Ketika Rekan Kerja Gajinya Lebih Besar, Apa yang Harus Dilakukan?

Gak ada yang lebih bikin gondok di tempat kerja daripada tahu bahwa rekan kerja gajinya lebih besar. Apalagi bila ternyata si kolega gak bagus-bagus amat kinerjanya.

Wong satu level, beban kerja sama, kok bisa gajinya lebih besar? Apa yang salah?

Saat menghadapi situasi seperti ini, tenang. Jangan emosi dulu. Emosi hanya akan merugikan diri sendiri. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pertama-tama, pastikan memang betul rekan kerja gajinya lebih besar. Kan gak lucu udah marah-marah, eh, ternyata kabar soal gaji itu hoax belaka. Tentunya itu bukan hoax yang membangun dong.

Bila sudah dapet konfirmasi bahwa gaji si dia lebih besar, barulah bertindak. Berikut ini apa yang harus dilakukan ketika rekan kerja gajinya lebih besar:

1. Minta naik gaji

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah minta naik gaji ke atasan langsung. Tapi jangan membawa info gaji rekan kerja lebih besar sebagai alasan utama meminta kenaikan gaji. Bisa jadi kamu dituding jealous alias cemburu semata.

rekan kerja
Bawalah bunga dan senyuman saat minta naik gaji, bukan umpatan dan serangan (pinterest)

Sebelum maju, bikin dulu daftar prestasimu. Misalnya selalu melebihi target atau mampu mendatangkan klien besar buat perusahaan. Bila ada e-mail atau WhatsApp atau apa pun yang menunjukkan bukti kepuasan klien, rekan kerja, atau atasan, siapkan juga.

Setelah itu, barulah datangi bos untuk minta naik gaji. Sebaiknya bicarakan soal kenaikan gaji ini menjelang usainya jam kerja. Kalau pagi hari, bisa-bisa merusak suasana kerja hingga sore hari kalau ternyata bos gak setuju dan justru tersinggung.

[Baca: Tips Sukses untuk Wanita Karier Biar Kaya Sebelum Usia 40 Tahun]

2. Ngomong ke HRD

Pilihan lainnya adalah ngomong ke HRD atau bagian sumber daya manusia perusahaan. Ini terutama bila perbedaan gaji yang kamu terima terindikasi disebabkan oleh diskriminasi, misalnya perbedaan gender.

Bukan mustahil jenis kelamin menghalangimu meraih gaji lebih besar, terutama bila kamu perempuan. Ini memang kenyataan yang menyedihkan.

Menurut survei Badan Pusat Statistik, rata-rata gaji buruh wanita lebih rendah daripada pria. Buruh di sini termasuk karyawan kantoran lho. Di mana-mana, yang masih nerima gaji itu disebut buruh.

Tanyakan secara baik-baik perihal perbedaan gaji itu. Bila ternyata benar ada perbedaan berdasarkan gender atau hal lain yang gak relevan dengan pekerjaan, saatnya membuat aksi. Antara lain dengan melaporkannya ke serikat pekerja. Jangan nyinyir ke serikat pekerja, karena mereka ada untuk masalah-masalah seperti itu.

3. Cari pekerjaan baru

rekan kerja
Untuk keputusan yang satu ini, mesti benar-benar dipikirkan dengan matang ya (apriori.ba)

Kalau ternyata bos gak mau naikin gaji dengan alasan apa pun, sementara HRD pun keukeuh dengan kebijakannya soal gaji, mungkin jalan satu-satunya adalah cari pekerjaan baru. Daripada gak bisa kerja maksimal karena merasa diperlakukan tidak adil, ya to?

Bila kamu memutuskan tetap bekerja di sana, yang ada malah makan ati terus. Lebih baik memaksimalkan potensi diri di tempat lain yang lebih menghargai kinerja kita.

Saat hendak resign, kemukakan persoalan gaji ini ke HRD sebagai alasan utama. Pengungkapan itu akan membuat hati terasa lega. Siapa tahu HRD jadi berubah sikap.

Bila tidak, paling gak kita sudah membuat contoh tegas buat rekan kerja lain yang juga lebih kecil gajinya karena alasan yang gak masuk akal. Ngapain berlama-lama di tempat kerja yang gak menghargai itu.

[Baca: Pindah Kerja dan Menekuni Bidang Baru, Kenapa Gak? Asalkan…]

4. Gak berbuat apa pun

Langkah ini khusus diperuntukkan bagi kamu yang gak yakin betul rekan kerja gajinya lebih besar. Bukti adalah yang utama.

Bila asal minta naik gaji, apalagi dengan cara maksa, bukan mustahil malah kamu dipecat karena dinilai gak etis. Cara yang paling aman tentunya tetap bekerja sambil menjaga pikiran positif.

rekan kerja
Tetaplah bekerja dengan keras, daripada main klaim dengan risiko dipecat (makeameme.org)

Toh, jika bekerja dengan baik, bisa jadi kelak kamu melebihi level si rekan kerja yang gajinya kamu sangka lebih besar itu. Kalau sudah naik level tapi gajinya tetap kalah, berarti memang ada yang salah dengan manajemen.

Gaji adalah ukuran kemampuan atau kinerja seseorang dalam perusahaan. Namun banyak faktor yang berpengaruh, dari pengalaman sampai kebijakan pemerintah.

Satu hal yang pasti, gaji haruslah sesuai dengan aturan upah minimum. Kalau gajimu di bawah upah minimum, ditambah rekan kerja gajinya lebih tinggi, laporkan perusahaan itu ke dinas tenaga kerja karena menyalahi aturan.

[Baca: UMP 2018 Naik 8,71 Persen, Siap-Siap Atur Gajimu Kayak Gini]