Kenapa Sudah Usia Kepala 3, Gaji Gede Masih Takut Aja Buat Kredit Rumah

Semua orang pasti punya rumah impian dan bakal berusaha keras buat mewujudkannya. Sekarang udah enak banget karena banyak fasilitas kredit pemilikan rumah yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Tinggal pilih.

Ternyata banyak anak muda yang lalai soal kredit rumah. Selain karena harganya yang gak main-main, mereka berpikir rumah tuh nanti aja saat sudah berencana menikah. Siapa bilang gak boleh mulai cicil rumah sejak melajang?

Beriikut hal-hal yang bikin anak muda gak kunjung berani mengajukan kredit pemilikan rumah walau sudah usia kepala 3.

1. Mendahulukan keinginan jangka pendek

Lebih mendahulukan hal-hal yang sifatnya sementara seperti fashion, gadget, hangout di tempat-tempat keren, traveling sana-sini. Gak berpikir kalau punya hunian itu gak sekedar memiliki tempat tinggal milik sendiri tapi juga investasi.

Masih sibuk dengan menyenangkan hasrat konsumtif. Sementara mengambil kredit pemilikan rumah merupakan keputusan hidup yang gak main-main. Butuh kesiapan mental dan finansial. Memelihara pola pikir bahwa rumah itu khusus untuk yang sudah akan menikah.

2. Gak berani berkomitmen

Gak berani berkomitmen di sini maksudnya adalah komitmen dalam finansial. Mengambil kredit rumah alias KPR tentu saja bukan hal yang mudah seperti fasilitas kredit lainnya. Proses yang panjang dan pastinya membutuhkan uang yang gak sedikit.

sudah usia kepala 3
Kalau takut terus kapan majunya bro! (Orang Mengintip / Kompasiana)

KPR minimal jangka waktunya 10 tahun. Cukup sabarkah bertanggung jawab sekian tahun rutin menunaikan kewajiban yang berupa cicilan kredit rumah.

3. Gak mau berurusan dengan prosedur / sistem

Nilai beli rumah yang gak sedikit dan pembelian dengan sistem kredit tentu saja gak serta merta instan. Ada beberapa prosedur yang harus dilalui. Inilah yang bikin banyak orang, terutama anak muda malas.

Sudah dipenuhi dengan pikiran bahwa KPR itu sulit dan rumit. Sebenarnya gak seperti itu jika saja mau sedikit berusaha. Emangnya beli rumah keong, lihat, suka, keluarin uang dari dompet, bawa pulang. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk bisa memiliki rumah.

4. Memilih beli rumah secara tunai

Pola pikir bahwa beli segala sesuatu itu lebih baik tunai. Iya kalau duitnya banyak, nah kalau pas-pasan? Kapan bisa punya rumah dong kalau maunya nunggu duit terkumpul baru beli rumah. Tahu sendiri kan kalau harga rumah itu jauh dari kata murah.

Rasa khawatir gak bisa menyelesaikan komitmen cicilan rumah selama bertahun-tahun, ditengarai jadi salah satu sebab anak muda selalu ragu ngajuin kredit rumah.

sudah usia kepala 3
Mau punya rumah emang gak mudah, harus lewatin semua prosedur biar tenang nantinya. (Kredit Rumah / Blogspot)

5. Menghindari double job

Yang namanya kebutuhanhidup  pasti makin banyak. Cicilan kredit rumah juga pastinya gak sedikit. Kalau emang niat ambil kredit rumah harusnya mau berusaha cari kerja sampingan buat nambah penghasilan.

Supaya apa sih? Ya supaya penghasilan utama yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari gak terganggu arusnya. Gak bikin kamu bangkrut atau pusing cari utangan. Lah, jadi numpuk utan dong.

Cari sumber penghasilan artinya harus mengorbankan lebih banyak waktu buat berkarya yang menghasilkan. Nah, ini yang dihindari banyak anak muda karena akan mengurangi waktu ‘me time’ mereka.

6. Gak punya tabungan

Sudah tahu banyak manfaatnya, tabungan masih saja diremehkan oleh banyak orang, gak terkecuali anak muda. Pas sudah punya penghasilan sendiri gak juga sadar akan pentingnya menabung. Tabungan itu bisa jadi penyelamat loh.

Bisa sih mengandalkan gaji bulanan buat bayar cicilan KPR. Tapi gak punya simpanan alias tabungan sama sekali sering jadi alasan anak muda ragu ngajuin KPR.

Semisal tiba-tiba di-PHK, gak dapat pesangon pula. Paling gak masih ada tabungan yang bisa diandalkan buat lanjut bayar cicilan.

sudah usia kepala 3
Gak ada yang mau di-PHK pastinya, tapi hal ini bisa aja kejadian sama siapa aja loh! (PHK // Sadarlah)

7. Merasa gaji gak cukup

Kisaran gaji setiap orang pastinya berbeda, demikian juga dengan gaya hidupnya masing-masing. Punya gaji Rp 3 juta tapi kalau cermat dan bijak, bisa kok mengajukan KPR.

Punya gaji Rp 10 juta sebulan sebaliknya, belum tentu bisa nyicil kredit rumah kalau selalu habis buat memuaskan gaya hidup konsumtif dan foya-foya. Banyak yang merasa harus punya gaji puluhan juta baru bisa mengajukan KPR.

Seringkali juga gak menyesuakan dengan kemampuan finansial. Gaji sebulan Rp 5 juta tapi ambil kredit rumah yang cicillan sebulannya sebesar gaji, ya amsyong!

Sejatinya mengajukan KPR itu bisa dilakukan saat kita sudah memenuhi persyaratan, khususnya punya pekerjaan dan penghasilan tetap. Butuh mental yang stabil dan pengelolaan keuangan yang baik untuk bisa mengajukan kredit rumah.

Menyicil rumah sangat berbeda dengan cicilan barang lainnya. Menyisihkan sejumlah uang untuk membayar cicilan rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang bukan hal yang gampang. Kalau sanggup, yuk, tunggu apa lagi?

 

 

Yang terkait artikel ini;

[Baca: Berani Nyicil KPR Mulai Usia 20-a Kenapa Gak Asal Bisa Disiplin Lakuin Ini]

[Baca: Yang Lagi Berburu Rumah Nih Deretan Bank dengan Suku Bunga KPR Terendah Kuartal IV]

[Baca: 5 Hal yang Bisa Bikin Rencanamu Beli Rumah KPR Gagal Total]