Kalau Gak Mau Menyesal di Kemudian Hari, Ini 4 Bukti Bahaya Memiliki Utang

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com

Manusia hidup nampaknya sulit untuk terhindar dari yang namanya utang ya. Gak perduli yang berpenghasilan besar atau kecil, semuanya pernah terlibat utang.

Lalu sebenarnya ngutang itu bahaya atau gak sih? Toh negara saja berutang. Bahkan Amerika yang dikenal superkuat itu juga punya utang di mana-mana.

Betul, utang itu adalah salah satu roda penggerak ekonomi negara. Juga manusia individu yang tinggal di dalamnya. Artinya, secara hakikat utang itu gak buruk dan bahaya, meski sebisa mungkin dihindari.

[Baca: Gak Punya Dana Darurat Siap-siap Deh Menumpuk Utang]

Eits, jangan senang dulu. Yang bikin bahaya memiliki utang justru yang punya utang itu sendiri. Entah itu utang kartu kredit, utang modal usaha ke bank, atau utang nasi warteg, wajib dibayar.

Tapi, dasar manusia, ada saja yang gegabah dalam memutuskan berutang. Padahal kewajiban orang punya utang itu gede banget. Butuh disiplin dan komitmen loh untuk berutang.

Jadi, utang yang membahayakan hidup itu yang kayak gini nih:

1. Utang tanpa rencana

Kamu mau malem mingguan aja pasti direncanain kan. Masak sih utang gak pakai rencana?

bukti bahaya memiliki utang
Ayoo jangan malas, duduk dulu dan tung-itung sebelum ngutang

Sedikitnya ada 2 komponen yang wajib masuk dalam rencana utang:

– Mau utang berapa besar

– Sanggup bayar lunas berapa lama

Nah, besar-kecilnya jumlah utang bergantung pada kebutuhan dan kemampuan finansial kita.

Begitu juga soal tenor alias periode pelunasan. Cek lagi berapa banyak yang bisa kita sisihkan dari pemasukan tiap bulan khusus untuk bayar utang. Pastikan keuangan gak morat-marit hanya buat bayar utang.

[Baca; 6 Kebiasaan Menyepelekan Keuangan Ini Bakal Menimbunmu dalam Tumpukan Utang]

2. Utang jadi tabungan

Aneh, tapi nyata. Ada yang memperlakukan kartu kredit dan kartu debit sama. Padahal namanya aja udah beda. Saldo kartu debet bergantung pada jumlah tabungan kita di bank terkait. Sedangkan saldo kartu kredit tergantung limit alat bayar tersebut.

Kalau bayar pakai kartu debit, otomatis duit di tabungan berkurang. Beda kasusnya kalau pakai kartu kredit. Sekali gesek, berarti beban tagihan bertambah. Dan tagihan itu kudu dilunasi tepat waktu, gak menguap dengan sendirinya.

Lebih konyol lagi yang pakai utang buat foya-foya. Beli ini-itu dari duit hasil utangan. Giliran datang tagihan, puyeng sendiri.

bukti bahaya memiliki utang
Oooh nooo, barag segitu banyak bat apa mbak hehehe

3. Utang buat lunasin utang

Kalau yang ini gali lubang tutup lubang ini namanya. Cari utang baru buat lunasin utang lama. Iya, utang lunas. Tapi muncul beban utang yang baru dong. Mau hidup dengan cara begini terus? Sampai kapan? Emangnya mau dikejar utang sampai mengganggu kenyamanan keluarga di rumah?

[Baca: Menutup Utang dengan Utang Memang Bahaya Tapi Perhatikan Dulu 5 Hal Ini]

4. Utang dibawa lari

Lari yang benar tuh bawa tongkat estafet ya. Biar berprestasi di atletik. Jangan utang yang dibawa lari. Selain terancam debt collector, kita bisa jadi hidup gak tenteram. Mau ke mana-mana takut ketahuan, meski sikap main serobot debt collector sebenarnya dilarang dalam hukum.

Namanya utang ya mesti dibayar sampai lunas. Kalau dibawa lari, utang itu bakal menjelma jadi bahaya yang mengancam kita seumur hidup. Hiy seram!

Nah, udah paham kan kalau utang itu baik jika yang berutang bertanggung jawab. Harus banget tahu langkah yang mesti diambil sebelum memutuskan ngutang. Bukan asal ngutang demi gaya hidup. Kecuali emang mau membuktikan bahwa ada bahaya memiliki utang.

 

 

 

Image Credit:

  • http://inhusatu.com/assets/berita/46683772653-16100257445_383d8db439.jpg
  • http://tango.image-static.hipwee.com/wp-content/uploads/2015/02/npNh1FMJgWrmq01bfYysGzuD4pX-750×422.jpg