Karyawan Lebih Berpeluang Dapat KTA Ketimbang Pengusaha, Benarkah?

Kata orang, karyawan lebih berpeluang dapat KTA ketimbang pengusaha. Apa benar begitu? Pendapat itu gak sepenuhnya salah, tapi bukan berarti betul 100 persen.

Kredit tanpa agunan adalah primadona buat yang butuh dana mendesak dan gak bisa atau enggan menyediakan jaminan. Kebutuhan mendesak itu bisa berarti apa pun, dari biaya renovasi rumah sampai tambahan modal usaha.

Namun memang bukan rahasia umum bahwa bank atau lembaga keuangan lainnya lebih memandang karyawan sebagai anak emas. Tapi mereka punya alasan kenapa ambil kebijakan seperti itu. Berikut ini penjelasannya:

KTA buat Karyawan vs Pengusaha

berpeluang dapat KTA
Bukan saingan ya, tapi lebih ke faktor-faktor yang bisa dapetin pinjaman bank aja kok hehehe (Karyawan vs Wirausahawan / blogspot)

Karyawan, apalagi yang sudah berstatus tetap, punya pendapatan dengan nominal tetap pula. Bahkan kecenderungannya naik tiap tahun berdasarkan inflasi.

Karena itu, bank lebih mendapatkan kepastian bahwa kredit yang mereka berikan gak bakal seret. Soalnya ya ada gaji tetap itu, meski kedisplinan bayar angsuran gak hanya bergantung pada gaji.

Berbeda dengan pengusaha atau wiraswasta. Pendapatan mereka bergantung pada kinerja bisnis. Dalam sebulan, laba mereka mungkin bisa melebihi pendapatan karyawan.

Tapi bukan mustahil juga mereka merugi. Makanya, bank lebih waswas mencairkan KTA buat pengusaha.

Ingat, KTA adalah kredit tanpa agunan. Bank gak pegang aset apa pun dari peminjam buat dijadikan jaminan bahwa kredit bakal dilunasi.

Karena itulah bunga KTA biasanya lebih tinggi dibanding kredit lainnya yang memberikan jaminan atau kredit multiguna. Sejumlah bank pun menawarkan bunga yang bervariasi dengan kecenderungan bunga buat pengusaha lebih besar ketimbang karyawan.

Kredit Ramah Pengusaha

berpeluang dapat KTA
Waduh banyak amat tuh duit, mau dong hehehe (Pinjaman Bank / prokal)

Dibanding KTA, kredit multiguna lebih ramah buat pengusaha. KTA berbeda dengan kredit multiguna. Kredit jenis ini juga bisa digunakan untuk apa pun, namanya saja multiguna.

Namun untuk mendapatkannya, kita perlu memberikan aset sebagai jaminan ke pemberi pinjaman. Aset itu bisa berupa rumah, sepeda motor, mobil, emas, dan lain-lain sesuai dengan ketentuan pinjaman.

Tapi bukan berarti rumah kita berikan ke bank lalu kita pindah dan ngontrak di tempat lain agar dapat pinjaman. Untuk aset seperti rumah atau kendaraan, kita cukup memberikan sertifikat atau BPKB.

Bila kredit bermasalah, barulah bank mengambil tindakan untuk menyita barang yang sertifikatnya dijaminkan itu. Nah, buat pengusaha, disarankan mengambil kredit multiguna untuk lebih mendapatkan kepastian permohonan dikabulkan.

Toh, sebagai pengusaha, mestinya ada aset yang bisa jadi jaminan. Misalnya saja tempat atau peralatan usaha. Apalagi jika pinjaman itu akan dimanfaatkan untuk memutar roda bisnis lebih kencang alias memajukan usaha.

Bank Mandiri punya kredit usaha mikro. Lalu ada kredit BRIGuna dari Bank Rakyat Indonesia. Beberapa bank lokal, seperti BJB, juga punya kredit multiguna yang pas buat pengusaha.

KTA vs Kredit Multiguna

Informasi di atas mengindikasikan bahwa KTA lebih direkomendasikan buat karyawan. Sedangkan kredit multiguna lebih pas buat pengusaha.

berpeluang dapat KTA
Pinjaman pasti ada plus minusnya, coba bandingkan dan pilih yang terbaik ya (Rupiah / Kontan)

Tapi harus ditekankan, baik karyawan maupun pengusaha bebas bisa memilih KTA atau multiguna. Yang menjadi dasar pemilihan bukanlah status karier, melainkan kebutuhan dana.

Nominal pinjaman dari KTA umumnya lebih kecil ketimbang kredit multiguna. Selain itu, tenor KTA lebih pendek dan bunganya lebih besar.

Beberapa bank menerapkan bunga yang berbeda buat pengusaha dan karyawan yang hendak mengakses KTA mereka, misalnya Standard Chartered.

Bunga adalah salah satu faktor penentu ketika kita hendak mencari KTA. Bandingkan bunga KTA dari satu lembaga dengan lembaga lainnya, cari yang paling rendah.

Yang juga penting untuk diperhatikan adalah kredibilitas lembaga yang memberikan pinjaman. Bank tentunya lebih tepercaya, apalagi yang sudah punya nama besar dan punya cabang di mana-mana sampai ke luar negeri.

Namun bukan berarti lembaga selain bank pasti bodong. Banyak juga yang bisa diandalkan, seperti perusahaan pembiayaan.

Yang berbahaya adalah lembaga yang modalnya hanya pengumuman ditempel di tiang listrik, pohon, atau pintu angkot. Mesti diteliti betul status lembaga itu. Harus juga paham akan syarat dan ketentuan pinjaman yang diberikan.

Mungkin memang proses pencairan dari mereka lebih cepat, tapi apa gunanya cepat-cepat dapat kredit tapi bunga selangit. Apalagi bila mereka punya kru debt collector yang siap meneror ketika cicilan seret lantaran kita teledor.

Cari yang aman-aman saja deh. Baik karyawan maupun pengusaha, harus periksa bibit-bebet-bobot lembaga penyedia pinjaman sebelum menandatangani perjanjian kredit tersebut.

berpeluang dapat KTA

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ringankan Cicilan per Bulan dengan KTA Bertenor Panjang Ini]

[Baca: Butuh Modal Usaha, Pilih KTA atau Kredit Multiguna?]

[Baca: Buat yang Lagi Butuh Dana, Ini Dia 5 Produk KTA dengan Bunga Terendah]

[Baca: Informasi Tentang Kredit Tanpa Agunan atau KTA – Duitpintar]