Kaum Introver Lebih Berpeluang Menjadi Pengusaha Sukses Lho

Kaum introver alias tertutup sering kali mengalami kesulitan dalam sosialisasi. Walhasil, karier mereka sebagai pekerja banyak yang susah berkembang. Apa begitu juga kasusnya untuk menjadi pengusaha sukses?

Jangan salah. Ternyata karakteristik introver justru bisa sangat bermanfaat untuk menjadi pengusaha atau menjalankan bisnis sendiri lho.

Setidaknya itulah yang dilakoni sekaligus dinikmati oleh para introver, seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Marissa Mayer, dan mendiang Steve Jobs yang fenomenal.

Mereka tergolong orang yang tertutup, tapi bisa mencetak prestasi sebagai pengusaha sukses. Kalau ada di antara kita yang punya kecenderungan seperti mereka, tentu harus berbahagia alih-alih bersedih.

Mungkin karier sebagai karyawan bukanlah jalan kita buat meraih kesuksesan. Boleh jadi kinilah saatnya merintis karier seperti para tokoh bisnis yang sukses tersebut.

Ada alasan kenapa kaum introver dianggap lebih berpeluang menjadi pengusaha sukses ketimbang jadi pekerja upahan.

Sifat tertutup bisa menjadi kelemahan. Tapi, dalam perspektif berbeda, hal itu justru menjadi kelebihan.

Berikut ini beberapa karakter introver yang membuatnya lebih cocok jadi pengusaha:

1. Matang dalam kesunyian

menjadi-pengusaha-sukses
Jangan malu mengakui jadi introver! (absoluteeventsbycorrine.com)

Sunyi tidak selalu berarti sepi. Para introver lebih suka berada di tengah kesunyian karena suasana itulah yang membuat mereka nyaman. Dalam kesunyian, mereka bisa lebih efektif berpikir dan mencerna segala hal secara internal.

Sementara para ekstrover lebih senang berbicara ceplas-ceplos, kaum introver memilih diam dan mengamati. Saat tiba saatnya, barulah mereka mengungkapkan apa yang perlu diungkapkan.

Hal-hal ini menjadi poin plus seorang pemimpin perusahaan. Dalam diam mereka menyusun strategi, bukan berbicara ke sana-kemari. Lantas, saat sudah matang, barulah strategi itu dieksekusi, tidak melulu dibahas dan dipertimbangkan.

2. Berdikari

Sebagai seorang antisosial, introver lebih senang berdiri di atas kaki sendiri alias berdikari atau mandiri ketimbang bergantung pada orang lain. Mereka tak butuh kata “iya” dari orang lain untuk menjalankan sesuatu yang diyakini.

Negatif? Gak selalu begitu. Ketergantungan pada orang lain justru lebih sering menghambat kesuksesan seseorang. Orang yang gak sanggup mandiri cenderung bimbang dan tak percaya diri, yang akhirnya tak bisa berkembang jika jadi pemimpin bisnis.

Para introver bukannya gak mau mendengarkan masukan atau kritik. Hanya, mereka gak mau didikte oleh orang lain dalam menentukan langkah.

Masukan atau kritik pastinya diterima dan dicerna untuk kemudian diaplikasikan dalam keputusan yang mereka buat, sepanjang hal itu dinilai penting demi kesuksesan.

[Baca: Ini Nih 8 Kerja Sampingan yang Cocok Buat Para Introvert]

3. Konsentrasi tingkat tinggi

menjadi-pengusaha-sukses
Adakah di antara karakteristik si Mark yang kamu punyai? (money.cnn.com)

Pernah mencoba menyela seorang introver yang sedang sibuk? Kalau gak sulit, ya sulit banget. Soalnya mereka mudah menemukan fokus dan mempertahankannya.

Ketika sedang tenggelam dalam sesuatu yang tengah mereka kerjakan, sebaiknya jangan coba-coba mengganggu. Bisa-bisa malah mereka emosi dan pergi meninggalkanmu lantaran tersinggung. Secara sosial, hal tersebut memang kurang baik untuk komunitas.

Namun hal ini positif jika dilihat dari sisi potensi menjadi pengusaha sukses. Fokus adalah awal kesuksesan. Para introver mungkin bukan ahlinya cuap-cuap.  Tapi kentara bahwa mereka adalah pendengar dan pekerja yang baik karena bisa berkonsentrasi melakukan apa pun tanpa mau terganggu.

4. Realistis

Di tengah situasi yang dinilai tak mendukung, para introver akan jujur menyuarakannya dan berusaha mencari jalan keluar lain. Bukan ngotot bertahan dengan keyakinan sia-sia bahwa solusi bisa dicapai dengan satu jalan yang sama.

Para introver cenderung realistis, tidak mau bohong terhadap diri sendiri. Kalau tidak bisa ya tidak bisa, bukan dikesankan bisa atau dibuat-buat agar tampak bisa.

Untuk menjadi pengusaha sukses, penting memiliki sifat realistis agar tak terjebak dalam langkah bisnis yang sia-sia.

Realistis berbeda dengan pesimistis. Orang yang realis akan betul-betul mempelajari tantangan di depan sebelum yakin membuat keputusan. Sedangkan para pesimis cenderung ragu melangkah karena tak yakin akan apa yang bakal didapatkan di depan.

[Baca: Punya Sifat Penyendiri dan Kurang Gaul Jangan Takut Gak Bisa Sukses]

5. Objektif

menjadi-pengusaha-sukses
Bill Gates adalah seorang nerd dan introver, kariernya melejit sebagai pengusaha (pinterest)

Bertalian dengan sifat realis, introver juga umumnya objektif. Mereka mampu memandang suatu hal secara adil, mengesampingkan dominasi personal alias ego pribadi.

Dengan bersifat demikian, mereka bisa mengambil keputusan secara terbuka untuk kepentingan bersama.

Perjalanan bisnis pastilah diselingi banyak kericuhan dan ketidakpastian. Tanpa objektivitas, pemimpin perusahaan akan mendapat mosi tidak percaya dari anak buah.

Para anak buah akan menjadi tak percaya pada apa pun yang dijalankan si pemimpin karena dianggap subjektif. “Ah, mau dapat untung sendiri, gak mau mikirin karyawan,” begitu kira-kira yang ada dalam benak mereka. Selanjutnya, bisa ditebak. Kerja bakal tak maksimal karena merasa jerih payahnya hanya untuk perut si bos.

Kalangan introver bisa jadi tak menonjol dalam lingkungan kerja. Tapi bukan berarti mereka tak mau jadi pemimpin. Mereka hanya tak mau koar-koar pasang billboard yang menyatakan bahwa mereka layak dan pantas jadi pemimpin.

Kalau termasuk di antaranya, kamu memang bukan Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Tapi kamu punya karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha sukses seperti mereka. Pertanyaannya, sanggupkah kamu memaksimalkannya?

[Baca: Sukses dalam Berkarier Itu Hak Semua Orang, Termasuk Si Introvert]