Kamu Belum Sukses Berkarir di Usia Kepala Tiga Kalau…

Buat apa berkarir kalau gak mengejar kesuksesan. Sukses dalam karir bisa dilihat dari jabatan yang dipegang, juga gaji yang didapat.

Biasanya, makin lama masa kerja, jabatan dan penghasilan makin tinggi. Namun mereka yang kerjanya sudah puluhan tahun bukan berarti pasti lebih sukses ketimbang yang baru 5-6 tahun bekerja di tempat yang sama.

Ada satu patokan sukses berkarir yang banyak diamini orang: usia. Itulah kenapa orang yang usianya kepala 4 atau 5 dianggap wajar jika menduduki posisi tinggi dalam perusahaan.

Di sisi lain, orang yang usianya baru kepala 2 atau 3 namun sudah menjadi pemimpin dipandang sukses berkarir. Sekarang lihat ke diri sendiri. Sudah sukseskah karir kita dengan usia sekarang?

Buat kita-kita yang sudah berusia kepala 3, masa ini sangat krusial. Sebab, ketika gak sadar belum sukses berkarir di usia kepala 3, tahap selanjutnya bisa bikin finansial mentok.

Kita belum sukses berkarir di usia kepala tiga jika masih menghadapi kondisi-kondisi di bawah ini:

1. Jabatan gak naik-naik

Dengan asumsi mulai bekerja pada usia 24-25 tahun, saat usia kepala 3 semestinya jabatan sudah meningkat. Gak lucu kalau posisi masih staf, sama dengan fresh graduate alias lulusan baru.

belum sukses berkarir
Sedih banget sis, karir gitu-gitu aja ya, hiks! (sedih / quickbase)

Mentoknya jabatan ini adalah pertanda bahwa karir belum sukses. Jikapun naik, jabatan yang dipegang belumlah signifikan. Misalnya dari staf junior hanya menjadi staf senior, bukan supervisor. Kata “senior” pada staf hanya menunjukkan bahwa usianya sudah gak muda lagi sebagai staf.

2. Gaji segitu aja tiga tahun terakhir

Di perusahaan yang menggunakan sistem merit alias jasa, kenaikan gaji dihitung dari seberapa besar kontribusinya pada perusahaan. Ditambah dengan prosenntase inflasi, jadilah gaji baru tiap tahun.

Makin gede kontribusi, makin gede pula kenaikan gaji. Nah, kalau ternyata gajimu segitu-gitu aja, berarti kontribusimu dianggap kurang oleh perusahaan. Yang artinya, perjalanan karirmu terhambat, bahkan mungkin buntu.

[Baca: Belajar dari 7 Film Ini Tentang Mereka yang Berulang Kali Gagal Lalu Sukses]

3. Belum dibebani kerja

Siapa bilang magabut itu enak? Buat pegawai tertentu, mungkin iya. Masuk kerja cuma buat absen, seharian duduk-duduk ngobrol doang, lalu pulang. Orang seperti itu mirip parasit yang suka mencari keuntungan sendiri.

belum sukses berkarir
Ayo semangat dong bro kerjanya, jangan manyun hehehe (Banyak Kerjaan / gaurakrisna)

Namun buat yang ingin meraih kesuksesan karir, malah seharusnya mencari beban kerja. Sebab, beban itulah yang menandakan keberhasilan.

Pekerja yang dibebani tanggung jawab lebih besar ketimbang yang lain umumnya punya kemampuan lebih. Sebab, dia dipercaya menangani pekerjaan yang lebih penting. Apalagi jika pekerjaan itu berupa proyek besar. Pastinya jalan menuju kesuksesan karir makin lapang.

4. Merasa jenuh bekerja

Ketika di tempat kerja malah seperti terjebak dalam rutinitas, itu berarti gak ada niat untuk bekerja. Hilangnya niat antara lain disebabkan oleh kondisi kerja yang dirasa gak nyaman.

Logikanya, orang yang karirnya sukses akan menikmati pekerjaannya. Mungkin pada suatu titik ada perasaan jenuh. Namun jika kejenuhan itu berlangsung terus-menerus, bisa jadi ada yang salah dalam karir.

belum sukses berkarir
Kalau jenuh sama pekerjaan coba jalan-jalan sama pacar, eh lupa, kan jomblo hehehe (Jenuh / youqueen)

[Baca: Kalau Sudah Menginjak Usia Kepala 3, Mestinya Sudah Memiliki 8 Hal Ini]

Bagaimana? Apakah kamu mengalami salah satu dari 4 hal di ats? Mungkin itulah kenapa karir terasa jalan di tempat, sehingga penghasilan dirasa tak kunjung cukup untuk menopang keuangan.

Jika merasa demikian, gak ada kata terlambat untuk mengubah jalan menuju kesuksesan karir. Setelah berintrospeksi, segera temukan kelemahan yang mungkin menghambat karir dan perbaiki.

Mungkin kurang aktif dalam kerja, sehingga gak menonjol. Atau malah mungkin selama ini malas-malasan dan pengin magabut saja?

Buat yang usianya sudah kepala 3, langkah konkret kudu segera diambil. Sebelum usia menggerogoti tak terasa, tahu-tahu sudah kepala 4 tapi masih staf. Jangan sampai, ya!

[Baca: 7 Nasihat Karir Buat Usia Kepala 2 Biar Gak Menyesal di Kemudian Hari]