Kamu Yakin Cicilan KPR Syariah Lebih Murah? Baca Ini Dulu Deh

Kredit pemilikan rumah (KPR) masih jadi primadona karena sangat membantu orang yang ingin memiliki rumah sendiri. Dan untungnya, begitu banyak pilihan bank yang menyediakan produk ini.

KPR sendiri terdiri atas dua jenis, yaitu konvensional dan syariah. KPR konvensional dikeluarkan oleh bank konvensional, misalnya Bank Tabungan Negara, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri.

cicilan kpr syariah
Ini kompleks perumahan ya, bukan rumah monopoli, iya rumah beneran (rumah sedang di bangun / carikredit)

Sedangkan KPR syariah disediakan oleh bank syariah. Tapi, umumnya bank konvensional juga punya lini syariah. Misalnya BTN Syariah, BRI Syariah, dan Mandiri Syariah. Bank yang dari awal adalah syariah pun ada, seperti Bank Muamalat.

Sebenarnya, apa perbedaan KPR bank konvensional dan bank syariah? Dengar-dengar, cicilan KPR syariah lebih murah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya kita pahami dulu soal cicilan KPR yuk.

Dibanding KPR konvensional, KPR syariah memang kurang populer. Dalam konsep syariah, cicilan KPR terlihat lebih murah karena tak menetapkan bunga. Berbeda dengan KPR konvensional, yang punya macam-macam bunga, dari fixed dan floating. Lalu ada bunga flat, efektif, dan anuitas.

Sedangkan KPR syariah tak mengenal bunga. Lalu dari mana bank mendapat keuntungan KPR jika tak ada bunga?

Tentu saja ini sudah dipikirkan. Masak, menjalankan bisnis tidak merencanakan target keuntungan.

Untuk konsep syariah, yang berlaku dalam perjanjian kredit adalah murabahah alias jual-beli. Keuntungan kredit diambil dari margin penjualan.

Konsep ini mewajibkan adanya keterbukaan antara dua pihak yang bertransaksi. Dalam soal KPR, berarti pihak bank dan nasabah harus sama-sama bulat sepakat dengan margin yang ditetapkan.

Pas mau ngajuin permohonan KPR, nasabah memberikan info harga rumah ke bank syariah. Kalau KPR disetujui, yang terjadi kemudian adalah bank membeli rumah tersebut lalu menambahkan margin ke skema cicilan nasabah.

Agar lebih jelas, kita simak bersama simulasi KPR syariah rumah berharga Rp 400 juta oleh Agus. Menurut aturan terbaru, down payment (DP) alias uang muka KPR ditetapkan 15 persen dari harga rumah.

Berarti, Agus harus membayar Rp 60 juta (15 % x Rp 400 juta) ke pengembang sebagai DP. Berarti, pembiayaan dari bank syariah tinggal Rp 340 juta.

cicilan kpr syariah
Lagi mikirin apa sih bro hehehe mikirin utang KPR ya (Berpikir / getcollegecredit)

Dengan prinsip murabahah, bank akan membeli rumah itu seharga Rp 340 juta. Misalnya margin yang ditetapkan bank adalah 10 persen dengan tenor atau periode cicilan 15 tahun.

Data:

Harga rumah yang dibiayai bank = Rp 340 juta

Margin = 10 persen

Tahun tenor = 15 tahun

Bulan tenor = 180 bulan

Maka, cicilan Agus per bulan:

(Harga dibiayai bank x (keuntungan bank x tahun tenor) + Harga dibiayai bank) : 180 bulan tenor

= (( 340 juta x ( 10% x 15 )) + 340 juta ) : 180 bulan

= (510 juta + 340 juta ) : 180 bulan

= Rp 4.722.222

Cicilan sebesar Rp 4.722.222 itu tetap hingga tenor berakhir atau 15 tahun kemudian. Namun beberapa bank syariah juga punya program kredit dengan margin kecil di 2 tahun pertama, lalu lebih besar di tahun-tahun berikutnya.

Misalnya pada 2 tahun pertama margin hanya 8 persen. Namun sesudah 2 tahun margin ditetapkan 12 persen. Yang pasti, margin itu bersifat tetap, tak berubah-ubah meski suku bunga di pasaran tengah turun.

Mungkin karena cicilan yang tetap itulah KPR syariah disebut-sebut lebih murah. Padahal, KPR konvensional juga memiliki skema bunga tetap. Namanya fixed rate. Namun seperti KPR syariah, bunga ini umumnya hanya berlaku pada tahun-tahun awal cicilan.

Jika memakai fixed rate 10 persen untuk kasus cicilan di atas, pasti besaran cicilan per bulan sama. Jadi, cicilan KPR syariah tak bisa dikatakan lebih murah ketimbang KPR konvensional. Justru ada satu kelemahan KPR syariah, yakni margin tak terpengaruh suku bunga.

Ini berbeda jika memakai KPR konvensional dengan bunga floating alias mengambang. Saat suku bunga turun, bunga KPR kita juga ikut turun.

Meski begitu, kelemahan itu juga justru bisa menjadi kelebihan. Sebab, ketika suku bunga naik di pasaran, misalnya 15 persen, margin tetaplah 10 persen sesuai dengan akad murabahah dalam perjanjian KPR.

Tiap-tiap bank, baik kovensional maupun syariah punya karakter masing-masing dalam soal kredit. Keduanya sama-sama punya ikhtiar mencari laba. Namun kebijakan tiap bank berbeda-beda.

cicilan kpr syariah
Tetap semangat! Semua pilihan di tangan kamu (luffy one piece / ishfah7.wordpress)

Dengan demikian, jika pertanyaannya adalah apakah cicilan KPR syariah lebih murah?

Jawabannya, bisa iya bisa pula tidak. Sebab, kita tak bisa hantam kromo bilang KPR syariah lebih murah. Begitu pula sebaliknya.

Untuk mendapat cicilan KPR murah, tentu saja kita harus membandingkan program antara satu bank dan bank lainnya, termasuk dari bank syariah. Untuk diingat, meski berkonsep syariah,

KPR dari bank syariah bisa diakses pula oleh non-muslim. Yang penting, nasabah tunduk pada aturan yang berlaku pada bank tersebut.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Nabung di Bank Syariah Bukan Sekadar Ibadah Praktikkan Hadist Nabi]

[Baca: Biar Nggak Merasa Terjebak, Pahami Simulasi Bunga Fixed KPR Flat, Efektif, dan Anuitas]

[Baca: Sebelum Memulai Bisnis Siapkan Bisnis Plan Dulu, Berikut 5 Alasannya]