Kena Banjir, Ini Tips Supaya Klaim Asuransi Mobil Gak Ditolak

Hujan deras udah mulai sering datang. Genangan di jalan pun udah jadi pemandangan biasa. Kemarin aja Jalan Rasuna Said udah bikin repot karena banjir sepinggang.

Nah buat pengguna kendaraan, jalanan yang banjir adalah malapetaka. Perjalanan jadi lama karena macet ,lantaran mobil dan sepeda motor memperlambat laju.

Tapi khusus buat pengguna mobil, ada bahaya yang sangat berisiko: mogok kena banjir. Mobil yang kebanjiran bisa jadi barang rongsokan seketika.

Mungkin masih bisa diservis di bengkel. Tapi ongkosnya bisa jadi hampir sama atau lebih besar dari beli mobil baru.

Eits…kan ada asuransi mobil khusus buat banjir. Baguslah kalau sudah sadar akan pentingnya asuransi. Tapi asuransi mobil yang meng-cover risiko banjir bukanlah kantong ajaib Doraemon. Ada aturan yang mesti dipatuhi agar klaim asuransi banjir buat mobil gak ditolak.

Begini tips untuk mengurus asuransi mobil saat mogok kena banjir:

1. Jangan maksa nembus genangan

asuransi mobil
Naik mobil berasa nyebrang ke Pulau Tidung kalau pas hujan deras di Jakarta (motormobile.net)

Polis asuransi mobil untuk risiko banjir melarang pengemudi memaksa nembus genangan bila mau klaim cair. Sebab, itu namanya bertindak di luar tanggung jawab dan gak mempedulikan risiko.

Klaim asuransi banjir bisa diurus jika mobil dalam keadaan diam saat tergenang banjir. Ini terutama saat mobil diparkir. Mungkin klaim berlaku saat mobil kena banjir saat terjebak macet, tapi soal ini perlu dilihat dulu polisnya dengan saksama.

[Baca: Tanpa Asuransi Mobil Kena Banjir, Dompet Juga Bisa Ikut Tenggelam]

2. Kalau udah kena banjir, ya udah biarin aja

Pada 2016, sebuah lokasi parkir gedung di Jakarta direndam banjir yang datang tiba-tiba. Banyak mobil yang tenggelam. Nah, dalam kondisi ini, mobil yang udah terendam jangan dipaksa di-starter. Kalau coba starter, malah asuransi bisa gagal karena ada pemaksaan untuk menghidupkannya.

Setelah didorong keluar dari genangan setelah mati, tetep jangan coba di-starter. Hubungi pihak asuransi aja, tanya bengkel rekanan terdekat untuk dibawa dan diperiksa di sana.

3. Foto dan video mobil

asuransi mobil
Pemilik mobil ini antara pelit atau gak tahu bahwa ada asuransi banjir buat mobil (beritaotomotifonline.blogspot)

Klaim asuransi sering kali mensyaratkan adanya bukti kejadian berupa foto. Jadi, jangan panik saat mobil terendam. Ambil foto dan video mobil sebanyak mungkin.

Rekam juga keadaan sekitar untuk memperkuat bukti bahwa saat itu memang air sedang tinggi. Bukti ini akan mempermudah pencairan klaim, terutama bila pihak asuransi terlampau ketat dalam menjalankan aturan.

4. Lapor langsung

Di polis asuransi pasti tertera jangka waktu maksimal pelaporan untuk klaim. Artinya, kita mesti secepatnya menghubungi pihak asuransi mobil untuk melaporkan kejadian yang menimpa.

[Baca: Mobil Terlibat Kecelakaan Pas di Kampung Halaman, Bisa Klaim Asuransi Gak Ya?]

Nantinya operator akan memberi arahan untuk menghubungi bengkel rekanan terdekat agar bisa diderek dan ditangani. Syukur-syukur pihak asuransinya yang mengurus ke bengkel rekanan, sehingga kita hanya perlu memberitahukan lokasi. Lebih cepat melapor, lebih baik.

asuransi mobil
Mobil kebanjiran? Keep calm dan telepon pihak asuransi (teropongsenayan.com)

5. Catat nomor polis

Ini nih yang mahapenting. Jangan sampai melupakan nomor polis asuransi mobil. Saat mengurus klaim, harus disebutkan nomor polis kita.

Kalau lupa, proses bakal makan waktu lebih panjang. Bahkan mungkin ditunda sampai ada identitas polis yang bisa diberitahukan.

Simpan saja nomor itu di Google Keep atau aplikasi catatan lain yang bisa diakses secara online ataupun offline lewat ponsel. Jadi, gak repot saat butuh nomor polis buat insiden banjir atau yang lain.

Umumnya, asuransi mobil belum mencakup risiko banjir. Artinya, mesti ada klausul baru soal asuransi banjir yang ditambahkan ke polis.

Walhasil, asuransi mobil plus banjir bakal lebih tinggi nilai preminya ketimbang asuransi mobil reguler. Itulah sebabnya kita perlu berpikir dulu kalau mau ambil polis plus banjir.

Bila memang lokasi yang sering kita datangi itu berisiko terserang banjir, mengambil polis tersebut tampaknya menjadi pilihan yang tepat. Tapi tidak demikian jika kita banyak beraktivitas di dataran tinggi sehingga jauh dari ancaman banjir.

Klaim asuransi mobil sebenarnya simpel. Semuanya mengacu ke polis yang kita pegang. Jadi, jangan malas baca polis dengan teliti ya. Kerugian tanggung sendiri deh kalau jadi peserta asuransi yang ogah peduli.

[Baca: Pilih Asuransi Mobil Terbaik Ini untuk Mobil Kesayanganmu]