Jangan Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Kalau Ogah Rugi Kayak Gini

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan agar masyarakat dapat berobat secara gratis.

Eits.. gratis di sini bukan berarti benar-benar gak bayar lho. Pasalnya kamu tetap diharuskan untuk membayar iuran setiap bulannya.

Iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya juga masih ramah di kantong alias murah kok. Untuk nominalnya itu sendiri juga berbeda-beda tergantung dari kelasnya.

Biasanya untuk para pekerja, maka iuran akan ditanggung oleh perusahaan. Sedangkan untuk veteran dan fakir miskin secara penuh ditanggung pemerintah.

Nah, menurut situs resmi BPJS Kesehatan, berikut biaya iuran untuk masing-masing kelas, seperti:

  • Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 25.500.
  • Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 51.000.
  • Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 80.000.

Iuran tersebut harus dibayarkan secara rutin setiap bulannya dan paling lambat setiap tanggal 10. Sebenarnya sih tidak alasan untuk telat membayar hanya karena tidak tahu harus membayar di mana.

Pasalnya, kini kamu bisa membayar iuran lewat ATM. Jadi, lebih mudah kan? Kamu gak perlu pula repot-repot mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

Sayangnya, masih ada saja peserta yang tidak membayar iuran bulanan dengan alasan lupa atau bahkan ada pula yang disengaja.

Padahal, kalau sampai telat sebulan saja, selain harus membayar denda, kartu BPJS-mu juga berisiko akan dinonaktifkan. Akibatnya, kamu gak bisa menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan gratis dari BPJS.

Padahal jika dipikir-pikir ya, kamu hanya mengeluarkan uang Rp 80 ribu setiap bulan. Dan, kalau kamu sakit dan membutuhkan pengobatan atau perawatan, kamu sudah bisa berobat gratis di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit yang menerima pasien BPJS.

Nah, kalau gak pakai BPJS tentu kamu akan mengeluarkan uang lebih banyak seperti buat bayar dokter hingga obat-obatan.

Jadi, dijamin bakal rugi banget deh kamu kalau sampai sengaja tidak membayar iuran bulanan BPJS hingga akhirnya kartumu dinonaktifkan.

Masih gak percaya? Mending simak penjelasan berikut ini deh!

Peraturan baru pembayaran iuran BPJS

BPJS-Kesehatan
Peraturan baru pembayaran iuran BPJS (pemeriksaanpajak)

Melalui situs resmi BPJS Kesehatan, ada peraturan baru mengenai sanksi jika telat membayar iuran BPJS Kesehatan. Peraturan tersebut resmi ditetapkan mulai tanggal 1 April 2016.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan, kalau peserta telat membayar iuran maka tidak akan dikenakan denda, tapi kartu akan langsung dinonaktifkan.

Nah, jika peserta ingin mengaktifkan kembali, maka harus melunasi semua tunggakannya. Namun, jika peserta tersebut mendapatkan pelayanan rawat inap dalam jangka waktu 45 hari setelah kartu baru aktif, maka peserta akan dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak.

Selain itu, tunggakan yang harus dibayarkan oleh peserta maksimal selama 12 bulan. Jadi, jika peserta menunggak lebih dari 12 bulan, maka peserta tetap hanya dikenakan biaya tunggakan 12 bulan.

Nah, denda 2,5 persen itu cuma dikenakan untuk biaya rawat inap maksimal Rp 30 juta saja. Artinya, peserta yang biaya rawat inapnya di atas angka tersebut, tetap cuma dibebankan denda 2,5 persen dari Rp 30 juta.

Kerugian menunggak iuran BPJS

BPJS Kesehatan
Kerugian nunggak BPJS (kontan)

Ada beberapa kerugian yang akan kamu alami ketika menunggak iuran BPJS, seperti:

  • Tunggakan semakin besar dan nantinya akan memberatkanmu pada saat ingin mengaktifkan kembali kartu BPJS-mu.
  • Menunggak iuran BPJS setiap bulan, bukan berarti membuatmu keluar dari kepesertaan BPJS. Pasalnya, kamu tetap memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan.
  • Selama tunggakan belum dilunasi, maka anggota keluarga lainnya yang ingin mendaftar BPJS kesehatan tidak akan bisa mendaftar sampai tunggakan dilunasi.
  • Kamu akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk berobat jika tidak menggunakan fasilitas BPJS kesehatan.

Lalu bagaimana cara mengurus tunggakan BPJS Kesehatan?

BPJS-Kesehatan
Cara mengurus tunggakan BPJS Kesehatan (tempo)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan-mu, maka kamu harus melunasi tunggakan terlebih dahulu.

Nah, untuk mengetahui berapa total tagihan yang harus kamu bayar, ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan seperti melalui SMS gateway atau lewat ATM.

Setelah mengetahui berapa jumlah tunggakan yang harus kamu bayarkan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Pembayaran untuk masing-masing kelas itu berbeda. Berikut ini penjelasannya:

  • Kelas tiga, kamu bisa membayar tunggakan di mini market seperti Alfamart, Indomaret, kantor pos atau langsung datang ke Bank.
  • Kelas satu dan dua, kamu bisa melakukan pembayaran langsung lewat ATM yang sudah bekerja sama dengan BPJS seperti Bank BRI, BNI, BTN, Mandiri dan BCA.

Berikut contoh pembayaran BPJS melalui ATM BRI:

  • Masukan kartu ATM.
  • Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM kamu.
  • Pilih menu “TRANSAKSI TUNAI” atau “PAKET TUNAI”.
  • Pilih menu “TRANSAKSI LAINNYA”.
  • Pilih menu “PEMBAYARAN”.
  • Pilih menu “BPJS KESEHATAN”.
  • Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”.
  • Setelah itu bakal muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar.
  • Masukkan jumlah nominal yang bakal dibayar, lalu tekan “BENAR”.
  • Kemudian bakal muncul konfirmasi pembayaran, tekan angka 1 dan pilih “YA”.
  • Selesai.

Dengan segudang manfaat yang ditawarkan BPJS Kesehatan, masih nekat gak mau bayar iuran bulanan?