Kalau Sudah Tahu Cara Merencanakan Keuangan, Karyawan Gak Perlu Khawatir Soal Pensiun

Dalam beberapa kali acara pelatihan yang dibawakan oleh tim Finansialku di perusahaan-perusahaan, tampak kekhawatiran dari para peserta mengenai masa pensiun.

Walaupun peserta masih usia muda, mereka sudah mulai memikirkan kehidupan saat pensiun.

Kekhawatiran tersebut bukan hal yang aneh, karena seseorang yang pensiun akan kehilangan pekerjaan dan tentu saja penghasilan bulanan.

Sedangkan pengeluaran bulanan bisa jadi bukannya berkurang malah bertambah. Semisal pengeluaran untuk kesehatan. Mungkin pengeluaran yang berkurang di masa tua adalah biaya untuk anak ya.

[Baca: Memasuki Usia Pensiun Bukan Halangan Buat Bisa Produktif Lagi Begini Caranya]

Jika kamu kebetulan berprofesi sebagai HRD atau bagian People Development pasti sudah memahami kondisi tersebut.

Pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dari zaman dahulu hingga sekarang adalah melakukan training psikologi, motivasi dan bisnis untuk karyawan yang akan pensiun. 

Pertanyannya, menurut kamu apakah pelatihan tersebut cukup efektif untuk karyawan-karyawan yang menjelang pensiun?

cara merencanakan keuangan
Hayooo perhatikan ya mas dan mbak, supaya ngerti nanti hehehe

 

Ternyata pendekatan seperti itu sudah mulai ditinggalkan, karena sudah gak relevan di zaman modern. Sebagai perencana keuangan, kami mempelajari dari kisah-kisah pensiunan yang sukses dan menganalisis nasehat keuangan para ahli keuangan di Amerika.

Kebanyakan dari mereka sepaham dengan ide: “Jangan pernah bergantung pada satu sumber penghasilan”.Kalimat ini adalah nasehat keuangan yang disampaikan oleh Warren Buffet. Orang terkaya nomor 2 di dunia tahun 2016, versi majalah Forbes.

Beliau menyarankan jangan pernah bergantung pada satu sumber penghasilan. Tapi, permasalahannya adalah: manajemen perusahaan tentu ingin karyawan fokus dengan satu pekerjaan atau profesi.

[Baca: Setelah Pensiun Mau Beli Usaha Franchise Cermati Dulu Untung Ruginya]

Contoh, katakanlah ada seorang karyawan bernama Heru yang bekerja dari Senin hingga Jumat di kantor. Coba bayangkan jika heru bekerja lagi setelah jam kantor atau bekerja tambahan di akhir pekan. Pasti akan dapat mempengaruhi kinerjanya di kantor dong. Bisa-bisa kerjaan kantor gak selesai.

Lalu apa solusinya? Di satu sisi karyawan butuh meningkatkan penghasilan, tetapi di sisi lain gak boleh mengurangi efektifitas kerja di kantor. Jawabannya adalah tambah penghasilan, tetapi bukan penghasilan aktif, melainkan penghasilan dari hasil investasi dan pendapatan pasif. Coba perhatikan grafik di bawah ini:

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 (Pendapatan) - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Grafik di atas, menggambarkan bahwa seseorang sebenarnya memiliki 3 potensi penghasilan:

1. Potensi 1 : penghasilan aktif (gaji, bonus, tunjangan)

2. Potensi 2 : penghasilan dari hasil investasi.

3. Potensi 3 : penghasilan pasif

Jika kita ibaratkan sistem tersebut sebagai kendaraan, maka kendaraan tersebut memiliki 3 mesin. Jika ada salah satu mesin yang mengalami kerusakan, kendaraan tersebut masih tetap dapat berjalan karena didukung oleh 2 mesin lainnya.

Ketika seseorang memiliki lebih dari satu sumber pendapatan, maka orang tersebut masih dapat hidup tanpa adanya gaji atau penghasilan aktif. Permasalahannya, kebanyakan orang hanya memiliki satu sumber penghasilan yaitu: penghasilan aktif.

Saat seseorang pensiun, orang tersebut akan kehilangan sumber penghasilan aktif. Jika orang tersebut gak memiliki penghasilan dari hasil investasi atau penghasilan pasif, maka orang tersebut akan khawatir dengan hari tuanya.  

Menurut kami, perusahaan perlu mempersiapkan bekal untuk pensiun, dengan memperkenalkan beberapa jenis penghasilan. Para karyawan perlu mengenal 2 mesin penghasilan selain penghasilan aktif.

[Baca: Kalau Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini Kira-kira Gimana Ya]

cara merencanakan keuangan
Merah dan biru pasti senang deh lihat warna-warni ini hehehe

 

Sejak usia muda, karyawan perlu mengenal investasi dan penghasilan pasif. Di Finansialku kami mempercayai bahwa pendekatan inilah yang relevan dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan saat ini.

 

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

 

logo finansialku

 

 

Image Credit:

  • http://1.bp.blogspot.com/-do77S59DW2Y/UwMU30uobmI/AAAAAAAASgI/NmIJNLu06eU/s1600/P1320234–.jpg
  • http://www.galamedianews.com/media/news/150616092211-ini-tips-mengatur-keuangan-selama-ramadan.jpg