Jelang Ramadan, Ayo Makin Giat Beramal dengan Memanfaatkan 5 Situs Fintech Ini

Mendekati Bulan Suci Ramadan, pasti kita mau berlomba-lomba berbuat kebaikan dong. Salah satunya dengan mendonasikan sejumlah harta kita kepada orang yang membutuhkan alias beramal.

Niat beramal sekarang lebih gampang dijalankan berkat kemajuan teknologi. Financial technology atau fintech membantu menangani segala urusan finansial lewat Internet.

Beruntunglah kita yang bisa terhubung dengan jaringan Internet. Masih banyak lho orang-orang, apalagi di daerah pedalaman Indonesia, yang belum terjangkau oleh Internet.

Makanya, mumpung kita masih gampang mengakses Internet, manfaatkan semua fasilitas di dalamnya. Ini termasuk dalam hal menjalankan niat beramal.

Setidaknya ada 5 situs fintech yang bisa kita pakai untuk tujuan yang mulia ini. Jadi jangan beralasan gak ikut beramal karena susah ya, apalagi di Bulan Ramadan!

1. KitaBisa.com

Situs ini menyediakan layanan untuk menggalang dana secara online. Umumnya dana tersebut untuk kebutuhan sosial, termasuk beramal.

makin giat beramal
Cek dulu yang satu ini, selain buat dana usaha, tentunya berbagi juga buat sesama lho! (Kitabisa.com / kitabisa)

Di dalamnya terdapat pilihan program yang bisa kita ambil untuk memberikan donasi. Kita pun bisa membuat sendiri program penggalangan dana.

Misalnya di dekat rumah kita ada banyak anak putus sekolah karena kurang biaya. Kita bisa bikin program untuk menampung donasi warga yang kelak digunakan untuk menyediakan fasilitas belajar-mengajar bagi mereka.

2. WeCare.id

Situs fintech WeCare.id mirip dengan KitaBisa. Perbedaan utama terletak pada fokus program. WeCare lebih mengkhususkan diri untuk program kesehatan. Adapun KitaBisa lebih luas lingkupnya.

Dengan adanya fokus program di bidang kesehatan, artinya dana sumbangan donatur akan digunakan untuk penanganan medis semata. Dalam hal ini, membantu pembiayaan warga yang tengah sakit dan kesulitan melunasi ongkos perawatan atau penyembuhan.

Diharapkan, donasi amal kita lewat WeCare bisa memeratakan peningkatan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.

3. AyoAmal.id

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa situs ini mengajak kita beramal. Bagusnya lagi, gak ribet mau beramal jika lewat AyoAmal.id.

Donasi yang dikumpulkan lewat AyoAmal.id dikhususkan bagi panti-panti sosial di Indonesia, terutama panti asuhan. Bantuan diberikan dalam bentuk bahan pangan.

makin giat beramal
Kalau yang satu ini lebih fokus ke panti asuhan (AyoAmal / youtube)

Di situs AyoAmal tersedia data panti-panti yang terdaftar untuk menerima bantuan. Kita bisa melihat bagaimana dan ke mana donasi disumbangkan lewat laporan yang diberikan dalam bentuk foto maupun video.

4. IndoRelawan.org

Situs ini cukup berbeda dibanding situs-situs fintech untuk amal sebelumnya. Amal yang bisa kita berikan lewat IndoRelawan gak hanya sekadar materi.

Sebab, kita bisa menjadi relawan yang juga menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk gerakan sosial tertentu. Gerakan itu bisa kita pilih ketika mendaftar di situs IndoRelawan.

Kita bisa memilih gerakan itu berdasarkan minat dan lokasi. Lokasi di sini pun gak selalu berupa wilayah tertentu, tapi bisa juga secara virtual alias di dunia maya sehingga kita gak perlu bepergian ke wilayah itu untuk menyalurkan donasi.

5. TurunTangan.org

Nah, situs ini mirip dengan IndoRelawan. Konsepnya adalah memberikan kesempatan bagi kita untuk jadi relawan buat gerakan sosial.

Aksi ini digagas oleh Anies Baswedan yang sekarang menyandang status Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Namun gerakan ini diklaim tidak berhubungan dengan politik.

Dalam pemilihan kepala daerah DKI pun TurunTangan sudah menjelaskan bahwa posisinya netral. Jadi, gak perlu menyambung-nyambungkan amal dengan politik. Apa masih kurang pusing berurusan dengan topik politik di media sosial?

makin giat beramal
Selama motivasinya membantu sesama, lupakan perbedaan apalagi politik ya! (TurunTangan.org / accessify)

Keinginan beramal bisa diwujudkan kapan pun berkat fintech. Namun hati-hati. Harus betul-betul dipahami cara kerja fintech yang memberikan layanan tersebut.

Bisa-bisa ada masalah dalam penggalangan dana, seperti kasus donasi Cak Budi. Ceritanya, Cak Budi menggalang dana namun sebagian dana digunakan untuk beli mobil dan hape iPhone yang diklaim untuk kebutuhan operasional.

Dana itu disumbangkan langsung ke rekening Cak Budi, gak melalui situs fintech tempat dia memasang info sumbangan. Inilah yang jadi persoalan, karena masih banyak yang mengira dana amal yang diberikan lewat situs itu bisa dipakai buat hal di luar program.

Sebagai makhluk sosial, menyisihkan penghasilan buat amal sangatlah perlu. Jangan cuma menumpuk harta. Toh, harta gak dibawa masuk ke liang lahad ketika sudah “pensiun” jadi manusia.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Di Era Digital, Punya Kartu Kredit Bisa Makin Untung. Ini Buktinya]

[Baca: Jangan Ngaku Generasi Millenial Kalau Belum Tahu 6 Manfaat Fintech Ini]

[Baca: Kalau Gak Mau Keuangan Berantakan, Wajib Install Aplikasi Fintech Ini di Ponselmu]