Kenali Tipe Pembelanja yang Manakah Kamu, Supaya Keuangan Makin Sehat

Pengeluaran seseorang memang erat kaitannya sama hal seputar belanja. Mau urusan belanja kebutuhan sehari-hari seperti makanan, sampai urusan belanja pakaian dan gadget.

Belanja itu sah-sah saja, asal diiringi dengan kemampuan finansial yang seimbang. Kalau belanja tiap bulan sampai menghabiskan separuh gaji sih, ini yang gak sehat. Kalau diterusin, bisa jadi bom waktu yang tiba-tiba meledak dan bikin keuangan amburadul.

Nah, untuk mengukur apakah kebiasaan belanjamu tergolong aman atau tidak, cari tahu dulu yuk tipe pembelanja seperti apakah kamu.

1. Si impulsif

keuangan makin sehat
Kalau kamu adalah tipe impulsif, hati-hati (Si impulsif/nanny secours)

Si impulsif selalu membeli barang tanpa pikir panjang. Mereka sering gak berpikir dua kali untuk beli barang branded yang harganya sampai satu kali gaji. Setelah barang terbeli, baru deh tuh mereka merasa bersalah dan menyesal.

Kalau kamu termasuk dalam kategori si impulsif, kurangi jalan-jalan ke mal atau buka-buka website online store. Mulailah untuk membuat perencanaan keuangan di awal bulan untuk belanja dan mengatur pengeluaran.

2. Si terencana

keuangan makin sehat
Si terencana punya mekanisme pengaturan keuangan yang mantap pastinya (Si terencana/wath rescue me)

Si terencana merupakan tipe pembelanja yang cukup bijak dalam urusan keuangan. Mereka punya sistem perencanaan keuangan yang baik mulai dari pengeluaran bulanan, hingga persiapan dana darurat.

Tipe pembelanja seperti ini cuma beli barang-barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Disiplin bikin bujet dan mencatat keperluan yang harus dibeli tiap bulan menjadi kebiasaannya dalam berbelanja.

Selamat kalau kamu termasuk ke dalam tipe pembelanja seperti ini ya! Tandanya kamu udah cerdas dalam mengelola keuangan dan gak cuma beli barang karena nafsu sesaat.

3. Si anti-mainstream

Si anti-mainstream selalu memprioritaskan membeli barang eksklusif dan lain daripada yang lain. Intinya, gak mau terlihat pasaran dalam soal gaya, liburan, dan lainnya. Alhasil, seringkali barang belanjaannya cenderung lebih mahal dibandingkan orang lain.

keuangan makin sehat
Walaupun saat ini sneakers tipe A sedang trend, si anti-mainstream bakal beli sneakers merek B yang harganya 2x lipat sneakers A (Si anti-mainstream/sneakernews)

Pembelanja tipe seperti ini paling anti beli barang yang diproduksi massal. Mereka pasti langsung semangat kalau lihat produk dengan judul limited edition.

Walaupun jadinya gak sering belanja, tapi sekalinya belanja, tipe kayak gini gak sayang ngeluarin uang dalam jumlah besar. Yang penting eksklusif!

Kalau kamu termasuk tipe pembelanja kayak gini, coba mulai terapkan pola pikir bahwa gak semua barang eksklusif itu harus beli. Kalau memang gak mau punya barang pasaran, kamu juga bisa kok memodifikasi barang yang diproduksi massal jadi lebih terlihat unik dan berbeda.

Coba sering-sering cek video DIY (do it yourself) di Youtube. Barangkali bisa jadi inspirasi buat memodifikasi barang-barangmu menjadi terlihat unik dan beda.

4. Si selfless

Si selfless bisa dikatakan sebagai orang yang kurang peduli sama diri sendiri. Dia lebih suka belanja untuk menyenangkan orang lain, seperti beli kado, oleh-oleh, maupun traktir teman atau keluarga.

keuangan makin sehat
Belanja buat diri sendiri hampir gak pernah, tapi hobinya belanjain orang lain (Si selfless/Dailymail)

Sosok si selfless memang bakal jadi teman baik buat siapapun. Namun gak jarang dari mereka yang sering dimanfaatkan sama rekan-rekannya.

Dalam pengaturan keuangan, si selfless jelas harus belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Gak lucu pastinya kalau suatu saat bokek gara-gara kebanyakan beli kado buat orang lain, sementara kebutuhan pribadinya terabaikan.

Bila kamu tipe pembelanja seperti si selfless, sebaiknya kamu data ulang apa yang jadi prioritasmu. Kalau emang bulan ini gak ada bujet buat beli kado, gak usah dipaksain. Teman gak langsung pergi kok cuma gara-gara kamu gak beliin mereka kado!

5. Si ngirit

Si ngirit tentunya punya kelebihan dalam hal menabung, tapi gak jarang dia jadi pelit sama diri sendiri dan juga orang sekitar. Biasanya, mereka jadi pelit lantaran ingin menabung untuk dana darurat, padahal duit di rekeningnya masih banyak.

keuangan makin sehat
Irit boleh pelit jangan ya (Si ngirit/EY)

Ketika jalan-jalan ke mal, si ngirit cenderung untuk melakukan window shopping alias lihat-lihat barang dalam waktu yang lama, nyobain di fitting room, setelah itu gak jadi beli. Alasan gak jadi beli adalah kemahalan.

Kalaupun mau belanja, si ngirit lebih memilih belanja barang-barang diskonan atau di tempat yang murah. Bagus sih, tapi ingat ya kalau kualitas barang-barang begini kadang gak terjamin.

Boleh-boleh aja sih ngirit, tapi jangan berlebihan. Sekali-kali kita juga perlu lho belanja buat menyenangkan diri sendiri dan sebagai bentuk “hadiah” atas kerja keras kita di kantor. Dengan begitu, kamu pun jadi gak gampang stres kan?

6. Si malas keluar rumah

Meski namanya si malas, tapi ia juga punya kelebihan dalam hal berhemat. Si malas cenderung memilih online shop untuk belanja lantaran dia malas menyambangi pusat-pusat perbelanjaan.

Di satu sisi, jelas dia bisa lebih hemat karena gak perlu keluar ongkos transportasi atau parkir di mal. Tapi di sisi lain, kemalasannya bisa berdampak jadi kerugian.

keuangan makin sehat
gak semua yang dibeli di toko online pasti nguntungin. (Si malas keluar rumah/liataja)

Bisa jadi apa yang ia beli di online shop gak sesuai dengan ekspektasinya. Misalkan saat ia beli pakaian, gak menutup kemungkinan pakaian yang ia beli ukurannya gak pas, karena gak dicoba. Atau warnanya gak sesuai dengan yang dimuat dalam foto.

Jika punya karakteristik seperti ini, lebih baik kamu membiasakan diri untuk memperbanyak aktivitas di luar rumah dan kantor. Sesekali, belanjalah di pusat perbelanjaan guna menghindari kekecewaan.

So, setelah membaca 6 karakteristik di atas, kamu termasuk tipe pembelanja yang mana nih? Pada dasarnya belanja itu gak salah kok, yang salah jika kamu kalap dan berantakan dalam mengatur pengeluaran.

Supaya aktivitas belanjamu gak menguras kantong, kamu juga mesti rajin-rajin cek promo atau diskon yang disediakan oleh merchant tertentu. Contohnya Seibu Grand Indonesia yang saat ini menawarkan potongan harga 20 persen jika kamu belanja pakaian dengan memanfaatkan promo kartu kredit. Promo ini berlangsung hingga Desember 2017 lho.

Kalau sudah tahu kamu tipe pembelanja yang mana, sekarang bisa lebih cerdas ya dalam mengatur pengeluaranmu ke depan. Kalau keuangan sehat, hidup bakal lebih bahagia kan?

CTA Citi Rewards Promo Fashion

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 7 Tips Belanja Pakaian yang Hemat dan Cerdas Buat Pria Modern]

[Baca: Hey Ladies, Begini Caranya Belanja Kosmetik dengan Hemat, Aman, dan Cerdas]

[Baca: Yuk, Irit Belanja Pakai 3 Kartu Kredit Terbaik Supermarket Ini]