Jetlag Saat Dinas ke Luar Negeri? Atasi Dengan Hal Ini

Perjalanan bisnis mestinya menyenangkan secara lahir dan batin. Apalagi dinas ke luar negeri.

Selain menyelesaikan tugas dari kantor, bisa sekalian pelesiran. Atau bila waktunya mepet, setidaknya bisa jalan-jalan ke sekitar hotel dan foto-foto narsis.

Gak apa-apalah menyenangkan diri saat dinas ke luar negeri. Asalkan pekerjaan diselesaikan dulu. Kalau gak, karir malah bisa terhambat.

Namun perjalanan bisnis ke luar negeri sering bikin puyeng kepala, terlebih jaraknya jauh dan waktunya selisih banyak. Nah, kondisi badan yang lemah, letih, dan lesu akibat perbedaan waktu itu dinamakan jetlag.

Saat mengalami jetlag, jangankan happy-happy di lokasi. Bisa-bisa tujuan bisnis malah terganggu.

Ketika mestinya meeting dengan klien tapi badan lesu, misalnya. Pikiran jadi gak fokus, atau justru gak bisa datang ke lokasi meeting gara-gara tepar.

Untuk mengantisipasi jetlag saat dinas ke luar negeri, langkah berikut ini bisa dipraktikkan:

1. Tidur lebih awal kalau menuju barat

Makin ke barat, selisih waktu makin lebar. Artinya, waktu yang termakan selama dalam perjalanan makin banyak.

dinas ke luar negeri
Duh nyenyak banget mas tidurnya, awas jangan mangap ya hehehe (Tidur Pulas / trevelsia)

Contohnya ada di dalam negeri. Pukul 07.00 di Jayapura, Papua, sama dengan pukul 09.00 di Jakarta. Makanya, ketika dari Jayapura berangkat ke Jakarta pukul 07.00, sampai Jakarta bisa pukul 11.00.

Padahal mestinya waktu yang ditempuh 6 jam via udara. Ada pengurangan waktu 2 jam karena perpindahan waktu dari WIT ke WIB. Jadi, waktu istirahat pun lebih sedikit.

Untuk menyiasatinya, tidurlah lebih awal supaya badan gak terlalu capek. Begitu pesawat take-off, langsung tarik selimut. Pas sampai tujuan, badan akan terasa lebih segar.

2. Atur jam tangan

Agar badan dan pikiran gak kaget dengan perubahan waktu, atur jam tangan menyesuaikan dengan waktu tujuan. Secara psikologis, ini berguna untuk membuat rileks.

Tubuh akan beradaptasi sesuai dengan waktu yang ditunjukkan pada jam tangan. Saat malam hari, usahakan tidur meski rasa kantuk belum muncul karena di tempat asal itu adalah siang.

Namun jangan paksakan diri buat tidur karena hanya akan membuat kesal sendiri. Jika terpaksa, bolehlah pakai obat tidur, asal dengan petunjuk dokter.

3. Banyak-banyak minum air putih

dinas ke luar negeri
Minum air putih harus banyak tapi gak segalon juga kelesss (Banyak Minum / qraved)

Dalam tubuh manusia, air punya porsi terbanyak hingga 70 persen. Untuk menjaga konsentrasi dan kesehatan, harus banyak-banyak minum air putih.

Gak perlu air mineral merek tertentu, yang penting asupan air putih cukup, yakni 7-8 gelas per hari. Ingat, kopi dan teh gak dihitung sebagai air meski ada kandungan air di dalamnya.

4. Datang lebih awal

Kalau bisa, usahakan datang lebih awal ke lokasi tujuan. Gunanya adalah badan memiliki lebih banyak waktu untuk beradaptasi.

Cukup 12-24 jam sebelum hari-H, gak perlu sampai seminggu sebelumnya. Tapi boleh juga sih seminggu sebelumnya, kalau memang kantor memberi izin atau dana cukup bila berangkat secara pribadi sebagai pengusaha.

5. Gerak-gerakkan badan

Setiba di lokasi tujuan, segera lakukan olahraga ringan agar badan gak kaku. Gerakkan badan seperti saat pemanasan senam di sekolah dulu.

dinas ke luar negeri
Agar peredaran darah lancar, peregangan dulu biar rileks juga setelah perjalanan jauh (Peregangan / qubicle)

Gak usah sampai cari tempat fitness di sana. Yang penting badan diregangkan agar otot-otot yang kaku selama perjalanan bisa lebih rileks.

Perjalanan bisnis semestinya dimanfaatkan betul buat kelangsungan karir atau usaha. Apalagi sampai ke luar negeri, yang tentunya menguras lebih banyak dana.

Jetlag jelas akan muncul saat dinas ke luar negeri, namun bisa diantisipasi dengan cara-cara di atas. Jangan sampai kondisi badan yang letoy gara-gara jetlag bikin perjalanan bisnis kacau.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pilih 4 Kartu Kredit Terbaik untuk Travel Ini Biar Liburan Lebih Hemat]

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri, Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]

[Baca: Mau Punya Bisnis Sukses Gak Harus Sekolah Bisnis Dulu Kok, yang Penting…]

[Baca: Bisnis yang Sukses Itu Ya Bisnis yang Dijalankan, Ini Alasannya]