Jangan Pernah Ucapkan 7 Kalimat Ini ke Atasan Kalau Gak Mau Karir di Ujung Tanduk

‘Hey Luh, kenapa muka lo asem banget sih?’ Nina menegur Galuh, rekan sekerjanya yang baru saja keluar dari ruangan si bos. ‘Iya Nin, gue habis dinasehatin si bos barusan’ Jawab Galuh sambil terduduk lesu. ‘Loh, emang kenapa, elo ngelakuin kesalahan apa?’ Nina menyambar dengan kepo.

Ternyata  Galuh terlambat nyerahin laporan bulanan dan nyalahin rekan sekerjanya, Dewa, yang terlambat menyerahkan data penjualan. Atasan Galuh gak suka karena Galuh menyeret orang lain.

Seharusnya Galuh cukup meminta maaf saja karena terlambat menyerahkan laporan karena ada kendala soal data. Selebihnya biar si bos sendiri yang mencari tahu.

Masalah yang kayak gini dan sejenisnya kerap terjadi di dunia kerja. Nah, supaya karir gak terhambat dan nyaman di kerjaan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menjaga hubungan baik dengan atasan.  

Simak nih 7 kalimat yang sebaiknya jangan diucapkan ke atasan kalau gak mau kena tegur atau lebih parahnya karir di ujung tanduk.

1. Gak tahu bos

Emang sih gak semua hal harus kita ketahui, bahkan dalam pekerjaan sekalipun. Apalagi kalau masih baru atau fresh graduate, belum banyak pengalaman. Tapi, yang namanya bos tuh terkadang suka nanyain hal-hal yang anak buahnya gak tahu loh.

karir di ujung tanduk
Emang sih gak semua hal harus kita tahu, tapi paka kalimat lain deh, jangan bilang gak tahu! (Ekspresi Bingung / Hipwee)

Dan sebagian dari mereka paling gak suka menerima jawaban ‘gak tahu tuh bos’ Lebih baik coba antisipasi dengan kalimat lain sebagai jawaban biar si bos gak murka. Semisal ‘Oke bos, saya coba cari tahu deh.’ Ingat ya, bukan untuk cari muka atau menjilat si bos.

2. Wah, saya gak bisa bos

Saat atasan minta kamu bantu dia, baik itu untuk urusan pribadi atau kerjaan, usahain untuk gak menolak. Kalau kamu emang ada waktu dan mampu melaksanakan instruksinya. Ini bakal jadi nilai plus buat performa kerja kamu di mata si bos.

Menjadi atasan itu gak mudah loh, tanggung jawabnya besar dan kerjaannya lebih banyak dari kamu. So, saat dia sampai menghampiri dan minta bantuan , itu artinya dia memang sedang butuh bantuan.

3. Maaf bos, itu bukan job desc saya

Setiap karyawan memang sudah punya job description masing-masing ya. Hal kayak gini bahkan tertulis di atas kontrak kerja. Tapi saat atasan meminta kamu untuk melakukan sesuatu yang bukan job desc kamu terkadang itu adalah tes alias ujian.

Entah dia ingin melihat kemampuan kamu sampai sejauh mana atau bisa juga atasan ingin melihat mental kerja kamu. Selama hal yang kayak gini masih di level yang normal, sah-sah aja kok. Kecuali kalau si bos ternyata semena-mena ya kamu bisa nolak.

4. Itu mah bukan salah saya, si Anu tuh

Berani mengambil tanggung jawab saat kesalahan terjadi dalam satu tim. Apalagi kalau kamu dipercaya oleh si bos menjadi leader. Atasan itu paling gak suka dengan sikap bawahan yang suka melempar kesalahan atau menunjuk orang lain melakukan kesalahan.

karir di ujung tanduk
Berani ambil tanggung jawab, jangan suka cari kambing hitam ya (Menuding Orang Lain / Indonesiaone)

Lebih baik diam daripada menunjuk hidung. Kalau memang kenyataannya ada rekan kerja yang berbuat salah. Bos akan bisa melihat dan bersikap adil kok.

5. Kok Si Anu Boleh Cuti Saya Nggak

Saling merasa rekan kerja memperoleh kemudahan di kantor itu sering terjadi. Semisal, ngerasa pas kita ngajuin cuti kok susah banget disetujui tapi kok rekan yang lain gampang. Jangan baper dulu deh.

Telusuri dengan fakta, bukan dengan asumsi. Mungkin waktu yang kamu gunakan buat minta cuti gak tepat, semisal kantor lagi banyak proyek, atau bos lagi pusing dengan profit perusahaan yang menurun atau masalah lain.

6. Saya dapat apa dong bos?

Walau kita bekerja secara profesional dan dibayar, gak selalu semuanya harus dihargai dengan uang. Saat si bos meminta bantuan kamu melakukan tugas tambahan jangan langsung ‘menodong’ upah atau bonus.

Tunjukkin dulu kinerja kamu, karena bos yang baik gak akan menutup mata kok. Kalau memang sudah menjadi hak kamu, rezeki gak akan ke mana. Percaya deh!

7. Kalau bulan depan gaji saya belum naik juga, saya resign loh bos

Mengancam itu perbuatan yang gak banget deh, apalagi mengancam bos. Big no no tuh! Jangan pernah memanfaatkan kedekatan kamu dengan si bos demi kepentingan diri sendiri seperti minta naik gaji misalnya.

karir di ujung tanduk
Cari waktu yang pas dan bicarakan baik-baik kalau mau minta sesuatu ke bos ya (Mencapai Kesepakatan / Cosmopolitan)

Siapa sih yang suka diancam? Kalau memang merasa sudah pantas menerima kenaikan gaji, diskusikan dengan bos di saat yang tepat dengan cara yang baik. Balik lagi, atasan yang baik akan memperhatikan hak-hak karyawannya kok. Selama kita sebagai karyawan juga sadar sama kewajiban.

Intinya sih sebagai bawahan kita harus tetap menghormati atasan, mau sedekat apapun hubungan yang terjalin. Lakukan semua pekerjaan kita dengan sebaik mungkin dan bukannya menjilat bos.

Komunikasi dua arah juga harus dijaga antara bawahan dengan atasan. Kalau kita masih membutuhkan pekerjaan ya harus tahu diri. Jaga setiap kata juga perbuatan di hadapan si bos.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Hari Gini Gak Memiliki Sikap Kompetitif Bisa Kegilas Loh]

[Baca: Buat Para Bos Simak 6 Hal Ini Kalau Mau Punya Tim Solid dan Sukses]

[Baca: Jadi Bos Gak Cukup Hanya Modal Main Perintah Gini Cara Menjadi Atasan yang Baik]