Kerjamu Bakal Santai dan Jauh dari Stres Kalau Ada 6 Hal Ini di Kantormu

Setiap perusahaan tentu punya kebijakan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang mewajibkan karyawannya masuk kantor jam 08.00 pagi, ada yang fleksibel. Ada yang woles-woles aja kalau karyawan pakai baju kasual, ada yang harus formal.

Kebijakan perusahaan ini erat kaitannya dengan ritme kerja para karyawan dan budaya kantor. Pada akhirnya, poin ini juga bakal menentukan produktivas karyawan lho.

Makanya, mengetahui budaya perusahaan sebelum kamu teken kontrak itu penting banget. Gimana caranya? Kan kita belum diterima kerja di sana dan belum tahu suasana kerjanya?

Tenang dulu. Budaya dan ritme kerja suatu perusahaan bisa kita lihat dari kondisi kantor dan peraturan standar yang tertera di kontrak kerja kok. Toh sebelum dinyatakan diterima, kamu pasti dipanggil interview ke kantor mereka kan? Nah, di saat itulah kamu bisa menilai lingkungan kerja di perusahaan tersebut.

santai dan jauh dari stres
Bingung nyari lowongan kerja di perusahaan yang kerjanya santai? Rajin-rajin cek mbah Google dong (meeting/the formations company)

Sebelum tanda tangan kontrak, pastikan dulu kamu udah mantap dengan pilihanmu dan yakin kalau perusahaan ini sesuai dengan kepribadianmu ya.

Jika kamu berjiwa bebas dan merasa bisa bekerja lebih optimal di lingkungan kerja yang santai, perhatikan beberapa ciri ini pas interview di perusahaan incaranmu:

1. Ada area makan

Kenapa kok area makan itu penting? Bukannya bisa makan di meja kerja?

Ya bisa saja, tapi makan di meja kerja sebenarnya gak baik lho. Karena, terlalu lama di meja kerja bakal menimbulkan stres, sakit persendian, hingga risiko penyakit jantung.

Kantor yang punya area makan membuktikan kalau istirahat sejenak adalah hal penting buat kesehatanmu. Mereka mengerti bahwa produktivitas bisa didapat bila seluruh karyawannya sehat dan bebas dari stres.

2. Ada kebijakan remote working

Remote working atau kerja di luar kantor mungkin dianggap gak cocok buat beberapa divisi, sebut saja seperti personalia, keuangan, atau divisi yang mengerjakan kerjaan rutin administratif. Tapi terkadang ada kondisi di mana seseorang harus bekerja di luar kantor.

Seperti contohnya ketika terjebak banjir dan gak bisa menuju kantor. Atau mungkin kamu butuh suasana yang berbeda untuk menunjang produktivitasmu.

Bila perusahaan tempatmu bekerja memiliki kebijakan ini, manfaatkanlah dengan baik dan jangan disalahgunakan. Sejatinya, bekerja di luar kantor memang menyenangkan bagi sebagian orang karena perubahan tempat kerja bisa meningkatkan semangat.

Nah, pas disodorin kontrak kerja dan negosiasi gaji sama HRD, jangan lupa tanyakan soal ada atau tidaknya kebijakan ini ya.

3. Gak ada partisi di area kerja

Meski digunakan untuk melindungi privasi, partisi atau penyekat antara meja kerja menimbulkan kesan lingkungan kerja yang kaku. Kaku identik dengan birokrasi serba rumit, senioritas, dan gak santai.

santai dan jauh dari stres
Gak ada sekat, interaksi antar karyawan pun bebas halangan (kantor startup/Huffington Post)

Kalau ruang kerja kantor yang kamu kunjungi benar-benar gak bersekat atau terbuka, tentu suasananya terkesan fleksibel dan friendly. Ini juga jadi indikator kalau di kantor tersebut seluruh karyawannya saling membaur.

4. Aturan berbusana di tempat kerja

Memakai setelan kerja yang formal dan terkesan profesional memang penting, terutama bagi mereka yang posisinya mengharuskan untuk sering berinteraksi dengan klien. Masak iya mau ikut tender tapi pakai celana pendek?

Namun, ketika hanya kerja di kantor dan gak ada jadwal ketemu klien di hari itu, boleh dong santai sedikit pakai celana jeans dan atasan kasual tapi sopan?

Kalau kamu tipe yang “gerah” pakai baju formal terus, cari tahu soal kebijakan berpakaian di kantor barumu. Saat interview, perhatikan bagaimana karyawan-karyawan di sana berbusana. Apa semua kelihatan kaku dengan setelan kerja, atau cenderung santai dengan gaya kasual-sopan?

5. Ruang kosong dan alat olahraga

Yang satu ini jarang ada yang punya, kantormu pun belum tentu punya. Tapi kalau ada, pasti kantornya menyenangkan.

Olahraga itu sangat penting, apalagi buat karyawan yang jam kerjanya padat. Kalau jam kerja padat, olahraga biasanya ketunda-tunda sampai akhirnya dilupakan begitu saja.

Bila kantor menyediakan fasilitas buatmu untuk berolahraga, tandanya mereka ikut peduli dengan kesehatanmu. Mereka juga bukan tipe kantor yang memperlakukan karyawannya seperti robot.

6. Ruang rekreasi

Ruang rekreasi fungsinya untuk beristirahat melepas lelah sejenak dari kesibukan rutin. Biasanya di dalamnya ada sofa, televisi, atau bahkan ada yang sampai menyediakan video game juga lho.

santai dan jauh dari stres
Seru kan kalau punya ruang rekreasi seperti ini (ruang rekreasi/home edit)

Gak semua kantor punya ruangan kayak gini ini. Kalau pun punya, biasanya kantor itu merupakan kantor agency atau startup.

Ruang rekreasi bisa membuatmu betah berlama-lama di kantor dan jadi sarana buat para karyawan refreshing sejenak dari beban kerja yang berat. Tapi jangan lantas menyalahgunakannya buat santai-santai terus ya. Inget sama kewajiban utamamu: kerja!

Benar kan kalau budaya perusahaan bisa dinilai dari kondisi kantornya? Makanya, bila kamu ingin bekerja di perusahaan yang punya aturan fleksibel dan gak kaku, cari tahu apakah mereka punya beberapa poin yang sudah disebutkan di atas.

Jangan pernah sungkan juga untuk bertanya ketika hadir dalam interview kerja. Mendingan dianggap bawel di awal, daripada akhirnya menyesal udah mengambil pilihan yang salah kan?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gak Perlu Bayar Mahal, Ini 5 Olahraga Seru yang Bisa Dilakukan di Kantor]

[Baca: Kerjaan Sudah Selesai, tapi Jam Kantor Belum Berakhir. Ngapain Ya?]

[Baca: Santai Sih, Tapi Pastikan Kamu Punya 6 Hal Penting Ini Sebelum Bekerja Secara Remote]