Kemenpar: Pariwisata Tanjung Lesung Optimistis Bisa Recovery Dengan Cepat

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten menjadi salah satu amenitas yang terdampak saat tsunami menerjang kawasan pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12).

Meski demikian PT. Banten West Java selaku pengelola Tanjung Lesung berharap salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata itu dapat pulih dengan cepat.

“Kami berharap pada 1 Januari 2019 kita sudah mulai buka kembali. Meskipun hanya beberapa cottage,” ujar Managing Director PT. Banten West Java, Rully Lasahido saat bertemu dengan Tim Tourism Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Tanjung Lesung Beach Hotel and Resort.

Rully juga mengatakan, Tanjung Lesung Beach Hotel and Resort menjadi lokasi yang paling terdampak. Tercatat terdapat 90 cottages yang sebagian besar mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

“Total lost sekitar 90 persen. Strategi recovery kami nantinya akan memperbanyak promosi sehingga bisa meyakinkan wisatawan bahwa ke laut itu aman. Saya harap kepercayaan itu bisa pulih dalam 2 hingga 3 bulan kedepan. Namun nomer satu itu adalah campaign,” ujar Rully.

Rully berharap Pemerintah mendukung penuh proses recovery secara maksimal baik dari infrastruktur hingga promosi pariwisata. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, sudah pasti proses recovery akan berjalan dengan cepat.

“Kami yakin dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, tentunya akan mempercepat proses recovery tidak hanya di Tanjung Lesung, tapi juga di sekitar pantai Anyer, Carita dan lainnya,” kata Rully.

Baca juga: Berasal dari Keluarga Crazy Rich, Ini Rentetan Idola K-Pop yang Kaya Sejak Lahir

Kemenpar dukung proses pemulihan wisata Tanjung Lesung

TCC Kemenpar di kawasan terdampak tsunami selat sunda (Dok: KOMBLIK Kementerian Pariwisata).

Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti juga mengatakan, Kemenpar akan mendukung penuh saat fase recovery berlangsung. Hal itu sudah dilakukan saat bencana yang terjadi di Lombok dan Bali.

“Komitmen Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mendukung proses recovery di KEK Tanjung Lesung sangat besar. Direncanakan dalam waktu dekat Menpar Arief Yahya akan meninjau lokasi langsung,” ujar Guntur Sakti yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik ini.

Baca juga: Gak Ingin Bokek Saat Pergi Liburan Sekolah, Ikuti Cara Jitu Ini

Tsunami Selat Sunda

Amenitas di Pandeglang cukup banyak terdampak pasca tsunami (Dok: KOMBLIK Kemenpar).

Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi gelombang tsunami di wilayah perairan Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Akibatnya 430 orang meninggal dunia, korban luka-luka tercatat terdapat 1.495, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi.

Terkait kerusakan infrastruktur, data BNPB mengungkapkan, 924 rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 1 dermaga dan 1 tempat berlindung atau shelter rusak. Sejumlah kendaraan juga ikut terkena imbas tsunami, di antaranya 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda empat, dan 41 kendaraan roda dua.

Baca juga: 5 Rekomendasi Highlighter Murah Buat Kamu yang Pengin Tampil Natural

Bencana tsunami yang terjadi di kawasan Anyer hingga Lampung Selatan, terjadi akibat gempa vulkanik. Bencana ini tidak terpantau alat pendeteksi. Karena BPBD hanya memiliki pendeteksi gempa tektonik. (Editor: Winda Destiana Putri).