Kalau Suami Sudah Pinjam Uang Online, Bolehkah Mengajukan Kredit Baru atas Nama Istri?

Suami sudah punya tanggungan utang dari pinjam uang online. Apakah istri bisa dapet utangan baru atas nama sendiri?

Pertanyaan itu kadang diajukan pasutri yang lagi galau dalam soal keuangan. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Kalau istri sudah pinjam uang, apa suami bisa tambah utang baru?

Jawabannya sih simpel. Boleh-boleh aja kalau mau nambah utang. Tapi…. ada tapinya… yakin bisa bisa bayar keduanya?

Bank punya pertimbangan tersendiri ketika menerima aplikasi pinjaman. Entah itu pinjam uang online atau offline, bank akan memeriksa kemampuan bayar kita.

Itulah sebabnya bank meminta kita memberikan salinan slip gaji dan rekening bank. Juga informasi apakah ada utang lain yang sedang ditanggung.

Di sinilah kejujuran kita diuji. Kita mungkin lagi gak punya utang. Tapi bila pasangan, baik istri maupun suami sedang ada tanggungan, mestinya ya bank dikasih tahu.

pinjam uang online
Gimana sih mas, minjem duit pake KTPku kok gak bilang-bilang (suami istri/Vashikaranexpert)

Ini demi kebaikan sendiri kok. Bank akan memberi pinjaman kepada nasabah yang dinilai benar-benar mampu melunasinya.

Bila kita bohong demi mendapat utangan, siap-siap saja terima dampaknya. Bisa-bisa keuangan kena masalah di kemudian hari, dan kita pun kena jerat utang.

Cara Bank Menilai Aplikasi Pinjaman

Setiap bank punya prosedur tersendiri untuk menilai aplikasi pinjaman. Tapi mereka punya rumus umum, yakni cicilan per bulan debitur gak boleh lebih dari 30 persen penghasilan.

Kalau pinjam uang online ataupun offline suami istri, ya hitungan penghasilan digabungkan. Misalnya suami dan istri sama-sama punya gaji Rp 5 juta. Berarti total penghasilan Rp 10 juta.

Si suami sudah pinjam uang online Rp 20 juta dengan cicilan Rp 2 juta per bulan. Si istri mau pinjam uang lagi dengan angsuran Rp 1 juta tiap bulan.

pinjam uang online
Soal jumlah pinjaman juga harus dipikirkan. Tapi yang lebih utama adalah tahu dulu tujuan mengapa kamu harus meminjam dana (pinjam uang/crosswalk)

Berarti total angsuran keduanya Rp 3 juta. Itu pas 30 persen dari total penghasilan digabung. Besar kemungkinan bank akan mengabulkan aplikasi pinjaman si istri.

Adapun bila istri mau nambah utang dengan angsuran Rp 2 juta, peluang dikabulkan lebih kecil. Bank gak mau ambil risiko menghadapi kredit macet.

Cara ini berlaku buat nasabah yang berstatus pegawai, profesional, ataupun wiraswasta. Kalau pegawai, ya bank akan menghitung gaji. Kalau profesional atau wiraswasta, yang dihitung adalah catatan penghasilan dari usaha atau bisnis.

Bagaiamana Kalau Ada Perjanjian Pranikah?

Nah, ini juga mesti diperhatikan. Perjanjian pranikah menandakan adanya pemisahan harta, juga utang.

Bila ada perjanjian pranikah, utang suami ya tanggung jawab suami. Demikian juga sebaliknya, utang istri ya jadi urusan istri.

Dengan begitu, saat suami sudah ada pinjaman dan istri mau nambah, ya monggo saja. Tinggal diinformasikan saja soal perjanjian pranikah itu ke pemberi pinjaman.

Bank umumnya akan memisahkan harta suami saat menilai aplikasi istri yang punya perjanjian pranikah. Jadi, suami punya utang atau gak, gak begitu berpengaruh ke pinjaman istri.

Syarat Lain

Dari sini, jelas kalau kemampuan bayar mutlak diperhatikan bila suami sudah pinjam uang online maupun offline, dan istri mau cari pinjaman lagi. Namun jangan cuma berfokus pada rasio utang dan penghasilan.

Syarat lain juga mesti dipenuhi. Berkas sudah jelas mesti lengkap. Tapi yang sering terlupakan adalah riwayat kredit atau pinjaman dalam catatan Bank Indonesia, yang lebih dikenal sebagai BI checking.

pinjam uang online
Kalau akhirnya bakal pinjam uang online, pilih lembaga yang diawasi OJK ya (pinjam uang online/12 month loan in uk)

Dalam hal ini, baik suami maupun istri harus punya riwayat kredit yang baik. Artinya, gak sedang kena masalah utang.

Misalnya suami ada tunggakan cicilan. Atau malah si istri yang punya tunggakan pinjaman tapi masih mau cari pinjaman lagi. Bank ataupun penyedia jasa keuangan lainnya bakal berat memberikan pinjaman baru.

Kesimpulan

Dari penjabaran di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa suami dan istri bisa saja berutang atas nama sendiri-sendiri. Namun sebaiknya diomongkan bersama sebelum memutuskan mau ambil pinjaman.

Diskusi ini bertujuan memastikan segala hal di atas terpenuhi dulu. Terutama soal rasio pinjaman dan penghasilan.

Gak peduli seberapa gampangnya pinjam uang online, tetap harus ada rencana sebelum mengajukan. Apalagi yang hendak meminjam adalah istri dan suami, sebuah keluarga. Gak mau dong bahtera rumah tangga karam gara-gara masalah keuangan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Awas! Jebakan Pinjaman Rentenir Online, Jangan Cuma Asal Cepat Cair Saja]

[Baca: Pinjam Uang Online dengan Jaminan KTP Doang: Gampang Ajuinnya, Tekor Bayarnya!]

 [Baca: Ini Dia Cara Gampang dan Cepat Dapetin Pinjaman]