Jangan Sampai Salah Memilih Kredit Tanpa Agunan Lalu Terjebak Rentenir

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com

Apa sih yang terbersit di benak kamu saat mendengar kata rentenir? Pasti konotasi kamu langsung negatif deh. Bukan tanpa alasan sih, bagi banyak masyarakat Indonesia rentenir memang berkaitan dengan kasus keuangan.

Salah satu ciri yang paling identik dengan rentenir adalah penagihan utang yang menggunakan kekerasan. Anehnya, masih banyak saja orang yang mau berurusan dengan lintah darat ini.

Gak bisa dipungkiri ternyata masih banyak orang yang merasa membutuhkan jasa para rentenir dengan beragam alasan. Salah satunya, pinjam duit dari rentenir dianggap lebih simpel ketimbang dari bank. Gak perlu ngasih jaminan, duit udah bisa dibawa pulang.

[Baca: Waspada Kredit Tanpa Agunan Ilegal yang Menawarkan Bunga Kecil]

Eits, tunggu dulu. Minjem duit sih gampang, ngelunasinya tuh yang susah.

Apalagi banyak rentenir yang gak mau ngaku secara terang-terangan bahwa mereka adalah rentenir. Mereka sering berdalih sebagai lembaga pembiayaan yang bisa ngasih kredit tanpa agunan (KTA).

kredit tanpa agunan

Lagi tenang-tenang jualan bakso eh dicegat, ditagih rentenir, alamak ngeri! 

Kamu tahu dong kalau bank menyediakan layanan kredit tanpa agunan (KTA). Bahkan dari bank kita juga bisa meminjam duit hanya dengan modal identitas diri. Jangan khawatir, KTA dari bank gak kalah simpel dengan dari pihak non-bank. Justru, dengan mengajukan pinjaman KTA melalui bank, nominal duit pinjaman bisa jadi lebih gede ketimbang duit dari non-bank

KTA adalah pinjaman yang bisa kita ambil tanpa memberikan jaminan. Berbeda halnya dengan kredit multiguna alias kredit dengan agunan. Pinjaman jenis ini mewajibkan penjaminan aset seperti rumah atau kendaran bermotor sebagai syarat meminjam duit.

Kalau masih ragu, yuk kita lihat perbandingan antara bank dan non-bank yang menyediakan KTA dalam hal kegiatan operasional:

Bank

– Bekerja secara kelembagaan

– Terikat dengan aturan pemerintah seperti Otoritas Jasa Keuangan

– Memiliki aturan resmi sebagai acuan syarat dan ketentuan kredit

Non-bank

– Bekerja secara perorangan

– Gak terikat dengan aturan keuangan dari pemerintah

– Bebas menentukan sendiri syarat dan ketentuan kredit

[Baca: Ini Nih Mindset Soal Kredit Tanpa Agunan yang Bikin Keuangan Kita Jalan di Tempat]

 

kredit tanpa agunan

Hitam di atas putih musti jelas, biar gak ada dusta di antara kita, ceileee

Oke, walaupun bank lebih kredibel dalam hal kepastian hukum, pihak non-bank bisa juga sih jadi solusi alternatif saat kita butuh KTA. Namun melalui beberapa pertimbangan.

Contoh nih, saat sedang butuh duit dalam waktu sehari, bank menyatakan bisa ngasih duit dalam seminggu. Sementara non-bank bisa ngasih saat itu juga. Mau gak mau pilihan bisa dijatuhkan ke pihak non-bank dalam hal ini. Namun, ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam perjanjian KTA dengan pihak non-bank.  Apa saja tuh?

1. Batas pinjaman

Nominal KTA dari setiap bank pastinya berbeda-beda, biasanya mulai dari Rp 3 juta sampai dengan Rp 200 juta. Sedangkan non-bank biasanya gak sampai Rp 50 juta.

2. Cicilan berapa lama?

Semakin lama tenor pinjaman maka akan semakin besar total duit yang harus kita keluarkan untuk melunasi pinjaman plus bunganya. Jadi, jangan sampai cuma tergiur dengan tenor yang lama kalau gak mau kewalahan untuk melunasinya.

3. Bunganya

Dalam menetapkan bunga, semua bank resmi akan selalu mengacu pada aturan pemerintah. Kalau kita bersikap seenak udel, siap-siap saja dengan sanksi yang menanti. Beda halnya dengan pihak non-bank.

4. Biaya-biaya

Cermati biaya-biaya yang timbul, seperti provisi. Ada lho bank yang bebasin biaya provisi. Cari yang biayanya paling murah.

Sebelum memutuskan mengajukan, KTA yang kita ambil harusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Hal yang gak kalah pentingnya, KTA tersebut juga harus disahkan dalam perjanjian yang gak merugikan salah satu pihak.

kredit tanpa agunan

Uang di dompet gak pernah lebih dari 50 rebu eyaaaa musti tahu diri ya

[Baca: Mana yang Lebih Cocok Buatmu KTA Konvensional atau Pinjaman Dana Online]

Sementara pihak non-bank punya potensi lebih untuk bikin perjanjian yang berat sebelah. Awalnya mereka akan memberi kemudahan. Tapi, pas lihat kita lagi butuh banget, mulai deh mereka “bermain”. Lembaga itu bisa aja semena-mena menetapkan aturan kredit karena nggak terikat hukum pemerintah. Pastinya beda sama bank, yang kalau keliru dikit aja langsung kena tegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara mengajukan aplikasi kredit tanpa agunan ke bank juga mudah kok. Memang, butuh waktu lebih dari sehari untuk pencairan pinjaman. Tapi, ada baiknya sedikit lebih bersabar. Ketimbang buru-buru cari KTA malah kejebak rentenir.

Image Kredit:

  • http://www.voa-islam.com/photos6/syafaat/Ilustrasi-Rentenir.jpg
  • https://kreditgogo.com/img/u/Keuangan-dan-Anda/main-image.938985564.jpg
  • http://images.detik.com/content/2013/08/29/5/124435_35.jpg?w=500&q=90