2.jpg