Jangan Takut Memulai Bisnis, 6 Produk Sukses Ini Aja Dulu Diremehin

Mau memulai bisnis memang menakutkan. Takut gagal, takut rugi, dan takut-takut lainnya. Tapi kalau gak dimulai, kita gak akan pernah tahu kan?

Lagian, banyak produk-produk yang tenar sekarang, ternyata sempat gagal dan dipandang sebelah mata lho. Contohnya adalah enam produk teknologi ini.

Kisah penemuan produk-produk ini mengajarkan kita tentang betapa pentingnya untuk gak mudah patah semangat dalam berkarya. Tentu saja, hal ini bakal berguna buatmu yang berencana memulai bisnis startup di masa depan.

Pokoknya, kamu gak bakalan nyangka deh kalau produk-produk top ini, ternyata pernah diprediksi bakal gagal. Untung saja, desainer produk ini pede dengan karyanya. Dan akhirnya, inovasi mereka pun dipakai oleh jutaan umat manusia.

Ini dia enam produk teknologi yang sekarang populer, tapi dulu diremehin orang. Siapa tahu bisa jadi penyemangat kamu untuk memulai bisnis.

1. iPod

memulai bisnis
Meluncurnya sih telat tapi nyatanya bisa ngalahin Walkman tuh (Apple)

Di tahun 1998, lahir sebuah perangkat digital pemutar musik pertama di Korea Selatan bernama MPMan. Produk ini laris terjual 50 ribu unit secara global, namun apakah kamu familiar dengan produk ini?

Baru tiga tahun kemudian, Apple meluncurkan perangkat pemutar musiknya yang bernama iPod. Peluncuran iPod pun dinyatakan telat tiga tahun, dan saat itu produk ini diprediksi gak bisa mengalahkan MP3 Player lainnya.

Tapi, kenyataannya justru sebaliknya. iPod jadi laris manis meski peluncurannya telat

Pada April 2003, Apple pun meluncurkan iTunes Music Store untuk memudahkan para pengguna membeli album dari artis favorit mereka. Dan pada 2004 hingga 2005, penjualan iPod malah melonjak dan iPod pun resmi menjadi pembunuh MP3 player merek lain.

Buat kamu yang pakai iPod tentu sudah tahu dong sama kecanggihannya. Walau sekarang produk ini udah gak ada di pasaran, tapi nyatanya nama iPod lebih dikenal kan daripada MPMan?

2. iPad

memulai bisnis
Ternyata iPad juga pernah dipandang sebelah mata (Apple)

Saat device ini diluncurkan Steve Jobs pada 2010 silam, produk teknologi ini dihujani kritik dari masyarakat. Produk ini dianggap sebagai “iPhone raksasa” karena cuma ukurannya saja yang lebih besar.

Ada yang bilang juga bahwa konsep iPad adalah serba tanggung. Telepon bukan, laptop juga bukan.

Produk yang satu ini meluncur tiga tahun setelah iPhone. Meski dikritik oleh banyak orang, lama kelamaan banyak yang akhirnya sadar kalau iPad adalah alat yang nyaman digunakan untuk nonton video atau film, baca e-book, dan juga untuk bekerja. Penjualannya pun kian melonjak.

Pada awal 2014 hingga 2016, penjualan produk teknologi ini cenderung mengalami penurunan dari 14,62 juta unit ke 9,95 juta. Tapi di tahun 2017 justru kembali sehat karena berhasil terjual 11,4 juta unit.

[Baca: Ini Nih Negara-Negara yang Jual Produk Apple Termurah]

3. WhatsApp

memulai bisnis
Nah lho apa jadinya kalau gak ada ini? Masih SMSan kali ya (Whatsapp Brand)

Apa kamu pakai aplikasi chat gratis ini? Patut diketahui lho, pengguna WhatsApp saat ini sudah lebih dari 1 triliun!

Saat aplikasi ini diluncurkan pada 2009, WhatsApp sering crash dan selalu eror ketika digunakan. Yang mengunduh juga cuma 250 orang saja. Seperti diketahui, saat itu Blackberry Messenger sedang ngetop di ranah digital.

Jan Koum, co-founder Whatsapp pun sempat ragu untuk mengembangkan aplikasinya sendiri. Tapi akhirnya, dia memutuskan untuk berjuang dengan merisilis WhatsApp versi 2.0. Di situlah akhirnya, pengguna WhatsApp bertambah jadi 250 ribu.

Koum pun mulai pede untuk mencari investor guna mendanai proyek pengembangan aplikasi ini. Alhasil, aplikasi ini pun semakin berkembang dan pada 2013, Koum menjualnya ke Facebook dengan harga US$ 19 miliar.

4. Xbox

memulai bisnis
Apa kamu suka Xbox? Atau lebih suka Playstation? (the verge)

Gak dapat dipungkiri bahwa Playstation memang jadi rajanya console game. Tapi Xbox yang dikeluarkan Microsoft ternyata juga punya fans setia lho.

Saat diluncurkan pada tahun 2000, sudah pasti Xbox diharapkan bisa menjadi pembunuh Playstation, Playstation 2, dan Nintendo Game Cube. Tapi controller-nya dinilai terlalu besar, dan game-game yang disediakan kurang ramah anak.

Namun pada kenyataannya, console ini pun sukses. Dan pada 2005, Xbox merilis Xbox 360 sekaligus fitur kinect. Kinect adalah fitur controller pengganti joystick yang bisa menambah pengalaman baru dalam main game. Kurang lebih fungsinya kayak Nintendo Wii tapi lebih canggih.

5. Spotify

memulai bisnis
Peluncuran Spotify di Indonesia aja sampai dihadiri Menkominfo Rudiantara lho (Spotify)

Layanan pemutar musik dan radio asal Swedia ini cukup populer di Indonesia, mengingat dari pertama kali diluncurkan pada 2016, 4 miliar lagu telah diputar oleh user Indonesia.

Pada saat layanan ini dirancang, pendiri Spotify Daniel Ek menerima tantangan terberat. Banyak label musik yang menanggap remeh layanan yang satu ini. Mereka menganggap aplikasi ini gak bakal menghasilkan banyak keuntungan.

Tapi apa buktinya? Sekarang sudah ada 32 juta pelanggan berbayar Spotify yang tersebar di seluruh dunia. Layanan ini juga hadir di 60 negara.

[Baca: Ini Nih 7 Aplikasi Buat Dengerin dan Download Lagu Terbaru Gratis]

6. Web

memulai bisnis
Kalau gak ada ini, coba deh gimana mau internetan? (Pixabay)

Nah yang terakhir ini adalah inovasi dari Tim Berners-Lee, yaitu World Wide Web pada 1989 silam. Tahu gak produk teknologi ini? Ketika kamu masuk ke browser Internet, pasti ngetik “www” kan untuk menuju situs tertentu? Nah itu singkatan dari World Wide Web!

Temuan ini pada awalnya dianggap bahaya dan cukup membingungkan. Oleh karena itu, proposalnya soal WWW ditolak. Tapi gak ada yang nyangka ternyata inovasi ini sudah jadi suatu hal yang sangat berharga bagi kehidupan umat manusia.

Coba kalau Berners-Lee dulu gak berani memulai bisnis ini. Gak ada yang namanya Internet di dunia ini deh. Hiii.

[Baca: Belajar dari 5 Orang Ini Yuk, Mereka Malah Sukses Setelah Ditolak]

Itulah enam produk teknologi yang sempat diremehkan, tapi ternyata sukses di kemudian hari. Terbukti kan, kesuksesan suatu produk gak akan luput dari gigihnya founder dalam memulai bisnis dan mengembangkannya.

So, penting juga buatmu untuk gak mudah menyerah dan kecil hati ketika dihujani kritik dari pelanggan. Anggap saja, kritik dan cacian itu adalah awal dari sebuah inovasi yang mutakhir.