Ketika Pasangan Ingin Kuliah Lagi, Apa Saja yang Harus Dipikirkan?

Pendidikan adalah hak kita semua. Tapi bagaimana jika pasangan ingin kuliah lagi?

Menempuh pendidikan ketika sudah berkeluarga bisa mendatangkan malapetaka. Namun hal ini bisa dihindari, asal tahu caranya.

Apalagi jika kuliah itu bertujuan meningkatkan nilai diri sebagai pekerja. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa biasanya pekerja lulusan sarjana, apalagi magister, lebih tinggi gajinya.

Namun pastinya kebutuhan hidup kita ketika berkeluarga berbeda dengan saat lajang. Apalagi saat usia sekolah, ketika orangtua masih rutin menyuntikkan dana bantuan tiap bulan atau tiap pekan.

Makanya, ketika pasangan ingin kuliah lagi, kudu dipikirkan baik-baik keputusan yang akan diambil. Sebab, keputusan itu akan mempengaruhi kondisi finansial keluarga.

Berikut ini beberapa poin yang mesti dipikirkan saat pasangan berniat melanjutkan kuliah.

1. Cek kesiapan keuangan

pasangan ingin kuliah lagi
Jangan pernah lupa untuk memeriksa yang ini ya. Ini paling penting deh pokoknya (keuangan/pendidikan ekonomi)

Ada 2 kemungkinan ketika pasangan hendak kuliah lagi. Pertama, ada program beasiswa entah dari universitas atau tempat kerjanya. Kedua, biaya kuliah ditanggung sendiri.

Bila yang terjadi adalah yang pertama, keuangan mungkin bisa lebih terjaga. Adanya beasiswa jelas sangat membantu beban biaya kuliah. Meski begitu, harus dilihat dulu apakah beasiswa itu bersifat penuh atau sebagian.

Umumnya, beasiswa hanya mencakup ongkos kuliah. Bila kuliah di luar kota atau luar negeri, ada biaya hidup yang mesti ditanggung sendiri. Ini yang mesti dipikirkan.

Sedangkan jika biaya kuliah full ditanggung sendiri, perlu upaya ekstra untuk memastikan kesiapan keuangan. Pasti bakal ada penyesuaian dalam rencana keuangan.

Misalnya, pos pengeluaran bertambah untuk biaya semester hingga perlengkapan kuliah. Itu artinya ada pos lainnya yang mesti diutak-atik agar gak mengganggu aliran dana keluar-masuk alias cash flow.

Pertimbangkan pula angsuran bila ada. Jangan sampai empot-empotan bayar cicilan dan masih harus menanggung ongkos kuliah yang tak murah.

2. Ada yang perlu dikorbankan

Menyambung poin pertama, ada pos pengeluaran yang mesti dikorbankan bila pasangan ingin kuliah lagi. Contohnya dana rekreasi dipotong sekian persen. Alokasi tabungan juga dicaplok.

pasangan ingin kuliah lagi
pendidikan tidak mengenal usia pasti ada jalan (keluarga/Sumut Pos)

Dengan demikian, harus siap menerima risiko gak liburan ke luar kota dalam setahun, misalnya. Atau rencana investasi sedikit terganggu akibat pengeluaran kuliah.

Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu. Sebagai contoh, liburan gak harus ke luar kota asal tetap seru. Bisa dicoba dengan merancang aktivitas outdoor murah meriah bareng keluarga di dalam kota.

3. Quality time berkurang

Risiko lain yang lepas dari urusan finansial adalah waktu bareng keluarga jadi berkurang. Quality time dipandang sangat penting buat keluarga, apalagi yang tinggal di Jakarta dan kota besar lainnya.

pasangan ingin kuliah lagi
momen kayak gini bakal jarang-jarang kamu lakukan ketika semua sedang sibuk (bersama pasangan dan anak/austin kayak)

Sudah waktunya habis dalam perjalanan kerja, masih harus kuliah 1-2 jam tiap hari. Pertimbangkan baik-baik waktu ini agar gak mengganggu keharmonisan keluarga.

Masing-masing harus memahami kondisi ketika ada salah satu pasangan ingin kuliah lagi. Bila sudah punya anak, harus diberi tahu bahwa keputusan pasangan kuliah lagi juga demi keluarga.

4. Atur ulang peran dalam keluarga

Dalam keluarga, umumnya sudah dibagi peran masing-masing pasangan. Misalnya ayah antar-jemput anak dan ibu memasak, atau sebaliknya.

Saat ada salah satu yang kuliah, berarti ada waktu yang tersita untuk aktivitas di kampus. Jika sebelumnya ayah antar-jemput anak, mungkin kini hanya mengantar, lalu anak pulang sendiri naik angkutan umum.

pasangan ingin kuliah lagi
mungkin begini jadinya ketika istrimu sedang sibuk kuliah dan kamu jadi bapak rumah tangga (bapak rumah tangga/okezone)

Atau anak diikutkan angkutan antar-jemput sekolah. Harus dicari solusi terbaik untuk keluarga, termasuk merancang bujet jika ada dana tambahan yang mesti dikeluarkan dalam peran baru itu.

Bisa dibilang jarang ada orang yang ingin kuliah lagi ketika sudah berkeluarga. Poin-poin di atas yang sering jadi bahan pertimbangan.

Meski demikian, gak ada salahnya kuliah lagi meski sudah menikah, bahkan ketika punya buntut atau anak. Terlebih bila kuliah lagi untuk kepentingan karier ke depan.

Yang penting, keputusan itu diambil melalui dialog terbuka dengan pasangan. Selain itu, mesti dibicarakan konsekuensi yang bakal dihadapi keluarga plus solusinya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kalau Sudah Lakukan 5 Hal Ini, Artinya Kamu Sudah Merencanakan Keuangan]

[Baca: Belum Sempat Kuliah? Jangan Kecil Hati, Kamu Juga Bisa Sukses Dalam Usaha dan Karier Kok]

[Baca: Yakin Siap Kerja Sambil Kuliah? Pikirin Dulu Hal-hal Ini]

[Baca: Berniat Kuliah S-2, Pikir-pikir Lagi Deh]