Jual dengan Cara Beda! Ini Kisah Sukses Pempek Finfin

Pempek, makanan olahan ikan tenggiri dan tepung sagu asal Palembang digemari masyarakat dan gampang ditemukan di kota-kota besar lain. Salah satunya, resep Pempek Finfin.

Pempek Finfin yang dikelola Finna Auliana emang dikenal enak banget. Gak salah kalau Pempek Finfin jadi salah satu Best Midnight Meals di aplikasi Go-Food pada tahun 2016.

Saat itu, salah satu outlet Pempek Finfin ramai ojek online sampai membuat tetangganya protes karena lingkungan ramai banget hingga tengah malam.

Bagaimana usaha rumahan ini bisa sukses dan meraup omzet yang banyak? Yuk, simak kisahnya di sini:

Bermula dari resep pempek rumahan

Bermula dari usaha rumah tangga, pemilik Pempek Finfin selanjutnya memiliki beberapa gerobak. Pemilik usaha ini emang berasal dari Palembang bernama Finna Auliana. Dulu dia berprofesi sebagai karyawan perbankan.

Terpikir membuat usaha, Finna mencoba berjualan pempek. Saat itu, dia memulai usaha rumah tangga tersebut dengan modal gerobak di depan rumah aja.

“Cuma mengandalkan modal Rp 2 juta dengan keuntungan awal sekitar Rp 500 ribu,” kata Finna kepada MoneySmart seraya mengungkap baru mencoba ikut bazar setelah punya beberapa gerobak.

Metode MLM untuk memperluas pasar

Respon pasar sangat positif karena resep pempek buatan Finna yang emang enak banget! Sayangnya, Finna malah kelelahan karena banyaknya pembelian. Namun, dia gak patah-arang.

Di sinilah letak keunikan usaha pempek yang dijalani Finna. Karena gak sanggup menjalankan bisnis tersebut sendiri, dia mengubah cara kerjanya. Salah satunya, mulai manajemen baru.

Awalnya, Finna memanfaatkan rekomendasi teman. “Strategi word of mouth gitu,” ujarnya.

Dari situ, Finna bikin program reseller. Bahkan, dia bikin kayak sistem MLM yaitu reseller get reseller. Dengan metode tersebut, Finna berharap bisa mengatasi rasa capek yang dialaminya selama ini.

Finna pun menerapkan dua metode. Pertama, merek Pempek Finfin yang sedari awal dibuka dalam bentuk gerobak akhirnya dibikin franchise. Dia bersama para reseller bekerja sama sebagai mitra. Mitralah yang membukakan outlet buat brand tersebut.

Yang kedua, Finna mencoba berjualan online. Brand selanjutnya yang dia bikin masih dari produk sama, yaitu dari resep Pempek namun dengan sedikit modifikasi.

Bernama Pempek Alicia yang menyasar ke pasar anak muda, harga makanan ini lebih murah daripada Pempek Finfin.

Pempek Alicia dijalankan Finna dengan sistem reseller online. Jadi, reseller gak perlu buka outlet, melainkan bisa mendaftarkan diri ke Finna maupun upline buat menjual produk pempek tersebut.

Tips bisnis sang pemilik usaha

Finna Auliana pengelola pempek Finfin (Dok pribadi)
Finna Auliana pengelola pempek Finfin (Dok pribadi)

Mewujukan ide bisnis inspiratif, Finna pun memberikan tips untuk kamu yang ingin mengikuti jejaknya.   

“Bisnis itu jangan sendiri, semakin banyak yang berkolaborasi maka semakin besar jaringan kita,” imbuhnya.

Terbukti, usaha pempek Finna gak cuma besar karena resep pempeknya yang lezat, tapi juga karena menerapkan prinsip kolaborasi yang jadi landasannya berbisnis.

Gak heran, Finna bisa meraup omzet Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan per bulan. Bahkan, angka tersebut bisa lebih meroket lagi saat bulan puasa, Natal, dan tahun baru. Padahal, usaha tersebut baru dimulai Finna tahun 2016.

Selain itu, Finna juga berbagi tips lain untuk para pebisnis maupun calon pebisnis agar bisa berhasil.

“Fokus, jeli melihat peluang, dan update,” ungkapnya.

Yang pertama, Finna menganjurkan pengusaha buat fokus pada produk yang kamu jual. Jadi, kamu gak cuma sekadar ikut-ikutan tren aja, melainkan bikin produk yang emang kamu bisa. Dia juga mengajak pebisnis jeli melihat peluang, apalagi yang kompetitornya sedikit.

Finna juga gak menampik, yang membuat usahanya besar adalah teknologi. Karena itu, dia menasihati untuk update pengetahuan bisnis, dan melek teknologi.

Kamu bisa banget menerapkan beberapa tips dan mungkin mencoba metode yang dilakukan Finna dalam berbisnis.

Ingin mencoba Pempek Finfin? Kamu bisa datangi salah satu outlet mereka di alamat: Jl. Maskoki III No.12, RT.3/RW.5, Jati, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 13220. (Editor: Chaerunnisa)