Kalian Mau Jadi Sukses atau Siap Sukses? Ayo Cek di Sini Dulu Deh

Semua orang pasti mau jadi sukses. Tapi apakah mereka siap sukses? Belum tentu.

Mau dan siap sukses ada bedanya. Mau makan, misalnya, berarti dia sudah lapar. Tapi belum tentu sudah ada makanan tersedia.

Dan, jika belum ada makanan, belum pasti ada dana buat beli makan. Itu karena dia baru berada pada tahap mempunyai keinginan.

Punya keinginan belum tentu siap meraihnya. Bahkan bisa saja keinginan itu hanya menjadi angan-angan, gak pernah bisa terwujud.

Sedangkan jika sudah siap makan, berarti makanan telah tersedia di meja makan. Jikapun belum tersedia, kantong bisa dirogoh buat ambil uang dan beli di warung.

Sebab, semua sudah disiapkan. Bukan selonjoran saja sambil berangan-angan makan steak atau pecel lele.

Perumpamaan itu bisa digunakan untuk mengetahui diri kita masing-masing. Siap sukses, atau sekadar mau sukses?

Untuk melihatnya, kita bisa mengecek tindakan dan kebiasaan kita selama ini. Berikut ini ciri-ciri orang yang siap sukses.

1. Gak meleng

Jika sudah siap sukses, mestinya gak membiarkan sedikit pun waktu terbuang sia-sia buat hal gak perlu. Sebaliknya, sebisa mungkin berusaha mencari waktu untuk terus mengasah diri demi kesuksesan.

Mau jadi sukses
Contoh deh petani. Mau panen sukses, ya harus siap kerja keras di sawah. Bukan main Farmville (aktivitas petani/Indonesian Way)

Misalnya ingin jadi pengusaha. Mending ikut seminar wirausaha ketimbang pesta-pesta di waktu yang sama. Atau ingin segera naik jabatan, mending pulang agak telat untuk mengerjakan tugas-tugas daripada buru-buru balik lalu tugas terbengkalai.

2. A ya A

Ketika udah pasang target A, ya fokus dulu ke situ. Bukan di tengah jalan pindah ke B karena ada sedikit rintangan. Lalu malah pindah ke C, D, terus balik lagi ke A gara-gara suatu hal.

Contohnya mau jadi artis pemeran, belajar deh teater. Tapi ketika tampil dalam teater musikal dan ada yang bilang suaranya bagus, eh, malah banting setir pengin jadi penyanyi.

Mau jadi sukses
Kadang kesuksesan butuh waktu lama, tergantung pada persiapan kita (pria di puncak gunung/entrepreneurs.com)

Padahal karir aktingnya lagi menanjak, meski belum ada tawaran main film. Bukan berarti di bidang baru pasti gagal, tapi harus lihat situasi ketika mengalihkan target. Bukan sedikit-sedikit berubah haluan, malah gak sampai-sampai.

3. Proaktif

Target dipatok bukan buat dielus-elus atau digembar-gemborkan. “Gue pengin jadi CEO,” begitu yang dikatakan ke setiap orang. Tapi gak ada sedikit pun upaya yang terlihat buat mewujudkan keinginan itu.

Tahu gak, orang lebih menilai tindakan ketimbang omongan. Jika bermimpi jadi CEO, tunjukkan dengan kinerja mumpuni. Aktif dalam rapat, gak pernah telat atau bolos ke kantor. Menyelesaikan tugas tepat waktu.

Kalau sudah begitu, orang-orang gak perlu mendengar kata-kata impianmu. Mereka pasti berkomentar, “Wah, ni orang rajin banget pasti cepet naik tingkat, mau jadi CEO kali ya.”

4. Tahu diri

Orang yang siap sukses bisa menempatkan diri. Target kesuksesan mestinya disesuaikan dengan kapasitas diri, gak muluk-muluk.

Misalnya ingin menjadi penyanyi, tapi kualitas vokal gak memadai. Kalau coba-coba ikut kompetisi nyanyi di tivi, malah bisa malu sendiri. Mending latih dulu kemampuannya.

Mau jadi sukses
Orang bisa sukses terkadang butuh dorongan, baik itu dari diri sendiri maupun orang lain (bahu membahu/Viva)

Kesuksesan umumnya berbanding lurus dengan tindakan kita sehari-hari. Jika yang dipunyai kemauan belaka, belum cukup untuk menggapai kesuksesan.

Kemauan itu mesti diimbangi dengan tindakan untuk menyiapkan diri. Jika omdo alias omong doang tanpa tindakan, gak bakal bisa merengkuh kesuksesan. Contohnya, seperti yang disebutkan di atas.

Kalau sudah membaca penjelasan di atas, gimana. Sudah bisa mengkategorikan diri, mau atau siap sukses?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Anggapan Salah Tentang Menjadi Pengusaha Sukses]

[Baca: Mau Punya Bisnis Sukses Gak Harus Sekolah Bisnis Dulu Kok, yang Penting…]

[Baca: Jangan Harap Bisa Jadi Orang Sukses Kalau Masih Punya 5 Hal Ini]