Jangan Takut Rugi Kalau Ikutin Cara Menghitung Premi Asuransi Mobil TLO Ini

Banyak orang yang bingung apakah mau mengasuransikan mobilnya atau tidak. Mereka ragu mengambil asuransi karena hitung-hitungan biaya premi yang dikeluarkan dirasa bakal merugikan.

Di Indonesia, kebanyakan masyarakat masih berpikir bahwa jika mereka mengeluarkan uang, mereka harus mendapatkan sesuatu atas uang itu.

Misalnya beli mobil keluaran terbaru secara cash. Walau tidak saat itu juga membawa mobil pulang karena harus inden, mereka tenang-tenang saja karena sudah pasti akan mendapatkan mobil itu saat sudah tersedia.

Cara mereka melihat layanan asuransi berbeda. Sebab mereka berpikir asuransi adalah produk yang tak pasti. Setelah mengeluarkan duit untuk membayar premi, mereka pikir belum pasti akan mendapatkan manfaat klaimnya.

Karena pemikiran inilah produk asuransi unit link cukup populer di Indonesia. Lewat asuransi unit link, pemegang polis bisa mendapatkan manfaat berupa uang cash dari premi yang disetorkan setelah periode polis berakhir walau tak ada klaim.[Baca: Mengenal Investasi Unit Link]

Meski jumlah uang yang diterima pun tak pasti, mereka tetap berpikir, “Yang penting duit tak hangus.” Uang premi dalam asuransi unit link yang dikembalikan tak pasti karena diolah sebagai investasi.

Sesuai dengan hakekatnya, investasi bisa mendatangkan keuntungan atau malah kerugian, tergantung pada pengelolanya. [Baca:Benarkah Tanam Duit di Unit Link Tidak Menguntungkan? ]

Premi Asuransi Mobil Total Loss Only

mobil dirantai digembok
Mobil dirantai, digembok, masukin gudang baja kedap air, dah. Gak takut ilang, gak takut banjir, gak perlu asuransi, deh. (Ban mobil/Flickr)

Pemikiran itu mungkin berlaku buat asuransi jiwa atau kesehatan, tapi ini asuransi mobil. Periode proteksi asuransi mobil lebih singkat, yaitu 1 tahun. Preminya pun cuma dibayar sekali, tidak per bulan.

Karena itulah sebenarnya asuransi mobil sangat direkomendasikan untuk memberikan perlindungan masa depan bagi kendaraan serta keuangan kita sendiri sebagai pemilik kendaraan. Tak mau kan, sudah beli mobil mahal-mahal terus hilang digondol maling dan kita tak mendapat kompensasi apa pun?

[Baca: Asuransi Mobil All All Risk: Hitung Preminya, Lihat Manfaatnya]

Asuransi mobil ada dua jenis, yaitu:

–  Comprehensive/All Risk

–  Total Loss Only

Asuransi all risk melindungi mobil dari risiko kerusakan ringan hingga berat serta kehilangan. Sedangkan asuransi total loss only cuma mengganti kerugian akibat kehilangan. Karena risikonya lebih sedikit, biaya premi asuransi mobil total loss only lebih kecil daripada all risk.

Kalau kamu bingung mau mengambil asuransi yang mana karena memikirkan biaya premi, bisa mengambil asuransi total loss only. Toh, asuransi ini juga mengganti kerugian senilai dengan harga mobil jika mobil mengalami kerusakan lebih dari 75%. [Baca: Alasan Logis Memilih Asuransi TLO (Total Loss Only) Adalah …]

mobil xenia ringsek
Mobil semahal apa pun berpotensi ringsek kalau terlibat tabrakan. Kecuali mobilnya Batman. (Xenia ringsek/Kabar 17)

Kita ambil contoh kasus Denny yang melindungi mobil Daihatsu Xenia barunya serta keuangannya dengan asuransi mobil total loss only. Begini cara menghitung premi asuransi mobil Denny yang didapat dari rumus rate asuransi x harga mobil.

Total premi: 0,8% x Rp 170.000.000 = Rp 1.360.000

Pada suatu ketika, dia mengalami kecelakaan parah di jalan tol. Tabrakan beruntun menimpanya, sehingga kondisi kendaraannya ringsek parah hampir tak berbentuk.

Perusahaan asuransi tersebut menghitung kerusakan mobil itu lebih dari 75%. Dengan demikian, dia mendapat nilai ganti rugi sesuai dengan harga pasar mobil tersebut. Saat itu harga pasar Daihatsu Xenia yang dia beli sebesar Rp 160.000.000, sehingga dia menerima kompensasi senilai nominal tersebut.

Artinya, hanya dengan mengeluarkan Rp 1.360.000, dia mendapat perlindungan senilai Rp 160.000.000. Bandingkan jika Denny tak memakai asuransi dan mengalami insiden itu. [Baca: Yuk, Pahami PSKBI Agar Klaim Asuransi Anda Tak Ditolak]

seatbelt
Mau uji nyali gak perlu di rumah tua. Kendarai mobil aja, terus gak usah pakai sabuk. Lebih gereget risikonya. (teddy bear pakai sitbelt/trusted car buyer)

Asuransi bersifat seperti sabuk pengaman. Jika tak terpasang dan terjadi kecelakaan, pengemudinya bakal mendapat akibat fatal. Jika terpasang, akibat fatal bisa ditekan, bahkan dihindari.

Tentunya kita tak bisa memprediksi kapan kecelakaan bisa menimpa. Apalagi di Jakarta yang penuh dengan bermacam-macam pengendara, dari yang kalem sampai ugal-ugalan. Lebih mengencangkan sabuk pengaman itu sekarang, daripada terlanjur terjadi kecelakaan dengan sabuk terjuntai.