Kalau Kamu Punya Kartu BPJS Tak Perlu Takut Jadi Korban PHK

Orang miskin enggak boleh sakit. Bisa jadi sindiran itu sudah menjadi masa lalu. Sekarang semua orang bisa berobat tanpa khawatir pening memikirkan cara melunasi biayanya. Yang penting, punya kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

BPJS sendiri merupakan realisasi dari amanat Undang-Undang No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Aturan itu menegaskan jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk. Pelaksanaannya diserahkan kepada BPJS yang sudah beroperasi sejak 1 Januari lalu. (*Ref 1)

Karena sifatnya wajib maka semua orang Indonesia berhak mendapatkan BPJS. Termasuk di sini adalah para pekerja atau karyawan.

Sebaiknya disarankan agar pekerja mendaftar BPJS melalui perusahaan karena preminya hanya 0,5 persen dari upah atau di kisaran Rp 6 ribu per bulan dan sisanya ditanggung perusahaan. Sebaliknya, jika mendaftar atas nama pribadi maka pungutannya lebih besar.

Bagaimana bikin Kartu BPJS?

Bagi karyawan swasta, pendaftaran BPJS bisa melalui perusahaan. Baru kemudian perusahaan meneruskan ke kantor BPJS Kesehatan.

Nantinya, perusahaan yang membayar iuran sebesar yang sudah ditentukan pemerintah ke bank yang ditunjuk BPJS Kesehatan, yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Begitu mendapat konfirmasi, maka kartu BPJS akan diberikan ke perusahaan untuk kemudian diteruskan ke karyawan.

Lain halnya yang non karyawan seperti wiraswasta, investor, petani, nelayan, pedagang keliling, dan lainnya, pendaftaran bisa dilakukan dengan langsung mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Tinggal isi formulir dan menyertakan kartu identitas diri. Pendaftaran juga bisa dilakukan via online.

Khusus bagi pekerja, BPJS sangat membantu untuk mendapatkan hak pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk. Di samping pekerja sendiri, BPJS juga berlaku untuk istri dan maksimal dua anak.

Tambahan lagi, bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, hak-hak mendapatkan pelayanan kesehatan tak secara otomatis gugur. Selama enam bulan ke depan, mereka yang di-PHK tetap ditanggung dan tak perlu membayar premi bulanan.

Adanya BPJS sebenarnya juga membantu bagi para pekerja kantoran yang ingin banting stir membuka usaha sendiri. BPJS bisa menggantikan fasilitas jaminan kesehatan yang didapat dari perusahaan.

Lagi pula iurannya pun sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 55 ribu per bulan. Kadang faktor jaminan kesehatan inilah yang membuat seorang berat melepas  status pekerja kantoran dan fokus di bisnis.

[Baca: Pentingnya Asuransi Bagi Masa Depan Keuangan Anda]

*Ref 1: http://www.depkes.go.id/pdf.php?pg=JKN-SOSIALISASI-ISI_FA_REV