Karena Kita Gak Tahu Hari Esok, Ini yang Harus Dilakukan Investor Reksa Dana

“Li, mau ikut ngelayat gak?” ujar Tono kepada Ali seusai jam kerja.

“Siapa yang meninggal Ton?” tanya Ali sambil membereskan meja kerjanya.

“Emang kamu belum dengar beritanya? Itu, si Denis, Manajer Keuangan kita. Kena serangan jantung semalam pas pulang kantor,” jelas Tono.

“Ah, yang bener? Kemarin aku masih meeting sama dia loh,” kata Ali kaget.

“Itu dia. Umur emang gak ada yang tahu, Li,” ucap Ali sambil menghela napas.

Gak ada satupun manusia di muka bumi ini yang tahu kapan ajal menjemput. Ini bukan bermaksud nakut-nakutin loh. Tapi pernah gak kita terpikir untuk mempersiapkan hal-hal penting dalam hidup sebelum waktunya tiba? Salah satunya pasti soal finansial.

Sebagai seorang Manajer Keuangan misalnya, Denis sangat peduli dengan pengelolaan keuangan pribadinya. Ternyata selama 5 tahun terakhir, Denis yang sudah menikah dan memiiki seorang anak ini aktif sebagai seorang investor reksa dana.

Untungnya, Denis sudah membuat surat wasiat. Di dalamnya, Denis mencantumkan rekening reksa dana sebagai salah satu warisan untuk anaknya. Jadi ketika Denis meninggal, sang anak mendapatkan harta sebesar nilai investasi Denis yang bisa dilanjutkan atau dicairkan.

Apa lagi sih yang harus dipersiapkan oleh seorang investor reksa dana sebagai antisipasi hal-hal yang gak diharapkan? Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Komunikasi

Buat yang sudah punya pasangan, idealnya punya gaya komunikasi yang baik dan transparan, terlebih soal keuangan. Investor reksa dana sangat dianjurkan untuk memberitahu pasangan dan ahli warisnya tentang harta reksa dana yang ia miliki.

investor reksa dana
Halo… sebenanya aku punya reksa dana lho.