Jangan Remehkan Mengatur Keuangan Pribadi kalau Gak Mau Masa Depan Suram

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com.

Kita semua pasti memimpikan masa depan yang indah, secerah sinar mentari pagi ya. Bayangan masa depan suram pastinya bagai hantu bagi kebanyakan orang.

Ancaman masa depan suram yang menghantui itu anehnya gak bikin orang-orang jadi lebih aware soal keuangan loh. Kenyataannya gak sedikit orang yang masih saja meremehkan soal mengatur keuangan pribadi.

[Baca: 15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi Demi Masa Depan Cerah]

Memang sih masa depan itu gak hanya hanya melulu tentang finansial. Tapi jujur deh, manusia modern mana yang bisa hidup tanpa uang? Gak terkecuali kita.

Kecuali memang berniat hidup menyatu dengan alam. Gak pegang gadget apa pun. Gak pusing mikirin mau bikin acara resepsi nikah yang murah di mana. Karena itulah kita gak bisa main-main kalau urusannya sudah soal duit. Salah satu yang paling dasar adalah mengatur keuangan pribadi.

Hal mendasar ini saja sering diabaikan oleh kia. Semisal, belanja gak pakai rencana. Yang penting diskon ya beli saja. Padahal harganya sudah dinaikkan dulu baru dikorting. Kalau sudah begini, penghasilan berapa pengeluaran berapa tiap bulan bisa gak terkontrol.

Bukan gak mungkin ujung-ujungnya tabungan malah minus. Tiap bulan gaji habis buat bayar tagihan di sana-sini. Mau hidup lebih besar pasak daripada tang?

mengatur keuangan pribadi
Tung-itung baru deh ketahuan banyak pengeluaran (Pasangan / Suara)

Sebenarnya, memang malas atau gak tahu cara mengatur keuangan pribadi sih? Pengaturan keuangan sejatinya gak serumit yang dipikirkan kok.

Gak usah berpikir harus bikin tabel pakai rumus excel macam-macam. Berikut ini tips mengatur keuangan pribadi yang sederhana, namun faedahnya sungguh dahsyat buat masa depan.

1. Pasak dan tiang mesti seimbang

Jangan sampai deh yang namanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Selama bujet kamu menganut prinsip itu, gak perlu khawatir kocek bakal jebol pada bulan-bulan mendatang. Tapi disiplin dan komit ya. Kalau gak ya sama juga bohong.

2. Cermat berhemat

Ingat ya, hemat itu bukan soal membatasi pengeluaran doang. Yang lebih penting, memastikan bahwa duit yang keluar itu benar-benar bermanfaat. Membeli berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan apalagi nafsu impulsif.

[Baca: Ini Bedanya Hemat dan Pelit]

3. Teliti memberi

Tagihan yang datang, baik itu telepon, kartu kredit, tv kabel atau lainnya, harus benar-benar dicek. Mungkin saja terdapat kelebihan tagihan atau kesalahan teknis lainnya. Kalau ada kelebihan, kita sendiri yang merugi setelah memberi.

4. Tanya Mbah Google

Internet adalah penemuan terpenting sepanjang masa. Lewat Internet, kita bisa tahu harga barang-barang. Begitu juga info-info diskon dari barang kebutuhan sampai tiket perjalanan. Rugi kalau penemuan ini gak kita manfaatkan.

mengatur keuangan pribadi
Semuanya deh ada di Google, tinggal klik sana, sini! (Google / Telegraph)

5. Bukan asal nabung

Menabung kedengarannya mudah, tapi seringkali sulit dieksekusi. Ada beragam jenis tabungan. Kita mesti memilih yang paling pas dengan kebutuhan kita. Nominalnya pun harus dipastikan agar tujuan kita menabung jelas dan dapat tercapai.

6. Jebakan kartu kredit?

Sudah bukan saatnya lagi mempertahankan sikap alergi sama kartu kredit. Alat pembayaran ini banyak manfaatnya kok dari mulai tawaran diskon sampai poin yang bisa ditukar dengan reward. Tap penggunaannya harus bertanggung jawab, biar manfaatnya bisa benar-benar kita rasakan.

7. Whoosaaah

Kata di atas sering diucapkan orang untuk mengendalikan emosi. Nah, ini juga berlaku buat yang keburu nafsu untuk beli ini-itu. Ingat, kebutuhan di atas keinginan.

8. Lihat cermin

Meski sudah berdisiplin dalam hal keuangan, bukan mustahil terjadi kesalahan dan kelalaian. Karena itu, kita mesti melakukan introspeksi dan evaluasi. Dengan begitu, kita terbuka terhadap hal-hal baru yang mungkin bisa membuat keuangan lebih terjaga.

[Baca: Kenapa Uang Selalu Habis Padahal Udah Hemat]

Gimana nih, tips mengatur keuangan pribadi di atas cukup mudah kan? Mungkin sebagian dari kita akan membatin dalam hati, ngomong aja gampang. Praktiknya susah.

mengatur keuangan pribadi
Hayoo jangan berantemm soal uang terus dong, malu! (Berdiskusi / Bloggerbanua)

Eits, sabar dong, jangan langsung skeptis dan nyinyir dulu. Yang menjadi pertanyaan, sudah dipraktikkan belum tips itu. Masak, kalah sebelum perang. Yuk, mulai mengatur keuangan demi masa depan yang indah dan cemerlang.