Kalau Bisa Kredit Kendaraan Kenapa Paksakan Tunai

Zaman sekarang, apa sih yang tak bisa dikredit? Termasuk mobil, baik yang bekas maupun baru. Gilanya lagi, promo kredit mobil belakangan ini makin gila-gilaan saja. Mulai dari diskon yang menggoda iman sampai klaim-klaiman bunga kredit mobil paling rendah. Meski begitu, soal urusan down payment mesti ikuti ketentuan Bank Indonesia yang  mengatur besaran Loan To Value (LTV) alias Down Payment (DP) Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

 

Bagi sebagian orang, membeli mobil lewat kredit dinilai sebagai solusi memenuhi kebutuhan akan mobilitas. Maklum, tak semua orang punya kondisi keuangan yang mumpuni beli mobil dengan cara tunai. Nah, kredit memungkinkan siapa saja memiliki mobil meski uang belum mencukupi.

 

Hanya di sisi lain, mereka yang sebenarnya mampu membeli mobil secara tunai ternyata suka opsi kredit juga. Bukan masalah pada pelitnya atau lebih suka berutang, tapi ada beberapa alasan logis kenapa beli mobil secara kredit punya keunggulan daripada tunai. Apa saja itu? Simak di bawah ini.

Beli tunai kuras tabungan

Nilai tabungan di rekening mencukupi untuk beli tunai. Tapi ingat, harga mobil baru itu di kisaran di atas Rp 100 juta. Jika seluruh dana itu di tabungan ditarik, maka saldonya bakal menipis. Padahal, para pakar perencanaan keuangan selalu menganjurkan untuk punya dana cadangan untuk keperluan darurat.

 

Di sinilah peran kredit mobil. Lewat kredit, seseorang akan dimudahkan pengaturan keuangannya dalam pemenuhan kebutuhan yang sifatnya urgen dan di saat bersamaan bisa memenuhi keinginan punya mobil baru.

Beban suku bunga

Hal yang selalu melekat dalam pembelian secara kredit adalah beban suku bunga. Bahasa gampangannya, bunga itu menjadi bayaran ‘jasa’ dari nasabah ke lembaga keuangan yang sudah berbaik hati meminjamkan uang. Mau tak mau, dalam memilih opsi kredit sebaiknya fokus pada pengenaan bunga. Perhatikan juga jenis bunganya apakah tetap (flat) atau mengambang (floating).

 

Masing-masing jenis bunga ada plus minusnya. Hanya yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah kemampuan membayar angsuran tiap bulan. Mereka yang berpendapatan tetap mungkin mudah menyisihkan sebagian untuk angsuran. Sedangkan yang berpendapatan tak tetap sebaiknya sudah merencanakan dengan matang alokasi angsuran sejak dini.

Perhatikan biaya pemeliharaan dan pajak

Pajak dan biaya servis secara otomatis mesti diperhatikan sebagai pengeluaran yang wajib dipenuhi. Membayar pajak kendaraan tiap tahun adalah kewajiban setiap pemilik mobil. Begitu pula biaya servis dalam rangka pemeliharaan mobil. Apakah dua jenis pengeluaran ini sudah diantisipasi jika memilih opsi kredit.