Jika Mengalami 5 Hal Ini, Segera Pinjam Dana untuk Bisnismu

Walaupun sudah berhasil mengembangkan bisnis dari modal sendiri, ada saat-saat tertentu di mana kamu harus pinjam dana buat berbisnis. Perkara pinjam dana bukan berarti lagi gak ada duit, tapi lebih berfungsi untuk mengatur keuangan.

Memang sih, pengeluaran bakal nambah karena ada cicilan utang perbulan. Tapi kalau pendapatan dari bisnismu bisa menutup pengeluaran itu, kenapa tidak?

Pastinya, prioritaskanlah pinjaman dana untuk keperluan produktif bisnismu. Biar makin jelas, berikut adalah saat-saat yang tepat bagimu untuk pinjam dana buat berbisnis. Yuk disimak!

1. Saat akan membuka cabang baru

pinjam dana
Gak usah jauh-jauh deh, Es Teler 77 saja sudah punya cabang di luar negeri (Es Teler 77/Panduwisata)

Ketika penjualan meningkat drastis, ekspansi bisa kamu lakukan untuk menggenjot omzet agar bisnismu gak mengkerut di masa depan. Ekspansi bisa saja berbentuk pembukaan cabang di lokasi-lokasi baru.

Mungkin tindakan ini bisa dilakukan dengan menggunakan dana kasmu. Tapi ingat baik-baik, kamu masih butuh dana untuk operasional bukan? Gak salah pastinya untuk pinjam dana, asalkan kamu sudah punya perhitungan yang mantap.

2. Saat harus menambah pegawai

Menambah pegawai untuk efisiensi kerja juga harus dipertimbangkan matang-matang. Banyak hal yang harus kita pikirkan ketika kita ingin merekrut seseorang ke tim kerja kita.

Selain gaji, banyak embel-embel lain yang tentunya bakal jadi biaya. Sebut saja, uang tunjangan hari raya alias THR, premi asuransi, fasilitas reimbursement, dan bonus apabila ia tergolong rajin.

3. Saat ingin menambah peralatan kerja

Menambah peralatan kerja juga erat kaitannya dengan ekspansi. Misalnya kamu memiliki bisnis laundry, dan kamu butuh mesin cuci yang lebih besar untuk menambah kapasitas pakaian. Sah-sah saja kok bila mau meminjam dana, toh kamu bisa mendapat keuntungan yang lebih besar bukan?

pinjam dana
Semua pasti tahu kalau laundry adalah bisnis yang gak pernah mati. Ada kalanya minjam uang demi nambah mesin laundry biar omzet pun meroket (mesin laundry/Machinelaundry)

Atau kamu menjalankan bisnis kuliner dan kamu butuh oven baru, alat masak, juicer, dan lainnya. Pasti gak murah, kan?

Yang salah adalah kalau kamu bela-belain pinjam dana untuk beli barang yang gak perlu-perlu amat di tempat usahamu. Seperti kursi pijat elektronik, game console, atau barang-barang yang sifatnya untuk hiburan. Untuk barang-barang itu, lebih baik pakai duit pribadimu aja.

4. Saat cashflow di tempat usahamu kurang baik

Cashflow atau aliran keluar-masuk uang, merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan seluruh pemilik bisnis. Sehat atau tidaknya cashflow sangat menentukan kelangsungan bisnis.

Kamu boleh saja pinjam dana apabila cashflow perusahaanmu sedang tidak bagus. Misalnya ada klien yang belum bayar jasa perusahaanmu di akhir bulan. Padahal kamu harus menggaji karyawan dan belanja peralatan saat itu juga. Nah, pinjam dana bisa jadi solusi yang efektif.

Ketika klienmu akhirnya bayar utang, maka kas perusahaan pun akan kembali sehat. Jika memungkinkan, kamu juga bisa langsung melunasi pinjaman tersebut, kan.

5. Saat kekurangan dana darurat

Gak cuma kamu yang butuh dana darurat, bisnismu pun butuh lho. Kamu gak bisa prediksi kan apa yang bakal terjadi ke depan.

Jika kantormu tiba-tiba terkena musibah banjir dan butuh renovasi, sudah pasti kas akan terkuras untuk hal itu. Sementara itu kas tentu kamu butuhkan untuk dana operasional. Nah, di saat seperti inilah dana pinjaman bisa kamu manfaatkan untuk jaga-jaga.

pinjam dana
Bukannya ngedo’ain biar kena banjir ya, tapi musibah seperti apapun bisa saja terjadi. Pinjam dana untuk renovasi boleh saja dilakukan (kebanjiran/asuransi 88)

Jadi gimana nih, sudah paham kan akan urgensi pinjam dana buat berbisnis? Pada intinya, meminjam dana itu gak salah asalkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Kalau memang punya rumah maupun kendaraan, bisa juga dijadikan jaminan pinjaman. Jumlah pinjaman pun ditentukan dari nilai jaminan. Ini namanya kredit multiguna dan bunganya biasanya lebih rendah dari jenis pinjaman lainnya. Pas kan jika kamu ingin mengembangkan bisnismu ke skala yang lebih besar?  

Percaya deh, kalau keuangan dalam bisnismu sehat, pasti masa depannya pun lancar. Sukses terus ya!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Resign untuk Fokus Berbisnis? Pertimbangkan Dulu Untung-Ruginya]

[Baca: Kalau Udah Paham Sama 4 Hal Ini, Pasti Udah Siap Berbisnis]

[Baca: Modal Usaha Kurang? Begini Caranya Dapat Dana Tambahan]