Kartu Kredit Jawaban Saat Butuh Uang Cepat

Kartu kredit ternyata bisa menenangkan. Menenangkannya itu saat lagi butuh uang cepat. Hal ini terkait fungsinya yang selain sebagai alat pembayaran, kartu kredit juga menyediakan fasilitas utang. Yang disebut terakhir inilah keuntungannya ada kartu kredit uang terselip di dompet.

 

Ada sejumlah keuntungan kartu kredit. Pastinya sebagai jalan keluar saat kondisi darurat butuh uang cepat. Entah itu saat lagi bokek, masuk rumah sakit, atau sedang tertimpa musibah lainnya yang memerlukan uang.

 

Poin lainnya, kartu kredit bisa juga membayari lebih dulu beragam tagihan bulanan di mana anggaran untuk itu dipakai dulu untuk kebutuhan lain yang mendesak. Misalnya saja bayar tagihan telepon, listrik, PDAM, dan lain sebagainya.

 

Kartu kredit bisa ‘menunda’ kewajiban tagihan itu dibayarkan sekarang. Kenapa bisa ditunda, karena penerbit kartu kredit itu yang akan menalangi dulu baru kemudian ditagihkan kepada si pemilik kartu kredit.

 

Keuntungan itulah yang ditawarkan kartu kredit karena memberikan kelonggaran keuangan. Benefit ini sebaiknya dimaksimalkan jika punya kartu kredit.

 

[Cekidot Infographic: Mengetahui Plus Minus Kartu Kredit lewat Gambar]

 

Inilah alasan perlunya kartu kredit sebagai senjata ampuh dalam kondisi darurat. Pengguna mesti menggarisbawahi jika kartu kredit bukanlah uang lebih.

 

Meski begitu, tak masalah bila uang plastik ini dianggap sebagai uang cadangan. Kalau memang tak perlu maka tak usah digunakan.

 

Jangan sampai malah dirugikan dari kartu kredit karena tak tahu atau malah tak peduli dengan fungsinya. Ingat, tak ada fasilitas yang gratis. [Baca: Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Terhadap Bunga Kartu Kredit]

 

Begitu pun fasilitas yang ditawarkan kartu kredit. Penerbit kartu kredit bakal mengenakan bunga tinggi jika gagal membayar fasilitas utang yang sudah lebih dulu dinikmati.

 

Lalu yang tak kalah penting, pastikan penggunaan kartu kredit itu kurang dari 30 persen dari penghasilan bulanan. Langkah ini sebagai antisipasi agar tak terkena beban bunga kartu kredit yang per tahunnya bisa mencapai 42 persen.

 

Langkah lainnya agar kartu kredit tak jadi ‘predator’ yang bakal menggerogoti keuangan, yakni cukup miliki satu kartu kredit dengan limit tinggi. Alasannya adalah efisiensi dalam hal menekan kewajiban membayar annual fee dan tak perlu pusing mengingat kapan jatuh temponya.

 

Satu info lagi, sekarang menggunakan kartu kredit mesti menyertakan PIN (Personal Identification Number) enam digit. Adalah Bank Indonesia yang menerapkan kewajiban itu dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran (SE) No. 14/17/DASP. Kewajiban menyertakan PIN saat bertransaksi itu berlaku efektif per 1 Januari 2015. (Ref 1)

 

 

Ref 1: http://www.bi.go.id/id/peraturan/kodifikasi/non-bank/Documents/CompletePenyelenggaraanAPMKNonBank.pdf