Kartu Debit Bisa Lebih Bahaya Daripada Kartu Kredit, Waspadai 4 Hal Ini

Siapa bilang pemakaian kartu debit bisa selalu aman-aman aja, gak kayak kartu kredit?

Emang beralasan sih. Kebanyakan orang lebih takut bila kartu kreditnya hilang daripada kartu debit.

Salah satu alasannya adalah kartu kredit bisa digunakan oleh orang lain buat transaksi tanpa perlu PIN. Sementara itu, kebanyakan kartu debit harus diketahui PIN-nya agar bisa dipakai.

Buat kamu yang masih berpandangan seperti itu, buang jauh-jauh paham tersebut. Kamu perlu memperlakukan kartu tersebut sama seperti kartu kredit.

[Baca: Kartu Debit Itu Punya Kelebihan dan Kekurangan, Yuk Disimak!]

Kartu buat debit bisa disalahgunakan dan sebabkan kerugian layaknya kartu kredit. Kok, bisa? Yuk, perhatikan empat poin berikut ini.

1. Kartu debit berlogo VISA atau MasterCard bisa digunakan tanpa PIN

Kartu debit
Perhatikan ada logo VISA atau MasterCard gak (CNNIndonesia)

Sebagian orang ternyata belum ngeh mengenai logo VISA dan MasterCard pada kartu debit ini. Ternyata bukan cuma kartu kredit yang menggunakan logo tersebut tetapi juga sebagian besar kartu debit.

Kartu dengan logo ini bisa berfungsi sebagai kartu kredit namun dana diambil dari saldo tabungan. Fungsi sebagai kartu kredit tersebut khususnya saat digesekkan pada mesin EDC (Electronic Data Capture) kartu kredit.

Nah, sebagai informasi aja, sebagian besar bank di Indonesia masih menggunakan mesin EDC kartu kredit bukan EDC kartu debit.

Sementara ini bank yang udah percaya diri menggunakan PIN adalah Bank BCA. Debit dari BCA cuma bisa digesek pada mesin EDC kartu debit. Perhatikan deh pada kartu debit bank BCA gak ada logo VISA dan MasterCard.

Apa sih bahayanya kartu debit dengan logo VISA dan MasterCard ini? Sebagaimana udah disebutkan, secara sederhana kamu ternyata bisa transaksi belanja tanpa PIN. Jadi, kamu cukup tanda tangan aja.

Beberapa contoh kejadian mengenai penggunaan kartu berlogo VISA dan MasterCard ini bisa kamu baca pengalaman di forum Kaskus dan blog Kompasiana.

2. Hati-hati metode skimming di ATM

perbedaan kartu debit dan kartu kredit
Hati-hati saat memasukkan PIN ATM (Viva)

Pernah dengar peringatan buat hati-hati gunakan mesin ATM tertentu? Misalnya, mesin ATM yang gak diawasi karena rawan “dikerjain”.

Pelaku kejahatan biasanya memasang alat tertentu pada mesin ATM yang bisa menyalin nomor kartu debit tersebut. Ditambah pula terdapat kamera pengintai yang berfungsi buat merekam PIN kartu debit tersebut.

Tindakan preventif agar hal ini gak terjadi adalah pilihlah mesin ATM yang sekiranya lebih aman. Selanjutnya, selalu pastikan buat menutup keypad PIN buat mencegah kamera bisa melihat PIN kamu.

Kamu pasti pernah melihat beberapa peringata di mesin ATM yang meminta kamu buat menutup tangan kamu saat mengetikkan PIN, kan?

[Baca: Penipuan Kartu Debit Marak, Apakah Lebih Aman Menggunakan Chip?]

3. Kehilangan saldo tabungan lebih bahaya daripada limit kartu kredit

ciri ciri kartu debit
Jangan sampai nangis gini (jancok)

Bila udah terjadi penyalahgunaan tersebut maka kehilangan saldo sering kali lebih sulit buat diurus.

Beberapa waktu lalu terdapat kejadian nasabah BRI kehilangan dana secara ‘gaib’, kan? Nah, urusan buat mengembalikan dana tersebut ternyata jauh lebih rumit ketimbang kartu kredit disalahgunakan.

Kenapa?

Alasan paling umum adalah saldo tabungan adalah milik nasabah, sementara limit kartu kredit merupakan dana yang dimiliki bank. Jadi secara naluri, bank bakal lebih bertanggung jawab pada kartu kredit karena dana tersebut milik pihak bank.

Jadi, mulai sekarang bila kamu kehilangan debit card, segera blokir kartu tersebut secepat mungkin. Buat mencegah terjadinya penyalahgunaan.

4. Biaya administrasi yang ternyata cukup banyak

Yang terakhir adalah biaya administrasi kartu debit ternyata cukup banyak, lho.

Beberapa di antaranya adalah kartu ATM atau debit bakal dikenakan biaya bila lakukan penarikan tunai di mesin ATM bukan dari penerbit kartu tersebut. Kemudian, terdapat pula biaya administrasi per bulan.

[Baca: Cara Pakai ATM yang Betul Termasuk Biaya-biayanya]

Bahkan, biaya administrasi debit bisa melebihi biaya administrasi kartu kredit.

Salah satunya debit Platinum dari BCA yang dikenakan biaya administrasi Rp 20 ribu per bulan atau Rp 240 ribu per tahun. Sementara itu, beberapa kartu kredit BCA bahkan gak dikenakan biaya administrasi sama sekali.

Baca beberapa poin ini tentu beri kamu pemahaman baru mengenai debit, kan? Yuk, jaga dengan aman kartu debit yang dimiliki.

Satu lagi, selalu ingat buat potong kartu debit bila kamu gak gunakan kartu tersebut. Buat jaga-jaga agar gak disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.