Kesalahan Mengatur Penghasilan Bulanan Bisa Bikin Hidup Gak Lebih Sejahtera? Simak Ini Dulu Deh!

Artikel Ini adalah Hasil Kerjasama DuitPintar.com dan Mitra Perencana Keuangan

Kami,Finansialku.com

logo finansialku

 

Gaji sudah naik, tapi kok gak bikin hidup lebih sejahtera?

Kamu mungkin merasa bingung dan bertanya, kenapa hidup gak terasa lebih sejahtera walau gaji sudah naik. Pengeluaran malah semakin besar dan utang kartu kredit gak lunas juga. Seakan belum cukup, eh ditawari kredit tanpa agunan pulak! Lalu gimana dengan cicilan lain yang masih berjalan? Inti masalahnya apa sih?

 

Nah, fenomena ini adalah saat di mana lifestyle seseorang akan meningkat seiring dengan kenaikan penghasilan. Saat baru memulai karir, yang namanya makan pasti dihemat, gak ada tuh istilah makan di restoran mewah.

 

Seiring waktu, peningkatan karir dari yang tadinya hanya staf biasa menjadi manajer misalnya, pasti bakal mempengaruhi kebiasaan. Makan di restoran mewah dan nongkrong bareng rekan bisnis jadi gaya hidup baru. Apakah permasalahannya terletak pada kenaikan gaji? Ya bukan dong! Cara mengelola keuangannya lah yang salah.

 

Dua kesalahan besar yang bikin hidup jadi gak lebih sejahtera walau gaji sudah naik:

 

1. Kesalahan mengatur penghasilan bulanan

Perhatikan deh, kesalahan dalam mengatur penghasilan bulanan biasanya karena gak bisa membuat prioritas urutan kebutuhan yang baik dan gak ada catatan pengeluaran.

 

Kebiasaan yang dilakukan sebagian besar orang adalah, gaji, bonus dan tunjangan yang diterima langsung digunakan untuk berbelanja ini itu dan bayar utang. Menabung, donasi serta investasi diletakkan di prioritas terakhir.

 

Kebiasaan hidup yang seperti itu bakal bikin orang bergantung pada gaji, tunjangan dan bonus semata. Gimana mau sejahtera dengan siklus hidup yang seperti itu? Gimana kalau suatu saat terjadi pemecatan, pensiun dini atau kecelakaan kerja yang menyebabkan seseorang gak mampu kerja lagi?

 

Solusi yang paling pas adalah, mulai deh catat setiap pengeluaran dan ubah prioritas urutan pengeluaran. Coba perhatikan grafik di bawah ini:

 

mengatur penghasilan bulanan

 

 

 

Sebaiknya, saat menerima penghasilan yang sudah dipotong pajak dan iuran jaminan kesehatan, langsung donasikan sebagian. Setelah itu, baru alokasikan penghasilan untuk tabungan dan investasi.

 

Gak jadi masalah kok, walau investasi dengan nilai yang kecil selama kita bisa konsisten. Suatu saat nanti investasi tersebut bakal mendatangkan penghasilan tambahan loh! Layaknya sebuah pohon yang dirawat dari kecil hingga menghasilkan buah yang manis.

 

Nah, sisa uang yang ada baru dapat digunakan untuk belanja dan memenuhi kebutuhan lainnya. Usahakan untuk meminimalisir utang, seperti utang kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA). Terlebih lagi jika fasilitas tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang gak penting.

 

 mengatur penghasilan bulananSegala sesuatu dimulai dari sedikit demi sedikit lama-lama juga jadi bukit!

 

2. Gak ada rencana keuangan (financial plan)

Banyak orang yang ternyata tidak mempersenjatai hidupnya dengan rencana keuangan. Orang-orang seperti ini beranggapan yang penting hidup itu cukup saja. Gak perlu jadi orang kaya.

 

Tujuan keuangan setiap manusia pasti berbeda. Ada yang ingin anaknya bisa masuk ke perguruan tinggi terbaik. Ada juga yang ingin punya rumah, mobil atau pensiun dengan tenang. Untuk bisa mewujudkan semua ini, akan lebih baik jika dibuat rencana keuangannya.  

 

Jika kita merasa kesulitan untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik, kita bisa kok minta bantuan perencana keuangan profesional. Mereka akan membantu mengarahkan berapa dana yang harus dialokasikan setiap bulannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita.

 

mengatur penghasilan bulanan

Siapa sih yang gak mau punya rumah dan mobil pribadi? 

 

 

Intinya, ada dua kesalahan besar yang sering dilakukan saat penghasilan naik namun gak bikin hidup lebih sejahtera. Kesalahan dalam mengatur penghasilan bulanan dan kurangnya kesadaran tentang rencana keuangan.

 

 

So, gak mau mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama kan? Mulai sekarang ubah pola pikir dan gaya hidup jadi lebih bijak deh, terutama soal mengelola keuangan.

 

 

 

Image Credit:

  • http://didikpurwanto.com/wp-content/uploads/2015/06/investasi.jpg
  • Finansialku.com 
  • http://aribicara.com/wp-content/uploads/2015/08/Mobil-dan-Rumah-660×330.jpg