Kartu Kredit Sangat Membantu, tapi Bisa Juga Membunuhmu

“Gak usah pakai kartu kredit, bahaya!” begitu nasihat orang tua zaman dulu yang belum familier dengan manfaat kartu kredit. Pemuda generasi Y dan milenial mungkin akan meremehkannya.

“Kartu kredit itu banyak manfaatnya, bisa dapat diskon di mana-mana,” demikian bantahannya. Sebenarnya, keduanya gak ada yang salah. Sama-sama betul.

kartu kredit sangat membantu
Pakai kartu kredit yang aman-aman saja, daripada susah mau ke mana-mana dibelenggu utang (terkena beban kartu kredit/Saast)

Kartu kredit itu seperti pisau dapur yang tajam. Di satu sisi, alat itu berguna untuk memotong-motong bahan makanan dengan mudah. Tapi di sisi lain, ketika sedang lengah, jari tangan bisa putus dibuatnya.

Kartu kredit juga begitu. Jika menggunakannya sesuai dengan aturan, hidup bakal lebih mudah. Namun kalau meleng sekali saja dari aturan, bisa-bisa dompet jadi tepos.

Makanya, kartu kredit sangat membantu. Tapi bisa juga membunuhmu.

Berikut ini adalah bahaya kartu kredit seperti yang diwanti-wanti orang tua:

1. Gesek terus

Kartu kredit sering disalah sangka sebagi kartu utang. Padahal sebenarnya ia adalah alat pembayaran. Sama saja kayak kartu debet. Bedanya, kalau transaksi pakai kartu kredit, bisa bayar belakangan.

Sayangnya, orang terkadang tergoda buat utang saja tanpa memikirkan tanggung jawab pelunasan. Tagihan demi tagihan pun terlewat. Sampai akhirnya datang telepon dari bank buat menagih utang yang telanjut numpuk itu.

2. Tarik tunai terus

Ini juga dilakukan orang yang memandang kartu kredit sama dengan kartu debet. Keduanya memang sama-sama bisa digunakan buat tarik tunai di mesin ATM.

Tapi, tarik tunai pakai kartu kredit ada biayanya. Biasanya biaya tarik tunai kartu kredit sebesar 4 persen dari jumlah yang ditarik atau Rp 50 ribu, diambil yang lebih besar.

Contohnya tarik tunai Rp 100 ribu, berarti dikenakan Rp 50 ribu. Sebab, 4 persen dari Rp 100 ribu cuma Rp 4 ribu.

Ada pula yang berusaha mengakali biaya ini dengan gesek di merchant. Seolah-olah beli sesuatu dari merchant itu, padahal hanya tarik tunai.

Gak ada bunga dalam transaksi ini, tapi merchant biasanya mengutip ongkos tertentu. Dan, Bank Indonesia menganggap transaksi itu ilegal, sehingga bisa dikenai sanksi.

3. Bayar minim terus

Ada fasilitas bayar tagihan minimum dari kartu kredit mana pun. Misalnya tagihan sebesar Rp 2 juta, kita bisa bayar 10 persennya alias Rp 200 ribu.

Namun dalam tagihan berikutnya akan ada bunga atas kekurangan pembayaran itu. Jadi, kita mesti membayar tagihan bulan itu + kekurangan tagihan bulan sebelumnya + bunga.

Kartu kredit sangat membantu
Ada banyak manfaat kartu kredit, tinggal kitanya bisa mengambilnya atau gak (Banyak keinginan/Compare Cards)

Enaknya, tagihan itu pun bisa kita bayar minimal lagi. Tapi tentu saja tagihan selanjutnya tambah gemuk karena utang dan bunga yang numpuk.

Makanya, bayar minimum itu fasilitas yang bisa digunakan hanya ketika terdesak, misalnya benar-benar bokek bulan itu. Pada bulan berikutnya, tagihan harus dibayar full. Kecuali memang sengaja mau bunuh diri terkena timbunan utang.

4. Tambah kartu terus

Punya kartu kredit lebih dari satu itu bagus, bahkan direkomendasikan. Asalkan bertanggung jawab dalam penggunaannya.

Biasanya, ketika sudah punya satu kartu kredit, akan mudah untuk apply kartu kredit lainnya. Apalagi jika catatan tagihannya bersih alias gak punya utang.

Namun makin banyak kartu kredit, makin besar godaannya. Saat limit satu kartu kredit sudah habis, beralih ke kartu lainnya. Yang satu ini habis, ke kartu selanjutnya lagi.

Kartu kredit sangat bermanfaat
Makin banyak kartu, makin gede manfaat yang bisa didapat. Tapi, makin gede pula risiko terjerat (tumpukan kartu kredit/Shredit)

Giliran datang tagihan, mumet sendiri karena gak ada dana. Akhirnya dikejar-kejar bank buat melunasi tagihan.

Sementara itu kalau punya banyak kartu kredit tapi jarang dipakai semuanya, bisa membahayakan. Mungkin saja ada kartu yang terselip, hilang, lalu disalahgunakan orang.

Bank tahunya kita yang pakai kartu itu, karena atas nama kita. Jadi, tagihan yang datang dari kartu tersebut wajib kita lunasi, meski yang pakai orang lain.

Gak harus jadi chef untuk memakai pisau dengan benar. Sama juga gak harus jadi pakar finansial buat memanfaatkan kartu kredit dengan maksimal.

Yang penting, baca seluruh syarat dan ketentuan yang menyertai kartu itu. Dan taati seluruh aturannya.

Selain itu, jangan pernah berpikir bisa kabur dari bank setelah menanggung banyak utang. Daripada seumur hidup dalam pelarian, mending main aman saja dengan menggunakan kartu kredit sesuai dengan fungsinya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Jatuh ke Jurang Utang Kartu Kredit, Perhatikan 4 Hal Ini!]

[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

[Baca: Punya Banyak Kartu Kredit Bisa Bikin Kamu Lebih Hemat, Gak Percaya?]

[Baca: Ngaku Pengguna Kartu Kredit Tapi Gak Bisa Maksimalin Manfaatnya? Baca Ini Dulu Deh]